Tuesday, May 5, 2020

Menciptakan Proses Belajar yang Efektif dari Rumah by Nani


Menciptakan Proses Belajar yang Efektif dari Rumah
By Nani Kusmiyati
Bunda, Jangan Salah Kaprah Tentang Pendidikan Anak | GEOTIMES
Belajar dimasa Pandemi Covid-19 bukanlah hal yang mudah, banyak tantangan yang dihadapi guru maupun siswanya. Guru dan murid tidak dapat bertemu muka langsung dalam proses belajar mengajar. Guru tidak bisa melihat langsung wajah-wajah muridnya. Tatapan mata-mata mereka yang berbinar-binar penuh harapan untuk belajar, juga mata-mata yang enggan untuk belajar karena tidak menariknya materi pelajaran, sulitnya untuk mengerti pelajaran dan tidak bersahabatnya guru mereka. Maka akan sangat jelas diketahui guru yang mengajar saat itu.

Tawa riang di kelas, kegaduhan karena harus berdiskusi dengan teman-temannya, candaan, keusilan yang selalu diciptakan antar siswa. Semua itu tidak dapat dihadapi langsung oleh gurunya. Mata bijak, ucapan kasih sayang, atau bahkan kata-kata tegas dari gurunya tidak lagi dapat dirasakan siswanya. Kedekatan guru dan siswa tidak dapat tertransfer langsung. Guru adalah role model dari siswanya, dan siswa adalah nafas hidup seorang guru. Kebahagiaan seorang guru, jika anak didiknya dapat mengerti apa yang diajarkan, mengaplikasikan ilmu yang dibagikan guru kepada muridnya dan keberhasilan setelah mereka lulus dari belajarnya. 

Kondisi itu sudah tidak ada lagi semenjak kebijakan pemerintah yang mengharuskan siswanya belajar di rumah, demikian juga yang dihadapi dengan para guru. Teaching from home adalah pilihan yang harus dihadapi. Suka atau tidak suka proses belajar mengajar haruslah dilaksanakan. Bagi guru yang memiliki pengetahuan IT yang terbatas situasi ini merupakan tantangan. Mau tidak mau guru harus banyak belajar IT yang merupakan tools untuk mentransferkan ilmunya agar sampai ke muridnya. Berbagai media guru coba dan aplikasikan. Apakah melalui Whatsapp group, Instagram, Face Book, dan media-media conference seperti google classroom, Zoom, Webex Meeting, Live meeting maupun YouTube. Bagi guru tradisional media-media itu merupakan persoalan lain yang harus ditemukan solusinya. 

Mereka terpaksa mengambil kursus-kursus online singkat tentang menggunakan media-media tersebut atau saling sharing dengan sesama guru. Memang hal ini merupakan salah satu sisi positifnya. Guru mulai meningkatkan skill yang lain disamping skill yang sudah dimiliki. Guru harus memiliki gadget yang compatible dengan media daring yang akan digunakan. Dan harus memilki kuota internet yang memadai. Bagi guru dipelosok akan lebih menemui kendala, diantaranya minimnya perangkat dan jaringan untuk mentransfer pembelajaran online, jaringan internet yang kurang bagus, tidak mampu membeli pulsa dan masih banyak lagi. Bagaimana dengan para siswa sendiri. 

Belajar dari rumah bukanlah salah satu pilihan yang menyenangkan bagi mereka, karena mereka tidak dapat bertemu langsung dengan teman-temannya, bercanda, diskusi seputar home work nya yang sulit. Merasakan langsung dengan jutek dan killernya gurunya atau bahkan super baik guru pembimbingnya. Belajar dirumah memang itu adalah faktanya. Nah bagaimana sekarang cara untuk menciptakan Pola Belajar yang efektif dari Rumah? Hal ini dapat diciptakan dengan kontribusi guru, orang tua, lingkungan dan murid itu sendiri. Jadi tidak dapat diciptakan oleh murid itu sendiri. 

Menciptakan Proses Belajar yang Efektif dari Rumah bagi siswa pada pasca pandemi ini dapat dilakukan dengan cara berikut :

1. Bantuan dari Guru.
Guru diharapkan tidak kaku dalam menerapkan target pencapaian kurikulum. Karena pembelajaran terjadi di rumah. Pilih materi-materi esensial yang perlu dilakukan oleh siswa kita di rumah dan jangan memindah sekolah ke rumah. Pembelajaran di rumah harus sesuai dengan kondisi masing-masing siswa, termasuk soal keterbatasan akses yang dihadapi siswa di beberapa daerah. Penilaian terhadap siswa di masa pembelajaran saat ini tidak sekedar bersifat kuantitatif yaitu tugas-tugas tidak harus dinilai seperti biasa, namun penilaiain lebih bersifat kualitatif dan memberikan motivasi. Diharapkan para guru dapat melakukan inovasi dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Para guru tentu menyesuaikan dengan kondisi masing-masing juga karena persoalan keterbatasan akses bagi sebagian siswa di daerah yang tidak memiliki infrastruktur mendukung. 

Maka saatnya para guru untuk melakukan inovasi pembelajaran di tiap daerah.

รขˆš 9 Contoh Sistem Informasi dalam Kehidupan Sehari-Hari
Guru harus mulai melakukan pembelajaran berbasis dalam jaringan (daring) atau dengan kata lain pembelajaran online (online learning). Pembelajaran ini sangat berbeda dengan pembelajaran konvensional yang terjadi di sekolah. Guru dan siswa tidak berhadapan langsung, melainkan terjadi interaksi secara jarak jauh yang memungkinkan guru dan siswa berada pada tempat yang berbeda. Hal positif yang dapat diambil dari pembelajaran di masa pandemi yaitu, Guru dan siswa akan tetap aman berada pada tempat atau rumahnya masing-masing, tanpa harus keluar rumah dan bertatap muka secara langsung.

Namun, merubah pola atau kebiasaan belajar sangatlah sulit. Hal ini dinilai wajar karena perubahan ini terjadi sangat cepat dan tidak terduga. Kebiasaan yang berubah secara signifikan dapat dilihat yaitu guru dan siswa harus mengandalkan perangkat komputer dan jaringan internet. Guru dan siswa harus mampu merubah metode dan strategi dalam proses pembelajaran. Guru dan siswa harus mampu mengubah gaya komunikasinya selama pembelajaran daring ini yaitu harus lebih memahami penerapan dalam berkomunikasi mereka. Sehingga didalam berkomunikasi secara efektif dalam pembelajaran daring maka hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut: 

Pertama, guru harus membuat aturan kelas daring, seperti waktu dan aplikasi yang akan digunakan.

Kedua, menciptakan suasana yang baik dan nyaman didalam berdiskusi walaupun mungkin agak susah dilakukan. Guru harus mampu menjawab pertanyaan dari siswa dengan sabar. Guru diharapkan tetap menggunakan ekpresi-ekpresi verbal dan non-verbal dalam memberikan feedback, reward dan punishment, misalnya menggunakan emoticon, sticker, atau kalimat yang memotivasi siswa. Guru dalam mengajar harus memilih materi yang masih berhubungan dengan kondisi saat ini. Agar pelajaran menarik dan tidak membosankan, guru dapat menggunakan video atau animasi yang yang mendukung materi.

2. Bantuan dari orang tua.
Orangtua memberikan pendampingan putra putrinya di dalam belajar. Hal ini memang agak sulit dilakukan bagi orang tua yang bekerja khususnya jika ibunya yang bekerja. Orangtua masih dapat mengingatkan putra putrinya untuk belajar atau mengikuti pelajaran melalui video call, memberikan semangat dan membimbing dalam belajar walau via daring juga. Dan pada saat dirumah, orang tua harus menyempatkan untuk berinteraksi dengan putra putrinya. Menanyakan kesulitan-kesulitan dalam belajar via online juga hal-hal yang menyenangkan yang telah dilakukan putra putinya. Orang tua juga perlu memberikan reward kepada putra putrinya. Reward itu tidak harus mahal. Orang tua dapat membelikan makanan kesukaannya, benda-benda unik yang tidak mahal namun memilki nilai positif bagi putra putrinya seperti tempat pencil cantik untuk melengkapi koleksi tempat belajarnya. Yang terpeting benda-benda itu mampu memotivasi mereka untuk menyenangi pola baru belajar secara online, dan disesuaikan dengan karakter mereka.

Orangtua mampu menciptakan suasana belajar bagi putra-putrinya, seperti ruangan, peralatan belajar seperti buku dan alat tulis, laptop atau Hp yang compatible dengan media yang digunakan para pengajarnya. Semua disesuaikan dengan ekonomi orang tua. Banyak cara yang dapat dilakukan orangtua untuk membantu putra putrinya untuk belajar. Yang terpenting putra-putrinya dapat belajar dengan senang dan terus mengikuti info-info yang diberikan oleh para pengajarnya.

3. Peran siswa.

Jika siswa sudah menginjak remaja, maka dia dapat membantu dirinya bagaimana agar nyaman dalam belajar via online. Hal-hal yang dapat dilakukan siswa, menyulap kamar tidurnya menjadi semi tempat belajar. Kondisi ini bagi siswa yang tinggal dirumah yang tidak luas yang tidak memiliki ruang khusus untuk belajar.  Menambahkan kipas angin yang minimalis, jika ruangan tidak ber AC, agar sejuk pada siang hari. Meletakkan benda-benda yang diperlukan dalam belajar, tersusun rapi dan meletakkannya ditempat yang sama agar pada saat akan menggunakan benda-benda tersebut tidak perlu mencari-cari lagi. Hal ini akan hemat waktu. 
23 Desain Ruang Kerja yang Membuat Anda Fokus di Rumah

Jika siswa menyukai musik, dapat belajar sambil mendengarkan musik. Karena bagi sebagian siswa dapat mudah belajar apabila ada musik.
Daftar E-Learning Kemendikbud, Sekolah Online untuk Mencegah ...

Siswa juga dapat menyiapkan makanan-makanan kecil dan minuman fresh water. Jika sedikit bosan dapat ngemil dan minum, namun jangan makan makanan berat karena dapat menyebabkan kantuk.
71 Contoh Usaha Makanan Ringan Serba 2000 1000 dan 500    Deretan Minuman Sehat dan Segar, Cocok untuk Berbuka Puasa ...
Jika merasa lelah dapat beristirahat terlebih dahulu. Mengikuti pelajaran via daring tentu ada waktu untuk beristirahat. Dapat main musik, olahraga ringan atau tidur sejenak. Yang terpenting tepati waktu belajar.

Siswa dapat belajar group via online dengan teman-temannya. Belajar group akan dapat memecahkan soal-soal yang tidak dapat dipahami dan lebih menyenangkan. Selain dapat update info juga dapat mempererat persahabatan.

Gunakan media belajar yang tepat dan sesuai dengan pembelajaran yang diberikan guru. Yang terpenting proses belajar dapat terlaksana dengan baik.

Tetap semangat dan selalu berinovasi bagi guru, orang tua dan siswa dalam menyikapi pola belajar via online atau daring dimasa Covid-19.

Selamat membaca, semoga dapat memberi inspirasi buat belajar dan mengajar.

8 comments:

  1. Cocok itu..cemilanua buk.. Biar ga boseen..hehe.. Sip lanjutkan..

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Terima kasih bapak,. semoga covid segera berlalu

      Delete
  3. Strategi yang sangat bagus, tulisannya pun keren... semangat ...

    ReplyDelete
  4. Tulisan yang baik sekali. Dimulai dengan rumusan masalah yang baik dan diakhiri dengan jawaban penulis atas masalah tersebut.

    ReplyDelete
  5. Terima kasih bapak Akbar, dosen kami,. juga bapak ibu yang berikan support, .semoga kita bisa menulis seperti Bpk Akbar dan narasumber lainnya, .

    ReplyDelete

Jenis Penelitian Evaluasi 1

Jenis Penelitian Evaluasi Sugiono (2015) mengutip dari pendapat Kidder (1981), "there are many different types of evaluation depending ...