Saturday, May 30, 2020

Lapis legit Misteri

Lapis Legit Prune Ekonomis dan Tips Membuatnya | Just Try & Taste


By Nani Kusmyati

Lapis Legit Prune Ekonomis dan Tips Membuatnya | Just Try & Taste
Lapis Legit Misteri

Sore itu sepulang dari kantor, saya dapati sebuah kotak terbungkus rapi plastik yang terkirim via JNE. Saya baca pada kertas kecil yang tertempel “Lapis Legit”. Saya cari pengirimnya kok tidak ada. Alamat memang benar ditujukan ke alamat rumah saya. Pelan-pelan saya buka bungkusan itu, benar isinya kotak Coklat “Legit Legit” dengan pita coklat melingkar di kotak itu. Dengan penuh rasa ingin tahu saya buka, wow Yummy,.tampaknya lezat banget dengan potongan-potongan kecil dengan berbagai rasa. Itu saya duga dari lapisan diatas lapis legit. Tiap deret dengan pernik-pernik yang berbeda, ada keju, almond, kismis dan plain. Lapis legit itu masih terbungkus dalam plastik di dalam kotak coklat. Plastik itu saya buka pelan-pelan dengan mudah karena tidak perlu digunting cukup direkatkan saja jika mau ditutup kembali. Kemudian aroma lapis legit itu menyapu hidung saya,..Terbayang sudah beberapa potong kecil lapis legit dengan berbagai rasa dengan secangkir teh manis hangat, sambil mendengarkan musik lembut,..oh...alangkah nikmatnya. Tiba-tiba saya teringat untuk mengetahui siapa pengirimnya. Ingin saya mengucapkan terima kasih telah mengirm lapis legit cantik. Namun pikiran buruk melintas, apakah lapis legit aman untuk dimakan, karena masih belum tahu siapa pengirimnya. Saya putuskan lapis legit itu untuk tidak dimakan sebelum tahu siapa pengirimnya. Kemudian saya berangkat mandi karena mau sholat magrib.
Selesai sholat, saya membuat kopi untuk suami dan teh manis hangat untuk saya. Saya teringat kembali dengan lapis legit menggoda itu. Kemudian saya baca pesan di WhatsApps  mungkin ada petunjuk siapa yang mengirimkannya. Akhirnya, kotak lapis legit dan isinya saya foto dan saya kirim ke group siswa KIBI (Kursus Inensif Bahasa Inggris) ke 18 dan 19. Mereka bilang, ada secreat admirer  ma’am. Kami  tidak mengirim ma’am. Kirim saja ke kami ma’am yang sedang di mess tidak bisa keluar karena covid. Group WA menjadi ramai dengan berbagai comment yang lucu-lucu. Kemudian saya mengirim foto itu ke junior saya, mungkin dia yang kirim karena eventnya masih lebaran. Dia bilang jika kode yang ditulis di lapis legit itu kiriman dari Jogja, mungkin Komandan dari Jogja sister,.begitu katanya. Tapi saya tidak kenal Komandan di Jogja. Akhirnya lapis legit itu tidak tersentuh sama sekali. Aku menyeruput teh ku yang hampir dingin tanpa lapis legit,.hahaha. Ketika saya mengingat-ingat siapa yang terakhir menanyakan alamat rumah saya, tiba-tiba saya teringat salah satu siswa KIBI tahun 2017. Kemudian saya mengirim pesan dan menanyakan apakah dia yang mengirim lapis legit itu. Dan dia menjawab, “yes ma’am.” Sontak saya berteriak gembira, "dirimu sun!" Saya benar-benar lega karena sudah tahu siapa pengirim lapis legit itu. Misteri terpecahkan. Saya bertanya kenapa tidak menuliskan alamat pengirimnya dan dia bilang “toko lapisnya lupa mungkin ma’am, semoga berkenan ya ma’am.” Sambil tersenyum gembira saya balas chat nya, “terima kasih ya atas perhatian dan kirimannya.” Dan dia menjawab, “ siap ma’am.”!  Dia tidak tahu betapa bingungnya saya mencari siapa pengirimnya. Dan tiba-tiba bunyi pesan di WA, Ting! Ting..Ting.... saya lihat dari group 18 dan 19, wow mereka masih ingin tahu siapa pengirimnya?

Kemudian saya menjawab, tenang gaess, ..misteri sudah terpecahkan. Mereka masih kepo saja ingin tahu, dari siapa ma’am? Akhirnya saya jawab, nanti baca di blog saya ya siapa yang telah kirimkan lapis legit cantik dan menggoda. “ Percakapan di WA group 18 dan 19 saya akhiri. Dan saya buat secangkir teh manis lagi untuk menemani lapis legit yang belum saya makan.




5 comments:

Jenis Penelitian Evaluasi 1

Jenis Penelitian Evaluasi Sugiono (2015) mengutip dari pendapat Kidder (1981), "there are many different types of evaluation depending ...