Wednesday, May 20, 2020

Diary seorang guru part 1

Membongkar 10 Hambatan Menulis - Kompasiana.com
Sumber Gambar: Kompasiana.com

Pagi ini selesai sholat dhuha, saya langsung cek WA dari group, banyak banget yang belum saya baca, tiba-tiba, pikiran saya melayang ke siswa saya yang baek-baek, yang kadang-kadang tidak dapat saya ketahui secara pasti keberadaan nya karena selama pandemi covid -19 ini, kita belajar bahasa Inggris secara online. Saya mengingatkan siswa-siswa saya :

“Dear all, hope everyone is in good condition,.
Sekali lagi mengingatkan ya, besok masih ada pelajaran, jika pas senggang dengan kegiatan rumah atau kantor, usahakan baca-baca bukunya dan mulai mengerjakan, cukup 1 jam dan nanti diteruskan lagi.

Sebagai info Kibi (Kursus Intensif Bahasa Inggris) sebelum Covid-19, tiap hari harus masuk dan tiap hari ada PR.
Tapi yg penting sekarang adalah kehadirannya,. kita laksanakan sesuai ST juk ya (Surat Telegram Penunjukan), juga SP dari satker (Surat Perintah dari Satuan Kerja).
Jika Satker lupa tolong diingatkan,. jika ada masalah dengan Satker info ke Disdikal (Dinas Pendidikan Angkatan Laut), boleh ke saya. Walau submit tugas terlambat,. tidak papa yang penting mengerjakan. Syukur-syukur jika bisa tepat waktu. Kita teachers fleksibel saja dengan siswa. Namun jangan sampai dalam satu hari tidak ada comment sama sekali di group. Saya takut kalau tidak ada comment, terjadi apa-apa, karena masih tanggung jawab Disdikal. Yang kegiatan sertijab, yang mau persiapan Sesko, yang sedang layar masih bisa lah untuk comment, yang sedang kursus double, bisalah untuk comment. Be serious Gaess... Thanks yang sudah response, yang lain saya tunggu respond nya. 

Beberapa siswa meresponse, diantaranya :" We all hope this pandemic is over soon, so we can study easier."
“Yes of course,. I personally want to meet you all.. Believe me, if you become our students now, we will help you to reach your goal, pastinya yang berhubungan dengan Bahasa Inggris ya. Nah ada permintaan dari saya ya, setiap hari, setiap siswa berkunjung ke blog temannya, satu hari 3 teman dan baca 3 artikel dari masing-masing teman dan beri comment y, tidak usah panjang-panjang comment nya, tapi jangan juga cuma Ok.,  Termasuk baca blog saya y 1 artikel saja, hahaha. Nanti setelah baca dari blog temennya,. bisa buat cerita, contoh: Hari ini sy sudah visit di blog A, B, C. banyak hal yang saya pelajari walaupun hampir sama dengan jawaban saya, bahkan persis, hahaha. Lay out blognya bagus,. sya harus buat sama / senada atau lebih bagus dari teman saya. Terus masuk ke google translate. Jadilah 1 artikel dalam bahasa Inggris,. keren kan?? Jika sudah bisa komunikasinya di google translate dikurangi.

Entah apa yang merasuki saya, yang jelas saya ingin mengungkapkan ini tidak hanya ke siswa-siswa saya saja tapi juga ke para pengajar bahasa Inggris yang lain. Saya juga mengingatkan kepada guru lain:

“Assalamualaikum,. Mengingatkan, Jumat masuk ya, jadi Jumat ini masih ada pelajaran, mohon bantuannya, sesuai jadwal, semangat dengan memintarkan SDM TNI AL dan kita fleksibel saja dengan mereka karena kondisinya memang demikian,. Yang penting siswa mau belajar saja, kali ini kita tidak bisa mengukur progres mereka secara Kuantitative berupa score- score, sekarang yang kita nilai Kualitatif nya, diantara nya mau Belajar saja Alhamdulillah,. syukur-syukur mereka mau menyelesaikan tugasnya walau terlambat,. mohon partisipasi nya untuk sekali-kali mengintip blognya dan beri comment biar seneng dan semangat belajar, walau cuma good, excellent,. need to revise, etc. Kalau tidak ada waktu dibaca saja 2 or 3 topics yang sudah mereka tulis,. Saya ucapkan terima kasih atas partisipasinya,. “
Ini  adalah alamat blog mereka,, thank you. (Saya berikan alamat blog ke guru-guru dan siswa-siswa).

Saya tahu betapa sulitnya bagi guru dan siswa untuk saling menyesuaikan pada saat pandemi covid ini. Jika kondisi normal, kita dapat memonitor progress mereka secara mudah. Saat ini yang dapat kami lakukan sebagai guru, bagaimana mentransferkan ilmu kami kepada siswa, bagaimana memotivasi mereka untuk tetap belajar. Walau level mereka tidak murni Elementary tapi ada juga Intermediate, mereka harus tetap memelihara bahasa Inggris mereka. 

Nah bapak ibu, kami memohon maaf jika ide-ide, suara hati yang saya tuangkan di blog saya ada yang kurang berkenan di hati. Pada prinsipnya saya perduli dengan bapak ibu, adik-adik saya pengajar bahasa Inggris, siswa-siswa saya yang berusaha menyisihkan belajar untuk meningkatkan kualitas diri. Saya hanya guru biasa, yang banyak memiliki mimpi untuk mewujudkan SDM kita menjadi lebih baik dan memacu diri saya menjadi lebih baik lagi. Saya bangga jika adik-adik saya, para pengajar juga siswa-siswa saya sukses di kemudian hari. 

Believe me, saya hanya bisa berikan cinta tulus sebagai seorang kakak kepada adik-adiknya, sebagai seorang ibu kepada anak-anaknya. 

Harapan saya, menjadilah INTAN dimanapun kita berada. Amiin..


Note: Untuk adik-adikku guru bahasa Inggris dan siswa-siswaku KIBI ke 19 TA 2020.


14 comments:

  1. Terima kasih mam sdh memberikan ilmunya kepada kami semoga menjadi amal jariah kelak di akhirat krn mengajarkan ilmu yg bermanfaat termasuk pahala yg tdk akan terputus kelak walopun sdh tdk ada di dunia ini,semoga semakin sabar dlm menghadapi warna warni student nya walopun tdk pernah bertatap muka langsung di kelas...jazakillahu khair...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks my lovely sister, tetap semangat y dalam belajar

      Delete
  2. Marvelous... thank you for supporting us maam.. Insya'allah we'll do our best..

    ReplyDelete
  3. Terimakasih mam nanik... semoga kedepannya saya bisa lebih baik lagi meyerap ilmu yg diberikan para guru. semoga menjadi ladang pahala untuk mam nanik dan guru semua.

    ReplyDelete
  4. siap mayor... terima kasih telah sabar membimbing kami, mensuport kami, walau terkadang kami merasa underpressure karena tugas tugas yang belum kami pahamišŸ˜Š. Namun kami tetap berusaha melalsanakan pembelajaran ini semaksimal mungkin. once again Thank you so much my best teacher. keep excellent .

    ReplyDelete
  5. Jadilah intan yg terpendam, kalaupun dibuang kekubangan lumpur tetap di dapur bersinar, walaupun pandemi covid 19 tetap berkarya dan berguna bagi sesama, semangat teacher mam Nani....

    ReplyDelete
  6. Jadilah intan yg terpendam, kalaupun dibuang kekubangan lumpur tetap di dapur bersinar, walaupun pandemi covid 19 tetap berkarya dan berguna bagi sesama, semangat teacher mam Nani....

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. thank you mam nani, even tough we can't do our homework ontime. but we still try it

    ReplyDelete

Jenis Penelitian Evaluasi 1

Jenis Penelitian Evaluasi Sugiono (2015) mengutip dari pendapat Kidder (1981), "there are many different types of evaluation depending ...