Saturday, May 23, 2020

Proses Menerbitkan Buku Ajar dengan bapak Joko Irawan Mumpuni

By Nani Kusmiyati


Assalamualaikum, Apa kabar bapak ibu peserta Belajar Menulis ke 8 yang keren dan selalu bersemangat untuk menulis. Pada kesempatan ini saya ingin menyampakan materi pelajaran yang telah disampaikan oleh Bapak Joko Irawan Mumpuni pada hari Jumat tanggal 8 Mei 2020 , pukul 13.00-15.00.

Sebelum pelajaran dimulai, Om Jay, guru Blogger kita membuka dan memberikan link berikut : Web www.andipublisher.com

Narasumber, adalah Direktur Penerbitan,  Penerbit Andi, Ketua I, IKAPI DIY, Penulis buku bersertifikat BNSP, dan Asesor BNSP. Jika berkorespondes dengan beliau dapat melalui WA/ Call : 08122739971, Email jmumpuni@gmail.com, FB jokomumpuni@gmail.com, dan Twitter @jokomumpuni. 


Selanjutnya pelajaran dimulai oleh narasumber dengan menampilkan slide pertama dan mengingatkan kepada para peserta Belajar menulis ke-8 untuk memiliki motivasi untuk menjadi penulis sampai jadi yaitu di level paling atas "Yes, I did it! 

Jika kita melihat gambaran dibawah ini, kira-kira sampai dimanakah level kita untuk menulis?
Level dari yang terbawah :
1. I won't do it. (saya tidak akan menulis)
2. I can't do it (saya tidak bisa menulis)
3. I want to do it (saya ingin menulis)
4. How do I do it? (Bagaimana saya melakukan untuk menulis?)
5. I'll try to do it. (saya akan mencoba untuk menulis)
6. I can do it (saya bisa menulis)
7. I will do it (saya akan menulis)
8. Yes, I did it! (ya, saya berhasil menulis) 

 
Terdapat 4 pelaku dalam ekosistem Penerbitan yaitu penulis, penerbit, penyalur dan pembaca yang dapat dilihat di slide berikut.



Langkah proses naskah menjadi buku, sebagai berikut:


Penulis memiliki naskah yang sudah jadi kemudian diberikan kepada penerbit untuk dinilai dan diputuskan apakah layak terbit atau tidak. Dan jika naskah tersebut dianggap memenuhi syarat penerbit atau diterima oleh penerbit, maka penulis akan diberi tahu bahwa naskah tersebut akan diterbitkan dengan cara memberikan surat pemberitahuan sekaligus meminta soft copy dari naskah tersebut. Kemudian penulis menandatangani surat perjanjian.  Proses naskah menjadi buku dapat dilihat di schema berikut.



Pada tahap ini penerbit menunggu naskah dari penulis. Setelah soft copy diserahkan, kemudian diedit oleh penerbit dari segi bahasa dll, kemudian di setting, dibuat cover buku sesuai target marketnya, dicetak satu seperti aslinya (dummy) dan diberikan ke penulis untuk dikoreksi (boleh dicoret atau diberi catatan oleh penulis). Selanjutnya dikembalikan ke penerbit untuk dibetulkan dan dibuatkan film. Membuat plat cetak untuk proses pencetakan. Kemudian, setelah melalui tahap plat cetak, kawat cetak dimasukkkan ke dalam alat cetak yang besar untuk pencetakan lembar demi lembar. Satu kateren menghasilkan 8 hingga 16 halaman. Setelah itu masuk ke mesin lipat, binding, wrapping dan terakhir distribusi.

Penulis dinyatakan berhasil apabila:

1. Mendapatkan kepuasan karena bukunya bermanfaat bagi orang lain.

2. Memiliki reputasi, menjadi terkenal dimana-mana ditingkat penyebaran buku. Hal ini dapat dilihat jika banyak follower atau subcriber.

3. Karir meningkat, ditandai dengan terbitnya buku yang ber ISBN milik penulis tersebut yang dapat digunakan untuk naik pangkat.

4. Penulis mendapatkan uang/royalty, semakin besar royalty nya penulis semakin berhasil.


Seperti dapat dilihat dari slide dibawah ini.



Namun jangan puas hanya menulis buku, dicetak dan terpajang di toko buku. Namun perlu dipasarkan ke pembeli agar buku tersebut dapat terjual habis dan penulis dapat royalty besar juga penerbit mendapatkan keuntungan.

Sistem Penilaian di Penerbitan, dapat dilihat dari slide berikut:




Buku di nyatakan sukses apabila buku tersebut laku di pasaran. Urutan berikutnya ditinjau dari keilmuan yang terdapat pada buku tersebut. Sedangkan reputasi penulis dan editorial mempengaruhi sebagian kecil dari kesuksesan buku.


Ciri-ciri Buku yang memiliki peluang besar untuk sukses dapat dilihat dari slide berikut: 



1. Tema tidak populer, penulis populer. Buku ini dapat diterbitkan jika ada order ke Penerbit juga komitmen penulis untuk menepati waktu.

2. Tema tidak populer, penulis tidak populer. Kemungkinan terbesar buku akan ditolak oleh penerbit karena memiliki resiko tidak laku.

3. Tema populer, penulis tidak populer. Hal ini biasanya terjadi pada penulis pemula. Buku ini masih ada peluang untuk diterbitkan. Disarankan untuk terlebih dahulu diawali dengan survey pembaca atau pangsa pasar.

4. Tema populer, penulis populer. Buku-buku ini yang memiliki peluang besar untuk diterbitkan karena akan laku di pasaran.

Statistik berikut menunjukkan trend buku apakah diminati atau tidak.




Sebagai penulis pemula sebelum menulis disarankan untuk membaca trend buku yang diminati oleh pasar yang terdapat pada google trend. Hal ini untuk mengetahui topik apa yang sedang booming. 

Menulis buku pelajaran adalah pilihan terbaik selama kurikulum masih berlaku. Karena buku pelajaran dapat laku pada awal semester.

Reputasi penulis dalam dilihat dari google scholar atau google cendekia seperti slide dibawah:




Sebagai contoh untuk mengetahui dosen yang bereputasi dapat dilihat seberapa banyak karya yang telah dihasilkannya, baik berupa buku maupun jurnal. Jumlah pembaca dapat dilihat dari seberapa banyak citation. Syarat minimal citation bagi penulis yang dianggap terkenal apabila memiliki sekitar 2000 citation oleh pembacanya. Jika penulis bukanlah seorang dosen dan tidak memiliki google scholar, maka informasi dapat diperoleh dari data-data lain. Bagaimana track record penulis tersebut, apakah pernah menulis buku, Dimanakah institusinya, bagaimana pendidikannya, seberapa banyak komunitasnya di media sosial, seperti di blog, istagram youtube,  atau FB nya. Jika banyak followernya berarti penulis tersebut termasuk penulis yang bereputasi. Dan akan memiliki peluang bukunya untuk diterbitkan. Jadi tidak selalu berdasarkan google scholar. 


Oplah Buku. Dasar Penentuan Oplah buku dapat dilihat dari slide berikut:



Proses penerbitan buku berdasarkan dari Oplah buku, yaitu:

1.      Market sempit & lifecyle panjang
2.      Market sempit & lifecyle pendek
3.      Market lebar & lifecyle pendek 
4.      Market lebar & lifecyle panjang 

Proses penerbitan tidak terlepas dari jumlah cetak atau oplah. Semakin besar oplah buku tersebut, maka akan semakin bagus. Cara menentukan oplah tergantung pada letak buku tersebut masuk di kuadran mana. 

1. Jika Market sempit, namun lifecycle-nya panjang, maka penerbit tidak akan rugi, namun lakunya tertunda. Karena buku jenis ini akan laku sepanjang masa, misalnya matematika dasar, anatomi, fisika dasar, dsbnya. 

2. Market sempit & lifecyle pendek. Kuadran ini tidak disukai, bahkan bisa ditolak oleh penerbit, karena menerbitkan buku akan mengandung resiko tinggi, yaitu kerugian. 

3.   Market lebar lifecycle pendek, buku-buku yang masuk kategori ini adalah buku yang tergantung pada perkembangan teknologi, sebagai contoh buku komputer. Bulan ini buku dicetak, namun bulan depan sudah ada buku sejenis keluaran terbaru. Jenis buku ini harus direvisi supaya laku. Buku jenis ini sering membuat penerbit rugi. Sehingga, buku tersebut dimusnahkan oleh penerbit agar tidak menimbulkan biaya gudang.

4.   Market lebar dan lifecycle panjang. Kriteria ini yang paling disenangi oleh penerbit karena buku jenis ini setiap saat akan laku dan jumlahnya besar. Misalnya buku-buku ensiklopedia dan kamus. Buku ini akan laku selama-lamanya. 

Level materi dan lebar pasar dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.       Level Advance: jumlah konsumen sedikit dan jumlah penulis juga sedikit. 
2. Level Intermediate: jumlah konsumen sedang atau menengah, jumlah penulis juga sedang atau menengah.
3.       Level Beginner: jumlah konsumen besar dan  jumlah penulis juga besar.

Pengaruh Produktivitas dan Kualitas ditinjau dari Kategori Penulis. 

1. Penulis tidak idealis dan tidak industrialis. Pada tipe ini buku dipastikan tidak laku. Disarankan menerbitkan di penerbit indie.

2. Penulis tidak idealis namun industrialis, memungkinkan bukunya masuk dalam lingkup pasaran kecil namun mampu bertahan lama. 

3. Penulis idealis namun tidak industrialis, kemungkinan bukunya laku dipasaran namun tidak bertahan lama karena ilmunya tidak up to date. 

4. Penulis idealis dan industrialis, tipe paling baik karena  buku dapat laku dipasar yang luas dan bertahan sepanjang waktu. 

Konsistensi Gaya Selingkung.

Penerbit dapat menetapkan lebih dari satu cara pengutipan dan penulisan daftar pustaka sesuai dengan lingkup bidang penerbitannya, misalnya standar:

1.      American Language Association (ALA)
2.      Michigan Language Association (MLA)
3.      Chicago Manual Style (CMS)
4.      American Psychology Association (APA)
5.      Vancouver Style
6.      Harvard Style

Sekali menggunakan gaya ALA maka selalu harus menggunakan gaya tersebut. Hal ini juga akan memepermudah penggunaan citation.

Gaya pengutipan dan penulisan daftar pustaka harus diterapkan secara konsisten untuk setiap terbitan.

Inilah sejumlah poin penting yang harus mendapatkan perhatian lebih dari para penulis, agar dapat di terbitkan oleh Penerbit ANDI Offset.

Kesimpulan:

Untuk sukses menjadi penulis dibutuhkan motivasi yang kuat. Dan jika ingin sukses menerbitkan buku, maka penulis perlu memperhatikan sejumlah kriteria, baik kriteria buku maupun kriteria penulis.

Demikian pelajaran yang di dapat dari Bapak Joko Irawan Mumpuni. Semoga bermanfaat.







11 comments:

Jenis Penelitian Evaluasi 1

Jenis Penelitian Evaluasi Sugiono (2015) mengutip dari pendapat Kidder (1981), "there are many different types of evaluation depending ...