Saturday, June 6, 2020

BERBAGI PENGALAMAN MENERBITKAN BUKU dengan ibu Dra. Sri Sugiastuti, M. Pd.




PENGALAMAN MENERBITKAN BUKU DENGAN IBU DRA. SRI SUGIASTUTI, M. PD.
Disalin oleh Nani Kusmiyati

“BETTER LATE THAN NEVER”, adalah qoute yang disampaikan ibu Dra. Sri Sugiastui, M. Pd. Beliau adalah pemateri hari Jumat, 5 Juni 2020. Beliau memulai karier sebagai penulis pada usia hampir mendekati 50 tahun dan hal itu bukanlah menjadi halangan untuk mencapai kesuksesan. Sebuah harapan dan cita-cita yang terus dipupuk dan ditempa dengan istiqamah yang pastina akan membuahkan hasil yang manis atau membahagiakan.

Berikut isi dari kuliah beliau yang dapat saya tulis dengan mendengarkan suara merdunya yang empuk. Jika tidak percaya silakan di dengakan sendiri. Saya yakin bapak ibu tidak ada waktu untuk mendengarkan sekaligus, namun saya berusaha menyajikan transcript ini dengan senang hati agar bapak ibu dapat memetik pengalaman dari narasumber.

“Pada tahun 2007 Ibu Sri sedang kuliah S2  maka beliau harus berkenalan dengan internet, medsos, harus banyak ke perpustakaan, dan juga ke toko buku. Hingga akhirnya menemukan buku karangan Kang Ewa, yang mengatakan menulis itu gampang. Dari buku itulah ibu Sri termotivasi dan meyakini bahwa beliau harus bisa menulis.

Setelah itu pada tahun 2009, ketika mengikuti rapat di NTMP dan kebetulan beliau mengajar bahasa Inggris, ada salah satu teman yang mengajak untuk menulis buku ajar dan kebetulan saat itu penerbit Erlangga membututuhkan karya-karya yang berhubungan dengan pendidikan. Dengan percaya diri ibu Sri mengatakan siap untuk menulis. Ibu Sri mulai menulis pendalaman materi ujian nasional bahasa Inggris untuk  SMK. Proses buat buku ajar tersebut cukup lama, kurang lebih 6 bulan setelah direvisi akhirnya pada bulan Oktober 2010, buku itu terbit. Walaupun disusun oleh 2 orang penulis, tapi dari pihak Erlangga ada 1 sebagai penasehat sekaligus provider yaitu ibu Ely Sofa, jadi penyusun buku itu ada 3 orang.


Semenjak itu ibu Sri merasakan suatu keuntungan dalam bentuk kepuasan karena buku itu tingkat nasional dan dipakai untuk anak SMK khususnya kelas 3 juga menikmati royaltinya yang setiap semester itu pasti selalu mengalir di buku reckening beliau.

Alhamdulillah buku tersebut laris manis karena pada tahun 2015 ada edisi revisinya, penulisnya ditambah satu lagi dan kebetulan buku itu harus dibeli atau masuk dalam bidang pengadaan jadi hampir di seluruh Indonesia menggunakan buku tersebut.  Karena scopenya tingkat nasional maka omset penjualan juga laris manis dan berimbas juga pada penulisnya. Semenjak itu beliau dibuat tercengang atau bersyukur karena hitungannya lumayan beberapa digit hampir lebih dari uang sertifikasi dan beliau dapat memanfaatkan uang tersebut untuk belajar dan belajar lagi.

Itulah pengalaman beliau ketika menerbitkan buku untuk terbit dipenerbit Mayor dan memang penerbitnya cukup representatif, yaitu penerbit Erlangga. Karena untuk menembus ke penerbit tersebut susah dan bukan juga faktor kebetulan, namun itulah cara Allah menuntun beliau menemukan takdir bagi tulisan-tulisan yang dibuat.

Ibu Sri menjelaskan pengalamannya ketika menerbitkan buku secara Indie. Dimulai tahun 2009 beliau sudah menulis kemudian tahun 2010 akhirnya jadi buku. Namun pada saat itu beliau masih belum berani menggunakan nama asli tapi beliau menggunakan nama pena Astutiana Mujono. Nama itu terinspirasi saat beliau mengisi blog. Blog yang lumayan keren yaitu Kompasiana. Dari kata Kompas menjadi Kompasiana dan dari kata Indonesia menjadi Indonesiana, sehingga ibu Sri menambahkan namanya dari Astuti menjadi Astutiana. Pada saat itu yang ditulis adalah apa yang ada di hati dan pikiran beliau karena masih taraf penulis pemula sampai akhirnya buku itu setebal 418 halaman.

Buku itu berkisah dari ketika kedua orang tua narasumber masih remaja hingga saling bertemu sampai narasumber berusia 50 tahun.  Jadi lumayan tebal buku tersebut. 

Setelah itu ibu Sri sering ikut menulis berbagai buku Antologi baik yang diajak oleh teman-teman yang cinta literasi, ada yang dari Kompasiana, ada yang dari Emak Blogger. Juga dari komunitas-komunitas lain dengan berbagai tema. Buku Antologi yang dapat dihasilkan ibu Sri berjumlah 25 buku. Dengan ikut menulis di buku Antologi itu beliau banyak belajar berbagai macam jenis tulisan dari teman-teman kita. Akhirnya memiliki ciri penulisan sendiri.

Dalam proses belajar menulis, sekaligus menerbitkannya sendiri , itu memang gurih-gurih sedap, beliau dapat bertemu Om Jay pada tahun 2013. Pada saat itu telah menerbitkan 3 buah buku dengan buku ajar itu, buku parenting dan satu buku “Kugelar Sajadah Cinta” (kisah ketika ibu narasumber remaja hingga narasumber berusia 50 tahun dan selesai kuliah S2 juga berkisah ketika beliau dapat kemudahan untuk melaksanakan ibadah haji dan sudah dirangkum dalam satu buku Biografi mini narasumber yang menjadi buku pedoman atau pusat ide. Jika ingin menulis dapat diambil idenya dari buku tersebut kemudian dikembangkan.

Buku berikutnya, Buku Parenting secara Islami, dengan judul “Seni Mendidik Anak secara Islami yang diterbitkan semi mayor karena ketika buku itu diterbitkan beliau dengan tidak mengeluarkan uang namun diberi 100 buku untuk dijual dengan discount 40 % dan Alhamdulillah buku tersebut dapat terjual semua. Dan yang teakhir tahun 2017 ketika ditanyakan ke Penerbitnya masih ada sedikit Royalty dari penjualan buku tersebut.

Dalam proses menulis buku atau belajar, beliau termasuk orang yang sangat gethol atau suka silaturahmi atau ingin belajar, rasa ingin tahunya sangat besar. Ketika orang beramai-ramai ikut ngeblog dapat uang, ikut web dapat uang, beliau ikut belajar disitu. Sampai pada akhirnya beliau memanggil mentor untuk mengajari dengan biaya yang cukup mahal tidak seperti saat ini semua digelar dengan gratis dan pada saat itu hasilnya hanya pengalaman saja karena tidak bisa maksimal.

Dengan adanya berbagai penulisan, semakin lama semakin tertarik. Beberapa media guru mengadakan pelatihan, beliau dengan gembira mengikuti kegiatan itu juga kegiatan-kegiatan lain baik Diklat yang diadakan daring maupun luring karena selain untuk bersilaturahmi juga mengenal teman dari berbagai profesi yang sama sebagai penulis. Seperti kata pepatah jika ingin menjadi penulis harus bergaul dengan penulis. Jika ingin harum baunya maka harus dekat-dekat penjual parfum jika bertemannya dengan pandai besi maka aromanya aroma besi.

Dengan berjalannya waktu beliau naik kelas, sering diajak untuk mengisi, untuk berbagi atau kadang juga ikut acara bedah buku. Ada salah satu buku walau dicetak indie sudah tercetetak 1000 eksemplar, judul “The Story of Wonder Women” . Buku itu lebih kepada kisah motivasi  yaitu bagaimana para perempuan tangguh berusaha untuk menggapai Rodho Allah. Buku itu ditulis cukup lama, sekitar 8 bulan karena cerita diambil dari true story namun bentuk lebih ke fiksi (fakta tapi fiksi). Karena nama tokok-tokohnya sudah diganti dengan nama samaran.  Tujuannya dengan menulis perempuan tangguh tersebut dapat memotivasi perempuan-perempuan lain agar tetap semangat, tidak putus asa dan selalu bersabar, bersyukur serta ikhlas ketika menghadapi cobaan.

Buku yang masuk nominasi pada tahun 2018, “ Gerakan Guru Menulis Buku” yang diadakan oleh Komunitas besar tingkat Nasional, ada donasi dengan penggerak anak-anak muda. Judul buku yang masuk, “Perempuan Terpungkas”, sebuah novel berkisah tentang perempuan yang hidup di era tahun 70 an, dengan setting di Kota Solo, bagaimana kehidupan yang pelik. Tokohnya dari anak yang disia-siakan oleh ibu bapaknya dan harus berjuang menapaki kehidupannya sampai menemukan kisah cinta sejatinya, happy ending. Kejayaan Antorium, bagaimana proses kehidupan yang sangat pilu hingga menjadi perempuan yang sangat sukses dan dapat mengatasi segala masalahnya dengan baik.

Buku yang masuk nominasi berikutnya, buku Parenting dengan judul ,” Merawat Harapan.” Ketika kita diberi amanah diberi anak, bagaimana membuat anak tersebut bermental juara. Dijelaskan dalam buku tersebut kisinya, cara mengajarnya, juga bagaimana memperlakukan tahapan anak-anak dari usia dini hingga usia menginjak dewasa. Namun walau masuk 10 besar nominasi, karena pemenangnya hanya satu, narasumber tidak mendapatkan apa-apa kecuali mendapatkan teman, piagam. Dan buku itu dapat menjadi jejak atau bukti bahwa pernah menulis dan pernah hidup, ada yang dapat diukir, sejarah atau pemikiran-pemikiran yang disusun dan berguna untuk orang lain.

“Wow Engish is So Easy Kids,” adalah buku yang luar biasa yang didekasikan bagi mereka yang ingin belajar dari awal atau bagi pemula, anak SD, bapak ibu atau pemerhati pendidikan, guru les. Buku tersebut cukup tebal sekitar 428 halaman, 70 unit secara terinci. Dan buku tersebut sebenarnya bisa di break down lagi dan sudah diajukan ke penerbit Andi namun masih dalam proses. Dan kemungkinan buku tersebut masih  bisa di breakdown lagi dan direvisi sehingga lebih bisa bermanfaat atau dibuat buku lebih banyak lagi karena buku itu dibuat sangat ditail dari mulai percakapan, kalimat rancu, sampai dengan latihan soal dengan cntoh-contohnya. Jadi sangat lengkap dan membutuhkan waktu 1 tahun. Karena buku indie maka buku dapat dicetak berdasarkan pesanan dengan harga perbuku 75 ribu.

Berikutnya adalah buku yang terinspirasi dari kejahatan seperti yang terdapat pada FB, medsos untuk menipu, karena ingin mengetahui kedok mereka, narasumber berteman dengan mba Fenti, kompasianer yang tinggal di Australia, pengamat khusus orang-orang yang menjadi korban seperti itu. Akhirnya dapat dibuat novel dengan judul,”Tipuan Asmara” awas bahaya dari gammers. Bertujuan agar pengguna medsos tidak terjebak atau tertipu, seperti bule yang mengaku duda kaya yang kesepian butuh seorang istri, atau juga ada janda yang bingung dengan kekayaannya, yang coba-coba mencari mangsa yang dapat ditipu. Dan markasnya biasanya ada di Malaysia. Yang akhirnnya akan meminta korban untuk membawa narkoba, jika hingga ke lebih intim akan menggunakan foto-foto kita untuk memeras atau meminta uang. Korban seperti itu sangat banyak sekali. Novel ini lebih banyak dialognya.

Narasumber juga membahas tentang berbagai macam buku Antologi. Narasumber masih mengikuti berbagai group untuk mendapatkan asupan gizi berupa tulisan dari orang-orang hebat yang bergerak di literasi, Komunitas Sahabat Pena Kita, Pegiat Literasi Nusantara, Asosiasi Guru Menulis, Ibu-Ibu Doyan Menulis, di HP ada 20 hingga 25 group. Dari komunitas tersebut, dalam hitungan 2 atau 3 bulan pasti bisa menerbitkan buku Antologi.

Yang baru masuk proses penerbitan, dan Omjay sebagai endorsementnya, kata pengantar, dalam waktu 3 bulan ini narasumber menulis di blog dan terkumpul sekitar 37 sub judul. Insya Allah dibulan Juli awal sudah jadi buku. Untuk Judul, tokoh bu Kangjenglah yang berkisah bagaimana menggunakan kaca mata 5 dimensinya untuk melihat, merasakan, dan berfikir positif tentang kejadian-kejadian yang dialami oleh semua orang ketika dunia melawan Corona.

Demikian pelajaran yang disampaikan oleh narasumber. Dengan pengalaman-pengalamannya yang dapat mengispirasi kita untuk menulis.

SESI TANYA JAWAB

P - Lilis Erna Yulianti, SMPN 1 Kertajati Majalengka, Gelombang 12: Sangat menarik sekali pengalaman ibu berproses menjadi seorang penulis di saat usia makin jelita (jelang 50 thn maksudnya). Saya ingin bertanya kesulitan terbesar ibu selama menulis itu apa?
J - Awalnya ada di waktu juga kadang tidak konsisten. Semua itu bisa dilawan saat kita mengubah mindset kita. Jadikan menulis sebagai kebutuhan bukan kewajiban

P - Saya tergugah mendengar pemaparan Ibu. Perjalanan ibu dari awal menulis sampai menjadi penulis handal. Seperti yang Ibu katakan tadi ada buku fiksi, fakta, antologi. Maaf bu saya belum paham sekali. Mohon penjelasan Ibu tentang fiksi, antologi.
J - Fakta bisa berupa true story kisah nyata. Fiksi bukan fakta tetapi hasil karangan. Antologi kumpulan beberapa tulisan dgn satu tema yang ditulis keroyokan.

P - Perkenalkan saya Ibu Aning S dari Pati. Salut.  Bu Sri luar biasa.
1.    Kemampuan seseorang pasti berbeda ada yang memiliki kemampuan membuat buku ajar, buku fiksi, atau nonfiksi... namun jika seseorang itu hanya mampu membuat pantun atau puisi...bagaimana caranya agar buku itu bisa dilirik pembaca dan akhirnya mau menikmati alias mau membeli?
2.    Bagaimana caranya agar bisa berkonsentrasi untuk menulis?

J - Jangan khawatir pantun atau puisi bisa jadi satu buku asal mencapai 60 halaman, masuk dalam buku karya inovatif. Ubah mindset bergaul dengan   pegiat literasi.  Ikuti saran Omjay menulislah tiap hari. Untuk waktunya ibu yang lebih paham kapan waktu yang nyaman untuk menulis.

P- Saya Sangidah dari Wonosobo Jateng.

1. Apa yang harus dilakukan pertama kali ingin menulis buku?
2. Butuh berapa lama Ibu menulis buku yang  pertama sampai diterbitkan?
3. Apakah ada trik-trik jitu supaya ide yang kita tuangkan bisa diterima oleh masyarakat umum?

J - Pertama punya ide. Lalu buat outlinenya, apa saja yang mau ditulis biar  terpola tidak ngelantur ke mana-mana. Tergantung jenis buku. Kalau buku nonfiksi lebih cepat karena ada referensi dan kadang ada deadline harus cepat. Kalau fiksi juga tergantung bisa cepat bisa lama. Yang penting punya komitmen dati hati dan punya target kapan selesai. Tentukan dulu apa yang mau ditulis dan tulislah apa yang disukai dan kuasai.

P - Siti Nurlatifah. Asal: Subang. Pertanyaan: Tadi dikatakan oleh Ibu Astuti, bahwa beliau pernah nulis di blog kompasiana. Maaf yang saya tanyakan, bagaimanakah cara memvalidasi akun blog kita di kompasina. Soalnya saya pernah nulis 3 kali di kompasiana, walau bisa terpublikasikan, tapi keteranganya "segera validasi akun anda" ketika saya mencoba memvalidasi dengan mengupload KTP, ternyata gagal terus bu. Mohon bantuan penjelasannya cara memvalidasi akun blog kita di kompasiana.

J - Maaf saya aktif di kompasiana zaman kejayaam 2009-2015. Setelah itu saya aktif di Guraru. Kemarin di kompasiana ada istilah terverifikasi dengan kirim foto KTP, tapi kalau istilah valid mungkin Omjay bisa terangkan. Aturan baru kompasiana  saya kurang paham. Saya pun kadang bisa masuk kadang ribet. Lebih nyaman nulis di blog.

P - Saya siti Nurbaya Az, SE Karimun, Kepri. Bu, untuk menerbitkan buku antologi haruskah punya buku tunggal dulu.

J - Justru biasanya beberapa penulis pemula besama sama menulis artikel dengan satu tema lalu dibukukan.

P- Bagaimana mengatasi semangat menulis yang kadang naik kadang turun, paling tidak agar tetap stabil. Saya lebih kepada penulisan semi ilmiah dan sejarah.  Suryan (Bangka Barat.

J - Itu manusia  sekali. Semangat kendor kencang. Kita harus punya target yang cukup tinggi  jadi saat ada di tengah artinya sudah ada yang diraihnya.

P - Saya bu Titin dari SDIT Annaba Subang. Masya Alloh luar biasa pengalaman ibu dalam menulis hingga mrnjadi sebuah buku,  bagaimana tips agar buku kita bisa di lirik oleh penerbit sehingga dapat menghasilkan royalti?

J - Itu pertanyaan hebat. Salah satu caranya ibu sudah benar ada di group ini dan terus belajar. Nanti Omjay ajak ibu berkenalan dengan penerbit  mayor Andi. Ibu siapkan naskah yang sedang dibutuhkan orang banyak.

P - Apakah ada trik khusus untuk promosi agar buku karya kita bisa dikenal/ disukai orang? (Katmie-Palangka Raya)

J - Kita harus punya komunitas, punya cara dengan bedah buku, promo lewat online dan offline. Bedah, atau peluncuran buku.

P - Saya Santi dari Jayapura. Mau bertanya

1. Buku tebal 418 hal, yang ceritanya mulai dari kisah orang tua hingga ibu berusia 50 tahun apakah terdiri dari episode2 atau judul judul dg kisah tertentu?

2. Apakah buku tersebut berasal dari tulisan di blog?

3. Apakah tulisan Diary juga bisa dijadikan Buku?

J - Biasanya Diary itu isinya kan curhatan baik senang maupun sedih, walau banyak sedihnya.

Ya beberapa subjudul yang runtut tetapi dibuat tidak runtut juga bisa saya masih bercerita tentang tokoh yang sama. Belum sempat saya tulis di blog. Kalau yg novel pernah beberapa subjudul  diunggah di blog. Sangat bisa. Buku Catatan Bu Kanjeng itu dari diary yg ditulis di blog.

P - Saya Eka Lisdianty dari SMAN 1 Kawali Ciamis. Menyimak pengalaman Bu Sri yang hebat sangat menarik sekali. Izin bertanya terkait pembahasan tentang buku ajar.

1. Yang dimaksud buku ajar itu seperti apa?
2. Dalam penyusunan buku ajar apa saja yang harus diperhatikan atau dijadikan acuan?
3. Adakah langkah khusus dalam penyusunan buku ajar?

J - Buku ajar, buku yg digunakan untuk  memgajar. Bisa pegangan guru  maupun siswa. Sesuai dengan kurikulum dan sylabus lengkap materi  dan soal. Langkahnya miliki rasa ingin tau dan punya banyak referensi.

P - Saya Mufidah dr SMAN 11 Surabaya, saya sebenarnya suka menulis cerpen, tapi saya kurang PD untuk mempublikasikan. Bagaimana cara membuat PD akan hasil karya sendiri.

J - Ibu masuk di group yg punya visi misi yg sama. Yg tiap hari menulis. Atau ditulis di blog  dishare ke teman-teman.

P - Assalamulaikum bu Sri. Salam kenal sebelumnya. Termotivasi sekali di usia 50thn baru Kuliah S2, melek internet, medsos, dan perpus, sampai bisa menciptakan beberapa buku best seller. Sedangkan saya yang masih 32 tahun, baru memulai membuat blog di grup menulis WAG ini merasa sangat kesulitan awalnya. Tapi dengar materi dari suara ibu, saya yakin tidak ada yang sulit selagi mau berusaha tuk menjadi penulis handal.

1.     Bagaimana langkah-langkah menulis buku yang baik?

2.    Bagaimana trik-trik menulis buku yg menarik? apakah menggunakan kerangka/ garis2 besar topik dahulu?

3.    Bagaimana cara buku kita sampai ke penerbit? AAM NURHASANAH, LEBAK-BANTEN

J - Ada di tips menulis yg saya unggah barusan ya. TIPS MENULIS BUKU

P - Terimakasih ibu Sri dari pengalaman ibu tadi yang ingin saya tanyakan...saat menulis di Kompasiana dan menggunakan nama pena astutiana itu apakah tulisan ibu sebagai penulis pemula langsung diterima atau mengalami penolakan terlebih dulu Bu? Saya Rachmi H, dari Banyuwangi...maturnuwun.

J - Langsung  terunggah, ibu bisa coba tetapi penulis di Kompasiana itu banyak, jadi kerap tertindih kecuali yang trending topik.

P - Dari Safitri- Purbalingga. Di usia di atas 50 tahun ternyata ibu bisa menghasilkan karya-karya. Bagaimana kiat ibu bisa menjadi produktif menulis buku? Bagaimana mengatur waktu antara bekerja mengurusi rumah dan tekun menulis?
J - Waalaikumsalam wr wb. Menulis bisa  dimana saja dan kpn saja apabila sdn banyak aplikasi yang mendukung. Menulis tidak breg. Langsung jadi, tetapi berporoses nikmati sampai hasilnya membahagiakan.

P - Assalamualaikum bu. Saya suka mencoba-coba resep masakan, kadang saya menulis resep masakan saya hubungkan dengan pendidikan berkarakter. Apakah jika terkumpul layak dijadikan buku. Seperti dalam blog saya "enaknya kue nastarku bisa menjadi kebiasaan berkarakter" mohon pencerahannya.

P - Assalamualaikum bu. Apa syarat jika ingin mencetak buku sendiri; Bagaimana sebaiknya jika ingin mencetak buku sendiri? Berapa banyak buku harus dicetak pertama kali bu?

J - Ada beberapa paket terbit tergantung kebutuhan. Ada yg paket 5 buku ,10 buku dll. Lebih  detail kalau sudah punya naskah  bisa konsul ke nomer WA saya ya.

P - Yulius Roma-Tana Toraja. Luar biasa bu... Buku SPM yang ibu buat mapel apa? Berapa lama ibu menyusunnya?

J - 6 bulan.


Gurihnya royalti dari buku


P- Assalamualaikum. Fatlun Thaib. Asal Gorontalo. Materi malam ini sangat luar biasa.  Saya ingin bertanya beberapa hal :

1. Apa motivasi terbesar ibu saat mulai menulis?
2. Bagaimana membuang perasaan tidak percaya diri dalam menerbitkan buku.
3. Saya memiliki beberapa tulisan dalam bentuk cerpen, apa bisa di terbitkan dalam bentuk antologi cerpen solo.

J- Waalaikumsalam wr wb.

1. Jujur awalnya menulis saya gunakan untuk terapi berdamai dengan hati.

2. Saat ini kita harus punya keyakinan bahwa buku adalah warisan buah pikiran sekaligus jejak bahwa kita pernah hidup.

3. Bisa saya bisa bantu dan kawal sampai buku itu terbit lanjut japri ya nanti  kalau serius.

P - Assalamualaikum, saya ENDANG RIMA WIDYANINGSIH guru SD TERPENCIL BUKIT INDAH SINGURA Provinsi Sulawesi Tengah ingin bertanya/mohon saran: saya tertarik menulis buku cerita untuk anak SD karena kondisi ditempat mengajar anak-anak belum lancar membaca.

J - Waalaikumsalam. Wr wb . Ibu bisa membuatnya. Tetapi kalau bergambar lebih mahal karena Ada gambar.

P - Ibu mengawali dengan membuat buku pelajaran dengan waktu bisa diterbitkan 6 bulan. Saya ingin membuat buku pelajaran seperti ibu, pengalaman ibu membuat buku pelajaran itu bagaimana cara agar bisa diterbitkan dan apa saja yang perlu diperhatikan agar diterima oleh penerbit dengan persaratan apa saja khususnya buku pelajaran. Bagian-bagian apa saja yang harus dimasukan dalam melengkapi buku pelajaran agar memenuhi syarat. Bagaimana menyusun kalimat yang menarik bagi buku pelajaran. Dari donieks snaradhana.

J - Biasanya  ada tim penilai sebelum diacc untuk  di terbitkan.Kita mengikuti arahan yang diminta editor. Karena editor memegang peran penting untuk mengeksekusi tulisan kita. Bagaimana syaratnya supaya menarik? Yang jelas bahasa harus baku, dan penyampaiannya runtut, bahasanya mudah dipahami.

Kesimpulan: Izinkan saya menyimpulkan apa yang sudah  saya sampaikan. Menulis itu keterampilan, bukan bakat. Jadi latihlah, tulislah berbagai ide yang berserak di sekitar  bapak ibu. Jadikan menulis dan membaca sebagai gaya hidup: Tentu saja membaca yang selektif dengan kacamata yang utuh. Istikamahlah dalam menulis. Biarkan tulisan itu menemui takdirnya. Jangan risaukan, tetaplah menulis dan belajar meng-upgrade diri agar naik kelas. Oya satu lagi. Menulislah apa  yang disukai dan kuasai.

Untuk lebih mengenal ibu  Dra. Sri Sugiastui, M. Pd. silakan membaca CV beliau.

ibu  Dra. Sri Sugiastui, M. Pd. lahir pada tanggal 8 April 1961. Merasa terlambat belajar menulis. Ia menghabiskan masa kecilnya di Jakarta sejak usia 1 tahun hingga lulus SMA tahun 1980. Kuliah di UNS setelah lulus mengajar di Jakarta hingga ahun 1990. Cinta dan tanggungjawabnya pada keluarga membawanya  hijrah ke Solo sejak tahun 1990 hingga saat ini. 

Karir menulisnya dimulai ketika usianya jelang setengah abad. Dimana Ia kuliah S2 jurusan Pengkajian Bahasa Inggris yang linier dengan jurusan yang diambilnya di S1.UNS. Tahun 2010 jadi tahun keberuntungannya ketika 2 bukunya bisa terbit, Buku “SPM Ujian Nasional Bahasa Inggris untuk SMK” penerbit Erlangga, dan buku antologi “ Diary Ketika Buah Hati Sakit”. Naskahnya sebagai pemenang ke 3.  Buku kroyokan lainnya bersama Kompasianer tahun 2014 “25 Kompasianers Merawat Indonesia” dalam rangka hari Kartini. Satu lagi berjudul “ Indonesia Satu “ penerbitnya Indie Peniti Media. Beberapa buku antologi Muara Kasih Ibu, Move on, Go to 2020, dan Move on. 

Tahun 2013 terbit 3 bukunya. 1 buku Parenting berjudul “Seni Mendidik Anak Sesuai Tuntunan Islami” penerbit Mitra widyawacana Jakarta. Novel Hidayah “ Kugelar Sajadah Cinta” penerbit Indie Bentang Pustaka Sidoarjo dan “Deburan Ombak Waktu” penerbit Indie Goresan Pena  Cirebon. Tahun 2015 Buku “SPM Ujian Nasional Bahasa Inggris untuk SMK edisi baru, penerbit Erlangga. Tahun 2016 buku “ The Stories Cakes For Beloved Moms’ penerbit Indie Oksana dan tahun 2017 buku “ The Stories of wonder Women’ Penerbit Mediaguru. Tipuan Asmara (Novel), Wow Engish is So Easy Kids, Perempuan Terbungkas, (Novel) Catatan Religi Bu Kanjeng(Motivasi), Merawat Harapan (Parenting), The Power of Mother’s Prayer (Parenting) Masuk Surga Karena Anak (Parenting).

Kesehariannya ia mengajar, pegiat Literasi, pengurus TPQ di masjid Al Fath, Blogger, Komunitas berbagai kepenulisan baik online maupun offline, salah satunya aktif di blog Gurusiana dan Komunitas sejuta guru ngeblog. Pegiat Literasi Nusantara  dan Duta Bunda Baca Soloraya.

Penulis memiliki 4 orang anak dan suami siaga yang selalu mendukung segala kiprah istrinya yang positif. Penulis bisa dihubungi di astutianamudjono@gmail.com, www.srisugiastutipln.com Akun FB Astutiana. M,@Astutiana.M. IG. Astutianamudjono. Atau WA 089692593804.



11 comments:

Jenis Penelitian Evaluasi 1

Jenis Penelitian Evaluasi Sugiono (2015) mengutip dari pendapat Kidder (1981), "there are many different types of evaluation depending ...