Friday, June 26, 2020

Membuat Siaran Televisi Pendidikan Lewat Aplikasi di HP oleh Prof Deni Darmawan

Narasumber :  Prof. Deni Darmawan, kepala Humas Universitas Pendidikan Indonesia.

TVUPI diluncurkan sejak hari Selasa 28 April 2020. Ini alamat untuk mendownload aplikasi tersebut:  http://humas.upi.edu/upi-tv/  bisa juga melalui aplikasi Play Store di gawai Anda.

      
TV UPI 24 JAM 7 HARI NONSTOP + LIVE

Selama ini kita selalu membayangkan jika ingin masuk TV itu sulit, jadi artis dulu. Tetapi bagi kebanyakan orang impossible kalau bisa masuk TV. 

Dunia digital memang luar biasa dimulai dengan sebuah penelitian oleh Leonard Kleinrock pada jaringan telpon terbesar di Amerika. Pada saat itu perusahan menolak karena menurut mereka mission impossible namun perusahaan masih mengijinkan komputernya untuk perangkat penelitian.

Sejarah komputer pertama ditemukan oleh Ahli Matematika asal Inggris bernama Charles Babbage antara tahun 1833 hingga 1871. Mesin hitung yang dikenal sebagai komputer pertama menyerupai mesin modern yang diberi nama Analytical Engine.

Charles Babbage


Internet saat ini telah menjadi salah satu fitur yang tak bisa lepas dari kehidupan manusia urban. Dengan adanya internet, akses informasi menjadi begitu cepat bahkan seolah tak berbatas dan berjarak lagi. Dampak positif internet ini ikut merubah pola interaksi di dalam masyarakat. Tak terbilang berapa dampak positif atas keberadaan internet ini. Meski harus diakui terdapat segelintir dampak negatif juga. Tapi apapun itu, internet telah lebur di dalam kehidupan masyarakat dan menambah kualitas yang tak ternilai. Tahukah Anda siapa penemu internet? Hampir semua orang memakai jaringan internet dalam mempermudah kehidupan mereka namun tak semua orang mengenal siapa tokoh yang berjasa menemukan internet tersebut. 

Berikut adalah bapak Internet:

Leonard Kleinrock, adalah tokoh atau ilmuan yang dijuluki sebagai bapak internet. Julukan ini melekat pada dirinya sebab ia memang tokoh penemu internet. Leonard Kleinrock lahir di Amerika Serikat tepatnya di New York pada tanggal 13 Juni tahun 1934, seorang insinyur sekaligus seorang ilmuan dengan gelar professor komputer di UCLA, sebuah sekolah teknik juga sains yang cukup bergengsi. Leonard Kleinrock mulai disorot atas keberhasilannya menciptakan internet pada tahun 1969 tepatnya di tanggal 29 Oktober. atas penemuan internet ini, ia dijuluki sebebai ilmuan besar abad ini. Penemuan internet ini sebenarnya didasarkan atas ketidaksengajaan Leonard Kleinrock dalam memecah beberapa kode digital dan kemudian menjadikannya paket terpisah satu sama lainnya. Berkat kejeniusannya ini, Leonard Kleinrock kemudian menjadi salah seorang pelopor atau pionir sistem jaringan komunikasi berbasis digital dan ia juga ikut masuk ke dalam tim yang membantu proses pengembangan ARPANET.

Kejeniusan Leonard Kleinrock dimulai sejak ia menempuh pendidikan. Ia memang dikenal sebagai salah satu pelajar yang menonjol. Ia menyelesaikan sekolah menangah atasnya di Bronx High School of Science dan kemudian melanjutkannya ke City College of New York pada jurusan ilmu komputer. Kemudian, di tahun 1959 ia berhasil meraih gelar master. Dan, pada tahun 1963, gelar Ph.D sudah melekat di belakang namanya. Setelah menyelesaikan semua jenjang pendidikan, karirnya kemudian dimulai dengan bergabung sebagai pengajar di UCLA atau Universitas California Los Angeles.

Di tahun 1988, Leonard Kleinrock ditunjuk sebagai ketua dari Kelompok Jaringan Nasional yang ditujukan untuk Kongres Amerika Serikat. Dalam menjalankan tugasnya, mereka menyusun laporan penelitian yang sangat berpengaruh dan diaplikasikan dalam pengembangan Computing High Performance dan memiliki implikasi pada perkembangan dunia internet yang Anda dan semua orang gunakan saat ini. Leonard Kleinrock adalah penemu internet dan merintisnya dari hal sederhana sehingga menjadi sesuatu yang kompleks dan multifungsi seperti saat ini. Dunia jauh lebih mudah dengan keberadaan internet, karena itu kita perlu berterimakasih pada tokoh jenius bernama Leonard Kleinrock.

Tentang Leonard Kleinrock dengan penemuannya dapat dibaca di link berikut :

Internet telah merasuk pada seluruh sendi-sendi kehidupan manusia. Dari kota-kota besar merambah sampai ke pelosok desa menyeruak tanpa batas ruang dan waktu. Meskipun sebenarnya masih terdapat kelemahannya yaitu para pengguna belum dapat menyaring  yang semestinya tidak boleh sesuai dengan hukum dan norma. Maka gunakan internet secara bijak dan lebih bertanggungjawab, salah satunya dengan menguatkan pendidikan karakter.

Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat sekarang ini Nothing is imposible in this world. Laju perkembangan teknoligi melebihi lajunya kemampuan pengguna untuk mengusai semua fitur dari teknologi. Contoh gawai, belum lagi pemiliknya menguasa seluruh fitur sudah muncul gawai versi baru dengan fitur yang lebih lengkap.

Jika hanya ingin masuk TV tidak ada yang tidak mungkin sekarang ini hanya dengan gawai kita semua sudah bisa masuk TV bahkan bisa membuat siaran sendiri. Apalagi sebagai pendidik kita dapat membuat siaran TV sendiri yang bisa ditonton khusunya oleh siswa. Berbagai materi dan bahan ajar bisa disampaikan secara live layaknya seperti saat kita mengajar di depan kelas. Kita bisa melakukan liputan kapan saja dan di mana saja, tanpa harus membawa berbagai perangkat seperti yang kita lihat pada TV konvensional selama ini. 

Bagi para pengguna Facebook sebenarnya sudah ada fitur siaran langsung.


Pertama kali buka aplikasi facebook maka akan tampil layar seperti di atas, begitu kita klik kalimat “What’s on your mind? “(Apa yang Anda pikirkan?). Maka akan tampil layar seperti di bawah ini, tinggal klik menu “Siaran Langsung” (Go Live), maka akan jadi kegiatan siaran langsung. Sebelumnya silakan atur menu-menu yang sesuai keinginan Anda dalam melakukan siaran.


Berikut cara agar dapat membuat siaran TV sendiri oleh Prof. Deni Darmawan dengan tema “Membuat Siaran Televisi Pendidikan Lewat Aplikasi Android”

Sebelum masuk ke teknis bagaimana cara menginstall aplikasi untuk siaran televisi, Prof Deni memperkenalkan TVUPI yaitu televisi digital yang diluncurkan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Selasa 28 April 2020. TVUPI dikelola oleh universitas, namun masyarakat luas dapat berpartisipasi dalam memberikan tayangan yang bertema  pendidikan. Sesuai dengan tujuan pembuatannya mengedepankan TRI DARMA PENDIDIKAN, TVUPI tidak berorientasi profit. TVUPI yang berbasis digital akan ditayangkan di : http://humas.upi.edu/

TVUPI juga dapat diakses di media sosial dan kanal youtube UPI. Hal yang membedakan TVUPI dengan TV digital lain, yakni masyarakat bisa berpartisipasi mengirimkan tayangan bahkan, berpartisipasi melakukan siaran langsung. 

Agar tidak penasaran bagaimana cara membuat siaran Televisi lewat aplikasi HP kita hanya perlu tiga (3) langkah saja yaitu, mendownload aplikasi kemudian menginstall dan terakhir menggunakan aplikasi untuk siaran. 

Kita masuk langkah pertama yaitu menginstal aplikasi. Aplikasi yang kita gunakan adalah Wowza Gocoder di Android & IOS silahkan bisa mengunduh menggunakan gawai anda melalui aplikasi Play Store, ketik  Wowza Gocoder  akan tampil ikon seperti di bawah ini. Lanjutkan dengan klik “Instal”.

     
Ikon TVUPI

Tautan daapt diunduh pada :  http://humas.upi.edu/upi-tv/

Setelah diunduh silahkan masuk kelangkah berikutnya yaitu langkah kedua menginstall, lakukan instal seperti aplikasi yang biasa kita instal hingga selesai. 

Terakhir mengkoneksikan Wowza Streaming Cloud dan Wowza Streaming Engine dan pada menu host atur server ke ip 51.77.118.20 dan Port 1935.

Berikut PPT langkah - langkah  menginstall Wowza Gocoder di Android.
Untuk melihat salah satu siaran TVUPI silakan klik link berikut ini :

Berita terkait dengan TVUPI:

PIKIRAN RAKYAT - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meluncurkan televisi berbasis digital, TVUPI, Selasa 28 April 2020. Meski TVUPI dikelola oleh universitas, masyarakat luas bisa berpartisipasi dalam memberikan tayangan yang bertema pendidikan.

Kepala Humas UPI Deni Darmawan mengatakan, sesuai dengan tujuan pembuatannya mengedepankan TRI DARMA PENDIDIKAN, TVUPI tidak berorientasi profit. TVUPI yang berbasis digital akan ditayangkan di laman humas.upi.edu. Selain itu, TVUPI bisa diakses di media sosial dan kanal youtube UPI.

Hal yang membedakan TVUPI dengan TV digital lain, yakni masyarakat bisa berpartisipasi mengirimkan tayangan. Bahkan, berpartisipasi melakukan siaran langsung.

"Misalnya kalau Pak Gubernur Ridwan Kamil mau menyiarkan kegiatannya, beliau bisa bersiaran langsung dengan gawai sendiri. Nanti tayang di TVUPI," kata Deni di Kampus UPI, Selasa 28 April 2020.

Tak hanya pejabat, masyarakat umum pun boleh mengajukan diri untuk memberikan tayangan secara langsung. Masyarakat tingggal mengunduh aplikasi yang ada di laman humas.upi.edu untuk bisa berpartisipasi bersiaran langsung atau memberikan konten tayangan.

Masyarakat perlu mengingat tema besar yang diangkat TVUPI yaitu pendidikan, baik pendidikan formal maupun nonformal. "Pendidikan bisa pendidikan keuangan, pemerintahan dalam negeri, keperawatan dan lainnya," ucap Deni.

TVUPI juga akan menayangkan konten-konten internal UPI, seperti kegiatan dosen dan mahasiswa, seminar, penelitian dan lainnya. Untuk menayangkan konten internal, Humas UPI telah menyiapkan kru produksi dan satu ruang studio. Selain kru produksi, semua sivitas akademika UPI bisa berkontribusi dalam memberikan tayangan untuk TVUPI, diantaranya alumni, tata usaha, dosen, mahasiswa hingga orangtua mahasiswa.

Dikatakan Deni, pendirian TVUPI terinspirasi dari kehadiran TV edukasi yang dulu dibuat oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi. Deni pun pernah terlibat dalam produksi TV Edukasi. Namun, TV Edukasi kini tak lagi tayang.

Oleh karena itu, Deni berharap, TVUPI dapat menghadirkan kembali sebuah televisi yang mengedepankan tayangan-tayangan pendidikan. Mengingat, tayangan pendidikan kurang didapat dari stasiun TV komersil.

"Selain itu, kami ingin menajegkan kembali filosofi masyarakat tentang perlunya pendidikan dalam segala bidang," ucap Deni. 

Dia pun yakin sejumlah dosen UPI telah memahami proses produksi tayangan televise, karena pernah terlibat dalam TV Edukasi buatan Kementerian Riset dan Teknologi. Untuk menarik minat kalangan minenial menonton TV berbasis pendidikan ini, TVUPI juga akan menyiarkan tayangan-tayangan hiburan bertema kuliner dan cerita perjalanan. ***


Demikian kuliah yang disampaikan oleh Prof Deni Darmawan, dan kita harus mencobanya.

Ditulis oleh : Nani Kusmiyati






2 comments:

Jenis Penelitian Evaluasi 1

Jenis Penelitian Evaluasi Sugiono (2015) mengutip dari pendapat Kidder (1981), "there are many different types of evaluation depending ...