Wednesday, May 6, 2020

Terbitkan bukumu Catatkan Sejarah dengan ibu Farrah Dina

Terbitkan bukumu Catatkan Sejarah dengan ibu Farrah Dina 
By Nani Kusmiyati.
Kuliah siang pada tanggal 6 Mei 2020 dibuka oleh Om Jay, blogger ternama yang tidak henti-hentinya menyemangati untuk membuat sebuah buku. Narasumber yang sangat expert dibidang penulisan dan penerbitan dihadirkan disini. Dan pada siang ini Om Jay menghadirkan narasumber yang memiliki background pendidikan di luar negeri dan di dalam negeri. Tokyo Gakugei University, Tokyo, Jepang tempat ibu farrah Dina belajar tentang Teori Teacher Training Program Jurusan Curruculum (2014), State Univeristy of New York, College at Buffalo tempat narasumber mengambil master of Science in Multidisciplinary Studies (2007)  dan Sarjana jurusan Gizi Masyarakat danSumberdaya keluarga di Institut Pertanian Bogor. Narasumber adalah pendiri Tangga Edu dan telah menulis 20 judul buku tentang pendidikan untuk guru dan orang tua serta buku-buku bergambar untuk anak. 
Kemudian narasumber membagikan link dengan mengambil tema "Terbitkan Bukumu,Catatkan Sejarah." 

https://www.youtube.com/watch?v=_7_bUDRAnhY&feature=youtu.be

Isi dari Youtube menjelaskan bahwa sebenarnya membaca buku itu sama dengan berbicara dengan orang-orang bijak dimasa lalu dan setiap manusia tentu ingin dikenang dalam sejarah. Sehingga yang dapat kita tinggalkan sebagai sejarah adalah buku itu sendiri.
tentang "Terbitkan Bukumu,Catatkan Sejarah."  Membuat buku dan menerbitkan buku dapat dilakukan siapa saja. Mem

Membuat buku dan menerbitkan buku dapat dilakukan siapa saja. Membuat buku hingga menerbitkan adalah sebuah karya. Mengekspresikan apa yang ada dipikiran kita, perasaan  kita dalam sebuah tulisan hingga menjadi buku dan diterbitkan akan abadi sepanjang masa. Jika buku-buku hasil tulisan kita dapat diterbitkan oleh penerbit-penerbit besar maka hal ini adalah hasil dari karya yang baik dan berkualitas. Saat ini untuk menerbitkan buku tidaklah terlalu sulit, namun yang terpenting bagi penulis buku adalah hadirnya pembaca. Pembaca tidak selalu membaca dalam bentuk buku namun dapat membaca melalui media sosial seperti buku digital, majalah atau surat kabar. 

Buku akan mudah diterbitkan jika buku itu dapat menjawab masalah yang ada pada saat kini, dan dibutuhkan oleh pembacanya. Faktor utama adalah bagaimana kita membuat karya lalu mengasahnya menjadi sebuah intan berlian yang yang bermanfaat bagi masyarakat sehingga diterbitkannya buku itu.

Ibu Farrah Dina, seorang penulis buku-buku pendidikan, yang kemudian menemukan passionnya sebagai penulis buku anak. Dalam kuliahnya narasumber memperkenalkan metode 4R di dalam menulis, yaitu Renjana, Rutin, Review dan Ruang bagi pembaca.

Metode yang pertama adalah Renjana. Renjana dapat berarti passion yaitu sesuatu yang sangat menarik yang jika kita melakukannya kita akan merasa senang dan nyaman serta mudah untuk melakukannya. Jika kita menyukai novel makan tulisan kita akan cenderung ke fiksi dan jika lebih suka penelitian maka akan cenderung ke non fiksi. 

Cara termudah agar kita termotivasi untuk terus menulis adalah bagaimana kita merasa sukses untuk melakukan sesuatu. Kegagalan di dalam menulis itu wajar. Namun, jika tidak pernah menghasilkan tulisan maka hal itu adalah sebuah masalah. Menulislah yang mudah bagi kita. Misalnya, jika kita menyenangi buku anak, maka renjana kita adalah menulis tentang anak. Ide-ide sederhana yang kita tuangkan dalam tulisan akan berdampak besar bagi masyarakat. 

Metode yang kedua adalah Rutin. Rutin membaca dan menulis adalah kunci kesuksesan di dalam menulis. Ketika kita banyak membaca maka akan timbul keinginan untuk membuat tulisan lain dan akan menulis rutin. Kita perlu menyiapkan waktu dan tempat khusus untuk menulis. Menulis dapat kita lakukan dimana saja, kapan saja dan tentang berbagai hal. Ketika kita melihat sesuatu yang menarik maka hal itu dapat menjadi sumber ide untuk menulis. Kita dapat menuliskannya pada buku catatan, Hp, atau merekam dengan alat rekorder. Kumpulkan bahan-bahan cerita dan jangan ditunda agar kita mendapatkan emosi dari tulisan kita.  

Narasumber juga mengatakan bahwa " Orang yang memendam akan kalah dengan orang yang mengungkapkan, dan orang yang menunggu akan kalah dengan orang yang melakukan. Jadi segera ungkapkan dan lakukan dalam tulisan dan jangan menunggu dan jadikan kegiatan menulis sebagai rutinitas.

Metode yang ketiga adalah Review.  Review adalah proses terpanjang di dalam penulisan. Setelah kita memiliki kumpulan tulisan, maka lakukanlah untuk mereview secara berulang-ulang. Pada saat membuat draft tulisan tulislah semua yang akan ditulis dan tidak perlu di edit, biarkan saja mengalir. Ketika pada tahap mereview baru kita perhatikan siapa tokohnya, alur logikanya dan lain-lainya. 

Tujuan mereview untuk mengetahui pasar kita, siapakah audience kita, apa yang dibutuhkan dan apa yang akan kita tulis. Hasil penelitian dapat dibukukan menjadi tulisan populer. 

Metode yang keempat yaitu Ruang bagi Pembaca. Review yang terpenting bukan saja hasil dari review kita namun review dari pembaca yang kita tuju. Jika buku tentang hal-hal yang berhubungan dengan guru maka target pembacanya adalah guru. Demikian juga jika buku ditujukan untuk orang tua, maka target pembacanya juga orang tua. Ruang bagi pembaca ditujukan untuk mendapatkan respon positif dari pembaca. Jika respon yang kita dapatkan adalah respon negatif maka kita perlu memperbaiki bagian-bagian yang kurang dari tulisan kita tanpa menghilangkan jati diri kita sebagai penulis. Dan perlu diperhatikan pola pikir dan daya tangkap pembaca adalah berbeda-beda dan mungkin beda dengan pemahaman penulis. Dan karena kehadiran pembaca sangat penting, maka penulis perlu share ke media sosial dan meminta orang-orang terdekat dengan kita untuk membacanya. Dan kita akan senang jika ada yang membaca tulisan kita. 

Demikian kuliah yang disampaikan oleh narasumber, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang sudah dirangkum.

Banyak buku-buku yang sekarang best seller adalah buku-buku ilmiah yang cara penyajiannya dalam bentuk buku populer yaitu tidak penuh dengan data-data yang memusingkan dan sebaiknya banyak membaca contoh buku-buku populer yang berdasarkan pendekatan ilmiah. Pada pembahasan buku-buku ilmiah yang menjadi buku populer tidak membahas teorinya namun membahas "Permasalahannya" kemudian jawabannya dan didukung sedikit teori-teori, ada unsur emosi yang kuat yang dibangun sehingga ada konektivitas dengan pembaca. Beberapa contoh buku ilmiah dibuat populer (buku-buku terjemahan) seperti Good to Great (penelitian dari 500 perusahaan sukses dunia, The Miracle of Endorphin (pendekatan psikologis untuk metode pengobatan), The Leader in Me (praktik-praktik di sekolah yang menerapkan 7 Habit).

Untuk menampilkan "voice" pada buku populer atau membangun emosi, dengan cara memasukkan isi wawancara, atau data-data non formal yang lebih hidup. 

Untuk mengetahui dan menentukan passion  kita dengan mudah dan paling ampuh adalah dengan terus menulis, nanti akan terlihat kecenderungan kita untuk menulis apa. Bahkan, dengan mengumpulkan bank tokoh, situasi, pengalaman ke dalam bentuk rekaman atau tulisan pun kita akan dapat mengetahui renjana kita. Kita bisa lihat dari bank yang sudah kita kupulkan, apa yang menarik dan mendorong kita untuk mengungkapkannya, dan itulah renjana kita. Cara lain paling mudah mengetahuinya adalah dengan melihat tulisan mana yang paling cepat diselesaikan dengan mudah.

Pada penulisan buku anak boleh sekali dimasukkan imajinasi karena imajinasi itu kekuatan dari buku anak. Seperti binatang berbicara, anak pergi ke ruang angkasa, berteman dengan robot, itu adalah imajinasi. Yang tidak boleh adalah takhayul dan imajinasi yang mengandung kekekerasan. Narasumber secara pribadi keberatan dengan buku yang membahas tentang Anak Durhaka Menjadi Batu, Siasat Membuh Raksasa seperti dalam legenda Asal Usul Danau Batur, dll. Sikap jahat akan ada akibatnya, dan bisa dalam bentuk imajinasi tapi sebisa mungkin berkaitan dengan perbuatannya dan tidak berlebihan.

Narasumber menemukan renjana nya pada saat sekolah di Amerika dan Jepang yang topik pembahasan dalam belajar serius tentang buku anak. Hal ini juga berawal dari kebutuhan narasumber saat berada di Jepang dan pada saat itu anak beliau masih TK dan akan kembali ke Indonesia masuk SD. Sehingga harus mengajarkan untuk membaca. Narasumber merasa tidak puas dengan buku-buku yang dikirimkan dari Indonesia. Akhirnya narasumber menulis buku sendiri dan ternyata itu menyenangkan bagi narasumber karena merasa dapat memberi solusi pada permasalaahan yang ada. 

Selanjutnya melakukan penelitian di bidang membaca usia SD, dan salah satu hal yang dibutuhkan adalah buku anak berkualitas. Di pasar, buku anak berkualitas itu biasanya harganya mahal. Ini yang menjadi motivasi terbesar dan menjadi passion untuk menciptakan buku-buku berkualitas dengan harga terjangkau. Walaupun tetap memaksakan diri untuk terus menulis genre lain. 

Karena rutin menulis buku anak dan pendidikan, narasumber agak meninggalkan bentuk tulisan ilmiah. Akhirnya "memaksa" diri untuk mengirimkan rencana penelitian untuk mendapat beasiswa. Dan akahirnya diterima di Universitas di Jepang.

Cara memanage 4 R agar menjadikan sebuah kesatuan yang utuh dalam menulis kunci utamanya dengan melakukan maka kemudian akan menemukan polanya sendiri. Menulis yang mudah dan yang diminati kemudian buatlah sebagai kebiasaan atau habbit. Ketika hendak dipublikasikan maka perlu dilakukan review berulang-ulang. Jangan lakukan review saat menulis di awal, karena nanti tidak akan jadi karya kita karena hanya berkutat dengan hal tersebut padahal masih banyak hal yang harus diselesaikan.

Narasumber menyarankan menulislah sesuatu yang mudah terlebih dahulu yang sesuai dengan renjana kita, yang kita senang saat menuliskannya. Hal ini berguna untuk memberi reward terhadap diri sendiri. Dengan terselesaikan naskah yang kita sukai maka hal itu akan menjadi penyemangat kita untuk terus menulis. Jika di awal sudah tidak termotivasi, maka akan akan menghambat karya kita. Menulislah sesuatu yang benar-benar ingin disampaikan ke orang lain sesuai  hati dan pikiran kita.

Selanjutnya, kita dapat menyesuaikan diri dan dapat menulis dengan genre apapun, tentu dengan latihan dan pembiasaan. Bahkan kita diharapkan dapat menulis sesuai dengan kebutuhan pembaca.  Hal Ini yang nantinya perlu dikuasai setelah kita menguasai sedikit hal yang menjadi kekuatan utama kita.

Narasumber menjelaskan apa yang dimaksud dengan renjana. Renjana adalah passion, ketertarikan seseorang pada satu hal sehingga akan mengerahkan energinya untuk hal tersebut dengan senang hati. Menulis sesuatu yang sesuai dengan renjana akan menjadi kekuatan di awal. Manusia memerlukan reward langsung. Saat menulis sesuatu yang sesuai dengan minat seseorang, maka orang tersebut akan menikmatinya dan hasilnya pun akan cepat terwujud. Hasil tulisan ini menjadi reward sendiri sehingga orang tersebut akan terus termotivasi untuk menulis. Setelah itu, barulah berkreasi dengan berbagai genre agar menguasai  menulis berbagai hal.

Narasumber menjelaskan bahwa tanggapan negatif memang tidak mudah. Jangan sampai Hal itu medemotivasi dan menghilangkan jati diri kita. Saat kita mendengar tanggapan pembaca, yang perlu diketahui sebenarnya adalah pemahaman pembaca terhadap hasil tulisan kita apakah sesuai dengan apa yang ingin kita sampaikan. Jika berbeda perlu diketahui dari sisi mana karena antara pembaca dan penulis memiliki ruang imajinasi yang berbeda. Kemudian yang perlu diperhatikan adalah "keseluruhan" atau "detail" yang tidak disuka pembaca. Jika ketidaksukaan pembaca karena selera yang berbeda, maka bisa dijadikan pelajaran bahwa pembaca dengan persona tersebut bukanlah target pembaca kita.

Jika tidak sukanya karena "persepsi" atau "terjemahan" yang berbeda dari yang sebenanrnya ingin kita sampaikan, maka mungkin ada penulisan yang perlu diperbaik.

Demikian rangkuman sesi tanya jawab yang sebetulnya sudah terdapat pada pelajaran yang terdapat pada youtube narasumber.

Selamat membaca sebagai pelengkap khasanah ide-ide yang sedikit berbeda.






7 comments:

  1. Luar biasa ibu.. Tulisannya mkin.. Top..

    ReplyDelete
  2. Great, bu Nani! Keep making the best!

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Keren ok tulisannya...Silahkan sy tunggu kunjungan baliknya di www.sarastiana.com

    ReplyDelete
  5. Terima kasih semuanya yg sudah koment, semoga selalu diberikan kesehatan, rejeki yg melimpah dan umur panjang yg berkah, Amiin

    ReplyDelete

Jenis Penelitian Evaluasi 1

Jenis Penelitian Evaluasi Sugiono (2015) mengutip dari pendapat Kidder (1981), "there are many different types of evaluation depending ...