Tuesday, May 19, 2020

Berbagi Pengalaman Menjadi Pemenang Inobel dengan bapak Arif Darmadiansyah


Selasa, 12 Mei 2020
By Nani Kusmiyati


Bapak Arif Darmadiansah, S.Pd., guru di SMA Negeri Probur, Kab Alor, Prop Nusa Tenggara Timur, yang memiliki keahlian di bidang Biologi dan Komputer, berdomisili di Teluk Mutiara (depan PMI kalabahi) Nomor 50 Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur (NTT). Berbagai prestasi telah diraih, diantaranya: (1) Juara II Inovasi Pembelajaran Jenjang SMA/SMK Tingkat Nasional, 2016, (2) Finalis Lomba Pendidikan Karakter Bangsa Jenjang SMA/SMK Tingkat Nasional, 2017, (3) Penerima Research Grant SEAMEO, 2017, (4) Juara I Inovasi Pembelajran Jenjang SMA/SMK Tingkat Nasional, 2018., (5) Peserta Shortcourse Digital Tool MOOCs di Charles Darwin University, 2019 (6) Delegasi Indonesia dalam Shortcourse Asessment Purpose for teacher science Recsam Penang, Malaysia, 2019, (7) Juara I Guru Dedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir) meliputi: (a) Digital Learning 4.0 untuk Pendidikan Indonesia ISBN 978-623-91182-6-6, Tahun 2019, (b) Merajut benang kemandirian melalui tambang kemaritiman ISBN 978-602-6245-27-4 Tahun 2019, (c) Jurnal: Engineering Edu Jurnal Ilmiah pendidikan dan Ilmu Teknik, LIPI. (2017), (d) Jurnal: Prosiding Lomba Inovasi pembelajaran Kesharlindung Dikmen Kemdikbud (2017), (e) Buku Latihan : Biologi GOKIL 100% (Gol Kilat Tembus Nilai 100 UN), (2016). (f) Buku Pelajaran :Biologi 2 Untuk SMA Kelas XI Semester 2 (2015). (g) Buku Latihan : IPA 100% GOKIL (Gool Kilat Tembus Nilai 100) Ujian Nasional (UN) SMP (2014)., (h) Buku Latihan : Tembus PTN (Perguruan Tinggi Negeri) (2013), (i) Buku Latihan : IPA 100% GOKIL (Gol Kilat Tembus Nilai 100) UN. 

Jika berkenan berkorespondensi dapat melalui email: 
darmadiansah.arif@gmail.com

Mengawali pelajarannya bapak Arif mengucapkan salam dan memperkenalkan diri:

Bapak Arif menceritakan pengalamannya tentang kompetisi inobel di tingkat nasional. Beliau adalah guru Biologi berasal dari Solo dan mengabdi di Alor NTT. Pertama kali mengikuti inobel pada tahun 2016 dari sebuah ide atau gagasan sederhana. Ingin membuat kelas menjadi menarik dan menyenangkan. Selain itu kualitas pembelajaran juga kurang optimal. Dan yang utama tiada sarana prasarana yang mencukupi. Ide inovasi bisa muncul dari sebuah masalah atau potensi. Demikian juga yang dihadapi bapak Arif banyak sekali masalah yang dihadapi. Berawal dari ide kemudian dipikirkan kemungkinan dapat diterapkannya or tidak ide tersebut di sekolah dengan kondisi sekolah yang tidak ada listrik dan sinyal telpon apalagi internet. Kemudian beliau mengembangkan ide tersebut menjadi sebuah produk yang dapat berupa media, bahan ajar, atau lainnya. Menuliskannya menjadi sebuah karya ilmiah dan bersiap untuk mengikuti kompetisi. Karya ilmiah dapat berupa penelitian tindakan kelas, eksperimen atau yang dibuat untuk pengembangan (R&D) karena setiap jenjang berbeda kaidahnya. Hal ini untuk jenjang DIKMEN. Dan untuk DIKMEN dapat di akses di link berikut:



Sementara untuk kelengkapannya bisa diakses di sini.   
Untuk mengakses tautan-tautan tersebut, sebelumnya kita harus memiliki username dan password untuk log in.

Narasumber menjelaskan Tahapan Lomba Inovasi
Pendaftaran dan seleksi lewat portal di Kesharlindung. Lomba ini terbuka untuk semuanya. Ada beberapa syarat administrasi yang diminta, misalnya surat pernyataan aktif mengajar, surat bukan kepala sekolah, dsbnya.

Tahap pertama seleksi administrasi, kemudian dilakukan penilaian proposal penelitian. Apabila lolos maka akan mendapatkan undangan bimtek dari Kemendikbud, setelahnya melakukan penelitian pelaksanaan di sekolah. Lalu dilakukan seleksi dan didapatkan peserta finalis yang akan kembali di undang untuk mempresentasikan hasil karya ilmiahnya.

Untuk jenjang SMA ada 3 bidang, yaitu SMA, SMK dan Sekolah Inklusi. Sementara untuk jenjang Dikdas, langsung mengirim laporan hasil penelitiannya. Bidang yang dilombakan diantaranya IPA, SOSHUM dan lainnya. Tahun 2016 diambil 100 peserta yang lolos sebagai finalis. SMA 50 dan SMK 50, di mana pada tahun itu belum ada inklusi. Tahun 2018 format dibedakan kembali. Ada kategori utama bagi peserta yang pernah juara, madya yang pernah masuk finalis namun belum juara dan pemula bagi yang pertama kali mengikuti.

Tes yang dilakukan saat babak final meliputi tes tertulis, tes presentasi dan laporan hasil penelitian. Tes tertulis berisi soal pedagogik pilihan ganda 100 soal.

Narasumber menjelaskan tentang inovasi yang di lakukan di sekolah.
Sekolah saya di ujung Alor. Daerah 3T kalau orang bilang. Terpencil, terluar, terdalam dan ter ter lainnya. Berada di puncak perbukitan, berbatasan langsung dengan negara tetangga Timor Leste yang dipisahkan oleh selat. Minimnya sarana prasarana membuat kegelisahan dan tantangan untuk berbuat lebih baik. 

Pada tahun 2016, terinspirasi dari sebuah proyektor hologram 3D. Pak Arif ingin menjelaskan invertebrata, tapi anak-anak tidak punya gambaran sama sekali. Agar menarik beliau mencoba membuat alat peraganya. Pertama terbuat dari mika tutup CD bekas, yang dibentuk seperti prisma sebagai tempat hologramnya dan HP android sebagai penayang video atau gambarnya. Mika CD yang digunakannya adalah mika bekas atau bisa disebut limbah dan beliau dapatkan dari rekan guru. Ketika lolos sebagai finalis, beliau mengganti mika CD dengan akrilik, seukuran A4 seharnga Rp.30.000. Akrilik dipilihnya karena tampilan lebih jelas, gambar juga detail dan tidak kusam. Pak Arif menggunakan metode pengembangan (Research & Development) dalam penelitiannya. 

Setelah produk jadi, pak Arif memberikan ke pengawas sekolah untuk dinilai dan hasilnya valid atau layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Setelah itu, diuji cobakan ke siswa dan mendiseminasikan ke teman guru lain. Hasil yang didapat diketahui bahwa minat dan hasil belajar anak meningkat. 

Pada tahun 2018, bapak Arif sudah punya gambaran dan pengalaman sebelumnya. Jadi lebih siap dengan apa yang harus dilakukan. Media ini diberi nama Millea : Mikroskop Lensa Laser Tenaga Surya. Beliau mendapat ide ketika akan melaksanakan pembelajaran struktur tumbuhan dan tidak ada mikroskop untuk pengamatan, padahal Biologi 40 persen praktek di lab yang membutuhkan alat, salah satunya mikroskop. Media ini juga sederhana, hanya HP yang ditambahkan lensa laser bekas mainan anak-anak yang biasa dipakai untuk sorot-menyorot sehingga perbesarannya bertambah, dan sudah cukup untuk dapat melihat struktur anatomi tumbuhan. Walaupun belum maksimal, namun ada hal baru yang siswa dapatkan.

Dari awal beliau berniat hanya buat belajar, bukan ikut berkompetisi. Pada tahun 2018, beliau hanya berencana untuk ikut ambil bagian dan sisanya adalah bonus saja. Dapat berkenalan dengan teman guru se Indonesia. Beliau tidak menyangka yang biasa di hutan dapat berada di tengah-tengah mereka. Demikian pengalaman yang dapat beliau bagikan dalam mengikuti lomba inobel.

Sesi tanya jawab.

P - Inovasi pendidikan yang bagaimana yang dapat membuat guru sukses ikut olimpiade?

J - Bidang inovasi itu banyak sekali pak. Tergantung tujuannya apa. Strategi pembelajaran mungkin bisa dijadikan sebagai inovasi untuk tujuan tersebut.

P - Mohon idenya untuk karya inovatif untuk mapel kimia yang bermanfaat dan tidak sulit untuk anak sekolah.

J - Kimia masih serumpun dengan mapel saya. Dan terkadang saya juga ikut mengajar kimia. Karena tidak ada guru kimia. Kalau ditanya ide, setiap permasalahan di sekolah beda-beda. Media yang saya buat jelas tidak dapat digunakan di Kudus. Namun saya melihat anak-anak saat ini sangat tertarik dengan dunia digital. Siswa saya yang di kampung saja punya android, padahal tidak bisa dipakai. Mungkin itu bisa dimanfaatkan sebagai potensi untuk mengembangkan sebuah media digital bagi mereka. 

P
1. Bagi guru  yang ingin ikut kompetisi seperti itu tetapi terhalang NUPTK yang belum keluar, apakah Pak Arif mempunyai kekuatan info terkait lomba yang tidak mempermasalahkan NUPTK?
2. selama pandemi, inovasi apa yg bapak lakukan ketika mengajar? Terkait kita harus WFH dan siswa LFH?
3. Untuk mikroskop tadi, preparat yang digunakan tetap preparat pada umumnya ataukah bagian tumbuhan asli?
J
1.   Setahu saya sekarang syaratnya tidak menggunakan NUPTK Ibu, hanya tangkapan layar dapodik yang menandakan bahwa guru tersebut jelas mengajar di sekolah tersebut.
2.     Selama WFH sekolah kami belajar di rumah. Kegiatan belajar kami sampaikan lewat SMS HP. Kami bagi perwilayah atau daerah. Setiap jam pelajaran di hari tertentu salah satu siswa yang mempunyai HP mencari tempat sinyal. Kemudian disampaikan. Tugas berbentuk portofolio dan laporan. Ketika nanti sudah aktif KBM siswa siap untuk berbagi hasilnya. Selain itu saya juga membuat media android Ibu yang bisa diakses secara offline.
3.     Preparatnya sama saja seperti praktek biasa, namun masih terbatas pada struktur tumbuhan.

P
1.  Bagaimana langkah membuat inovasi pembelajaran?
2. Yang mana lebih tinggi nilainya menggunakan bahan bekas daripada bahan modern dlm inovasi pembelajaran?

J
1. Tahapan inovasi untuk menghasilkan produk baru berbeda-beda pak tergantung rujukan siapa yang kita pakai. Namun garis besarnya: Ide - pembuatan- validasi ahli- uji coba dan produk jadi.
2.  Instrumen penilaiannya banyak Pak, bahan yang dipakai hanya salah satu. Aspek mudah digunakan, mudah didapatkan, mudah ditiru, dan seberapa manfaat produk itu menjadi penilain yang tinggi.

P.
Dalam pembuatan karya inovasi seperti yang Anda telah lakukan biasanya kendala apa yang paling Anda rasakan dalam pelaksanaannya? Apakah sebuah karya inovasi haruskah berdasarkan pada 1 tingkat kemampuan anak didik atau karya inovasi yang dibuat harus bisa menaungi semua kemampuan peserta didik?

J
Kendala yang biasa muncul ya hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Atau tidak layak ketika kita validasikan ke ahli. Inovasi yang dilakukan untuk menjawab permasalahan yang muncul di latar belakang yang kita tulis. Dalam media yang saya buat tidak bisa menaungi semua kemampuan.

P - Karya inovasi itu ditulis dalam bentuk laporan penelitian PTK atau ada format khusus laporan karya inovasi ya?

J - Inovasi dapat ditulis dalam format karya ilmiah apapun. Kalau pengembangan berarti mengikuti penulisan penelitian Rnd. Kalau penerapan atau penggunaan maka mengikuti penulisan penelitian PTK atau eksperimen. Bahkan apabila kita mencoba sesuatu yang baru kemudian kita tulis saja secara deskripsi itu termasuk dalam penulisan best practice.  Sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari bapak ibu sudah dan sering melakukan inovasi namun tidak terdokumentasi atau tertulis dalam karya ilmiah.

P - Bagaimana langkah awal dan cara membuat karya ilmah sampai bisa sukses itu gimana Pak?
J - Penulisan karya ilmiah seperti kita membuat skripsi saat kuliah. Ada latar belakangnya, tujuan, manfaat, metode, data, hasil serta kesimpulan. Nanti saya coba bagikan file penulisan karya ilmiah yang dipresentasikan dewan juri. Insyaallah saya cari terlebih dahulu.

P - Apakah Bapak guru Biologi dan juga guru Komputer? Gr di belakang nama Bapak itu singkatan apa?
J - Gr itu gelar yang diberikan setelah mengikuti Pendidikan Profesi Guru selama setahun. Gr itu sebutan Guru di sertifikat pendidik. Saya guru biologi namun suka komputer.

P - Apa kriteria utama penilaian  dewan juri terhadap sebuah karya inobel?
J - Instrumennya banyak. Nanti saya share ya Pak. Namun, yang utama untuk produknya orisinal atau keterbaruan, kebermanfaatan atau dampak, mudah ditiru atau digunakan.

P - Bagaimana minat dan hasil anak sebelum menemukan alat (karya inovatif)? Apakah ada ide lain untuk mengembangkan karya itu.  Bagaimana guru yang lainnya. Apakah juga membuat karya inovatif yang juga memilili manfaat untuk anak-anak?

J - Hasilnya minat anak naik signifikan Ibu. Saya membawa produknya saja mereka sudah tertarik apalagi mencoba untuk menggunakannya. Ada hal baru yang mereka dapatkan. Hasil belajar naik tidak signifikan. Hasil belajar didapat dari nilai tes dan tugas. Nilai tes dari yang dapat 30-an meningkat menjadi 50-an. Nah nilai tugas yang baik. Sebelumnya untuk mengumpulkan tugas saja selalu terlambat sekarang ada perbaikan. Untuk guru kami masih kurang Ibu. Di sekolah kami ada 15 guru. 3 PNS dan lainnya kontrak. Inovasi ini yang pertama di sekolah. Setelahnya saya ajak teman guru untuk ikut bergabung dan mengembangkan kelasnya.

P - Dari dua narasumber yang dihadirkan yang kemarin Bp. Tri Agus Cahyono, M.Pd. dan sekarang Bp. Arif Darmadiansah. Dari inovasi pembelajaran yang dihasilkan keduanya sama-sama menggabungkan antara media/ alat peraga dengan teknologi. Pertanyaannya apakah kriteria pembuatan inobel untuk tingkat nasional Pak?

J - Ada instrumen penilaian sesuai standar penyelenggara. Sistematika laporan, Penilaian media hingga intrumen penilain presentasinya. Nanti setelah selesai saya bagikan melalui Mr Bams atau OmJay. Ada panduan dan formatnya.

P - Metode apa yang paling dominan Bapak gunakan dalam proses belajar? Apa alasan Bapak menggunakan metode tersebut?

J -Yang paling dominan saya menggunakan metode diskusi, pengamatan dan penyampaian hasil. Biasanya dengan model Projek based learning atau Problem based learning. Alasannya kedua model tersebut dapat menggali kemampuan siswa secara sebenarnya. Tak hanya kognitif namun menyeluruh.

P - Bagaimana cara memotivasi siswa yang lebih suka membantu ortunya di kebun karet daripada ke sekolah? Ada juga murid yang suka mengganggu temannya. Sepertinya harus sekolah ke SLB. Tapi di tempat saya belum ada sekolah SLB. Saya kewalahan jadinya. Terima kasih ilmunya Om Arif.

J - Hal yang sama terjadi di kami. Orangtua lebih suka anaknya bekerja diladang untuk membuka hutan atau mencari hasil.  yang pernah kami lakukan adalah visit home ibu. Bertemu keluarga dan anaknya menjelaskan pentingnya sekolah. Minimal sampai SMA lah, kesadaran untuk belajar masih rendah. Untuk siswa yang berkebutuhan khusus harus mendapatkan perhatian lebih dibanding siswa lainnya Ibu. Sekarang masuk sekolah inklusi. Mohon maaf itu juga saya belum punya pengalaman.

Demikian pelajaran yang disampaikan oleh Bpk Arif Darmadiansyah.

Untuk melengkapi pelajaran Bapak Arif membagikan Video tentang keberhasilannya :






















6 comments:

Jenis Penelitian Evaluasi 1

Jenis Penelitian Evaluasi Sugiono (2015) mengutip dari pendapat Kidder (1981), "there are many different types of evaluation depending ...