Monday, May 4, 2020

Berbagi Pengalaman Menulis Buku Motivasi dan Kepemimpinan dengan Bapak Amir Faisal

Berbagi Pengalaman Menulis Buku Motivasi dan Kepemimpinan,
Kamis, 30 April 2020, dengan Narasumber bapak Amir Faisal,

By Nani Kusmiyati

Om Jay memperkenalkan narasumber dengan memberikan alamat link :

Kemudian kami menyimak pelajaran dari naraasumber Youtube pengantar ini dengan link berikut:


(Video ini berseri. Untuk seri Hypnowriting ini Insya Allah ada 5 seri)



Video tersebut berisi tentang pengalaman narasumber untuk menjadi penulis nasional. Berikut isi dari video tersebut:

Bapak Amir Faisal yang memiliki profesi sebagai mandor proyek, mampu menulis buku dan menerbitkan buku pertamanya yang berjudul “Menyiapkan Anak Menjadi Juara”. dan Gramedia adalah sebagai penerbitnya. Beliau juga seorang pembicara nasional. Menurut beliau untuk dikenal jutaan orang apabila mampu menulis dan diterbitkan oleh penerbit berskala Nasional seperti Gramedia. Untuk menjadi sukses dalam menerbitkan buku  hal yang perlu diperhatikan adalah harus dapat menemukan Genre yang tepat untuk penulis. Genre memiliki arti sifat genetik dari karya penulis. Genre tersebut bisa pada buku novel, cerita anak, traveling atau marketing.  Buku yang disukai penerbit besar seperti Gramedia adalah buku yang diminati pasar. Hal tersebut dapat dilakukan melalui riset yang dilakukan dengan menyebarkan angket atau kuesioner untuk para pelanggan penerbit  Gramedia.  Buku yang terjual paling banyak adalah buku yang diminati pelanggan atau pembacanya. Diharapkan pengarang dapat membuat buku yang disukai pasar. Buku-buku yang biasanya laris terjual dengan penerbit Gramedia adalah buku-buku novel, traveling, komik, marketing dan buku-buku motivasi.


Setelah melihat video diatas, Om Jay memberikan link yang sangat menarik tentang Positive Thing in Covid Era, dengan alamat berikut :


Narasumber menceritakan tentang kondisi saat pandemi Covid dialami Indonesia. Setiap hari mendengarkan berita-berita yang mengerikan tentang situasi ini. Banyak anak-anak bersosial media, (mainstream) betapa banyak berita negatif yang membuat anak-anak dapat menjadi stress karena efek negatif dari berita-berita tersebut. Narasumber memberikan tugas kepada anak didiknya yang disebut Self healing , memproduksi hal-hal positif tentang sekolahnya yg harus ditulis di blog mereka via kompasiana. Narasumber menceritakan bahwa memiliki anak didik  210  anak remaja akan memproduksi tulisan kabar positif tentang sekolahnya, masing-masing anak membuat 15 tulisan untuk di publish di kompasiana. 450 kabar positif akan tersebar di Kompasiana dengan berbagai kata kunci untuk membuat tulisan. Menulis bukanlah hal yang mudah mereka akan berusaha mengkemas tulisannya agar dapat diminati pembacanya. Anak-anak tersebut berusaha untuk berkreasi dengan menempelkan gambar-gambar atau foto-foto di blog nya. Termasuk video yang disandingkan dengan kabar positif tentang sekolahnya. Tugas ini tidak sesulit tugas matematika namun tugas ini akan menciptakan kepuasan jika mereka upload di instagram dan banyak membacanya memberi response like atau comment dari followernya. Tugas ini akan menjadi nilai tersendiri bagi mereka yang akan diberikan nanti oleh narasumber setelah tugas tersebut selesai. 

Hasilnya luar biasa sudah ada posting dengan gambar-gambar menarik di Kompasiana. Kompasiana, benar-benar hebat jika tulisan tersebut copy paste, maka kompasiana akan mengetahui duplicate dan akan mengirimkan ke kepenulisnya bahwa tulisan tersebut tidak layak. Hal ini mempermudah narasumber untuk mengetahui keaslian tulisan tersebut. Harapan narasumber, berita ini menjadi hal positif, bertaburan hal-hal positif bagi pembacanya dalam menghadapi pandemi covid ini.   

Kemudian Om Jay mempersilakan kepada para peserta menulis group 8 untuk langsung mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan Kiat Menembus Penerbit Gramedia. Ringkasan jawaban terhadap beberapa pertanyaan dirangkum oleh narasumber sebagai berikut :

Narasumber mengawali dengan pengalaman beliau bahwa semula hanya mentraining anak sekolah dan mahasiswa. Kemudian narasumber membuat tantangan untuk mentraining guru. Walau sebenarnya tidak mengetahui ilmu pendidikan namun sudah berani mentraining guru. Langkah berikutnya, narasumber belajar dari buku-buku pendidikan mutakhir dari BobbiDePorter, Barbara Prashnig,  buku-buku psikologi dr Daniel Goleman, Howard Gardner, Thomas Armstrong dan mengikuti Training dari Bapak Munib Khatib, sekolahnya manusia.  

Semula narasumber hanya mentraining anak sekolah dan mahasiswa. Kemudian narasumber membuat tantangan untuk mentraining guru. Walau sebenarnya tidak mengetahui ilmu pendidikan namun sudah berani mentraining guru. Langkah berikutnya, narasumber belajar dari buku-buku pendidikan mutakhir dari Bobbi DePorter, Barbara Prashnig,  buku-buku psikologi dr Daniel Goleman, Howard Gardner, Thomas Armstrong dan mengikuti Training dari Bapak Munib Khatib, sekolahnya manusia.  

Ketika ingin menjadi penulis, hal yang terpenting adalah menentukan terlebih dahulu visi  atau impiannya apa. Kemudian menghadapi tantangan-tantangan dengan gagah berani.
Didalam mengirimkan naskah tidak perlu terlalu tebal karena Gramedia belum tentu menerima naskah tersebut. Yang terpenting adalah kualitas tulisan,  genre dan buku tersebut disukai pasar atau tidak.

Narasumber mengirimkan naskah dan dapat diterima karena sesuai kriteria penerbit dan beliau sejak awal menulis hingga sekarang,  selalu mengirimkan full naskah.

Agar tulisan kita dilirik penerbit maka kita perlu belajar Hypnowriting. Hypnowriting adalah bagaimana kita membuat tulisan yang menghipnotis yang membacanya. Tulisan yang menghipnotis artinya tulisan yang menarik, yang membuat orang fokus dan terus membaca apa yang kita tuliskan.

Buku pertama narasumber selesai sekitar setahun. Buku kedua sekitar 6 bulan. Sekarang bisa menulis  2 bulan. 

Penerbit lebih menyukai karya original dari pikiran, perasaan, gagasan kita sendiri. Sedangkan kajian pustaka itu bersifat hanya sebagai penguatan.

Agar buku yang diterbitkan Gramedia group diminati pasar maka perlu keterlibatan antara penulis dan penerbit untuk memasarkan buku tersebut dengan berbagai cara diantara melalui sosial media, mengadakan pelatihan-pelatihan gratis, membagikan buku ke key person/ influencer, dsb. Dan semua penerbit memiliki kriteria masing-masing.

Novel Motivasi untuk dapat menembus pasar buku di Indonesia, maka penulis terlebih dahulu membaca Novel terbitan Gramedia untuk dipelajari, juga bisa beli beberapa yang genre yang cocok dengan penulis.

Demikian pelajaran yang dapat diambil dari bapak Amir Faisal, semoga bermanfaat dan dapat melengkapi pengetahuan kita sebagai penulis pemula juga sebagai motivasi bagi kita untuk terus menulis.







2 comments:

Jenis Penelitian Evaluasi 1

Jenis Penelitian Evaluasi Sugiono (2015) mengutip dari pendapat Kidder (1981), "there are many different types of evaluation depending ...