Saturday, May 16, 2020

Menulis di Media Cetak dengan ibu Rahmi Wilandari

Narasumber : Dra. Rahmi Wilandari, M. Pd.
Rabu, 13 Mei 2020.
By Nani Kusmiyati


Dra. Rahmi Wilandari, M.Pd, adalah guru SMA Negeri 21 Surabaya/ Jawa Timur. Lulusan S2 Pendidikan Ekonomi Tahun Lulus 2013. Jika  berkenan untuk berkorespondensi dengan beliau silakan menghubungi melalui link berikut:

Email     : rahmi.smadda@yahoo.com
Blogger : edukasirahmiwilandari.blogspot.com
Nomor HP : 081235192393


Dan jika berkenan visit, berikut alamat narasumber: 

JL. SUTEDI SENOPUTRA GG CEMPAKA I/2 KARANGPILANG SURABAYA 60221. Berbagai karya telah beliau hasilkan diantaranya: Jurnal Pendidikan Ekonomi UNESA Surabaya, “Pembelajaran Kooperatif Tipe Thik Pair Share dengan Media 3D Topiscape SE. (Student Edition) untuk Meningkatkan Ketuntasan belajar Siswa Pemanfaatan Media  dan Pembelajaran Audio dan Multimedia (2013), My Literacy for My Future (Literasiku, Masa Depanku) (2017), Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match dengan menggunakan   Media Kartu Remi (Playing Cards) untuk meningkatkan Ketuntasan Belajar Siswa pada Materi Permintaan dan Penawaran  (2018), Wajib dan perlukah Pendidikan Kewirausahaan di SMA (Artikel Ilmiah), dan Membangun Karakter Generasi Milenial menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 (2019). 1

Penghargaan yang pernah diterima diantaranya: Juara 3 LKTI Majalah Media (PGRI) Tingkat Jawa Timur tahun 2013 dan Juara Lomba Guru Menginspirasi (KTI Literasi ) Tingkat Nasional  2018 untuk jenjang SMA / MA / SMK diselenggarakan oleh Penerbit PT. Erlangga Jakarta. 

Selanjutnya narasumber memulai kuliahnya yang diawali dengan salam. 

"Assalamualaikum.... Yth bapak dan ibu guru HEBAT  Indonesia yang bebahagia dan bersemangat... Saya pengampu mapel Ekonomi dan Kewirausahaan. Seperti pada umumnya para penulis punya latar belakang pendidikan Bahasa dan Sastra, sedangkan saya latar belakang Pendidikan Ekonomi. Perkenalkan nama saya Rahmi Wilandari. Mengajar di SMAN 21 Surabaya. Saya juga guru biasa seperti bapak ibu semua,  jadi kita bisa sharing saja.

Awal saya tertarik untuk menulis segala apa kejadian sehari-hari saya alami saya tulis. Yah...  pada saat berangkat kerja ada kejadian menarik. Setiba di sekolah langsung buka laptop, apa yang saya lihat kejadian itu saya tulis garis besarnya.  Setelah sampai dirumah saya buka lagi laptop untuk melanjutkan cerita yang tertunda  siang hari. Saya juga tidak pandai merangkai kata-kata untuk menjadi sebuah kalimat fun, menjadi sebuah paragraf yang enak untuk dibaca." 

Kemudian beliau meneruskan kepada materi intinya:

"Kategori Penulis Fiksi dan non Fiksi. Untuk menulis itu ada macam-macam penulis. Ada Penulis Cerpen, ada penulis Novel, ada penulis cerita bersambung (Cerbung). Ada juga penulis Ilmiah. Penulis artikelpun juga ada macamnya : penulis Umum dan Penulis buku teks. Janganlah enggan untuk memulai menulis. Jika saya ada waktu luang, selalu saya habiskan untuk membaca di perpustakaan. Selain perpustakaannya adem,  tenang untuk membaca dan bisa menginspirasi untuk menulis. Penulisan KTI atau artikel dibutuhkan wawasan, untuk rajin membaca baik buku cetakan atau e-book. Untuk Penelitian ada penelitian Deskriptif, Penelitian eksperimen (penelitian murni)  dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). 

Bagi guru PTK harus bisa melaksanakan, dan  sebenarnya sangat mudah karena dari kejadian sehari saat mengajar. Untuk langkah-langkah PTK sudah ada pada PPT saya diatas. Dan pertama kali saya ikut lomba KTI (PTK) tahun 2013. Saat penelitian saya laksanakan, saya tidak punya target untuk menang.  Yah...  hitung-hitung cari pengalaman. Saat itu gencar-gencarnya workshop tentang Penulisan PTK dan Karya Ilmiah. Banyak guru-guru penasaran bagaimana menulis PTK. Sebuah keberhasilan harus disertai usaha, semangat serta kerja keras. Bagi bapak dan ibu guru yg ikut workshop ini kan juga sama dengan saya, sama-sama jadi penulis hebat. Terkadang kita lagi mood menulis, jika penyakit malas kambuh enggan lagi menulis. Mulailah belajar disiplin diri menulis setiap hari. Insya'allah kalau sudah terbiasa akan enak, dan kecanduan untuk selalu menulis dan menulis."

Demikian pelajaran yang telah disampaikan oleh Dra. Rahmi Wilandari, M.Pd., dan diteruskan dengan sesi tanya jawab.

Assalamualikum wr.wb. 
1. Kriteria judul PTK yg bagus seperti apa biar tidak tertolak?
2. Bentuk artikel ilmiah bagaimana dan apa syarat-syaratnya yang harus dipenuhi dalam isi artikel tsb.
3. Cara kirim artikel ke media seperti majalah, jawa pos.
Mhn maaf karena masih pemula mohon bimbingannny.tks

Didalam PPT saya ada langkah penulisan PTK dan artikel Ilmiah.

Pertanyaan 1, Saya ingin bertanya ibu Rahmi. Tadi dari paparan ibu ada penelitian deskriptif, tolong ibu jelaskan penelitian deskriptif itu, contohnya yang bagaimana dan apakah bisa digunakan sebagai karya tulis ilmiah Bu, Matur nuwun.

Untuk judul PTK dari kegiatan kita mengajar bisa kita jadikan PTK. 

Pertanyaan 2, Selamat sore ibu, apakah PTK wajib menggunakan sebuah model atau metode pembelajaran? Dan apakah mutlak 3 siklus yang ada dalam sebuah PTK? Tks bu. Yulius Roma-Tana Toraja.

Pertanyaan 3, Said Makassar.
Salah satu faktor penghambat kenaikan pangkat guru adalah kekurang mampuan meneliti dan menulis karya ilmiah seperti PTK.
Pertanyaan :
1. Ciri utama PTK adalah adanya siklus. Bagaimana kalau hasil penilaian siklus 1 ke siklus 2 menurun ?
2. PTK diseminarkan disekolah. Bagaimana prosedurnya ? 

Pertanyaan 4, Selamat siang bunda Rahmi. Saya Pajarwati dari Tangerang.
Dalam pembuatan PTK itu awalnya adalah problem dalam kelas yang akan diperbaiki. Treatmen apa yang dilakukan supaya PTK itu benar-benar sebuah penelitian, karena terkadang guru hanya mengejar  target untuk kenaikan pangkat belaka.

Pertanyaan 5, Trimakasih Ibu Rahmi buat ilmunya.
Dalam penulisan PTK, sumber utamanya kan kita guru, berdasarkan temuan2 kita saat mengajar, adakah sumber2 tambahan dari luar yg Ibu ambil sebagai referensi dalam Penulisan PTK bu? Salam. 

Pertanyaan 6, Yth.Ibu Rahmi, perkenalkan saya bu Beni dr Bojonegoro, saya pernah lomba Best Practice sesuai dengan ketentuan dr panitia, namun setelah presentasi ada komentar, beberapa orang mengatakan bahwa best practice saya terlihat seperti PTK, yang mau saya tanyakan *apa perbedaan signifikan antara PTK dan best practice?*, mengingat keduanya sama-sama mencari solusi dengan menerapkan strategi tertentu. Terima kasih.

Pertanyaan 7, Ibu, mohon penjelasan, perbedaan pembahasan pada HASIL dan PEMBAHASAN. Saya kadang keliru antara HASIL dan PEMBAHASAN. Terima kasih. Isminatun. Sukoharjo. 

Pertanyaan 8, Assalamualaikum ibu, saya Sumarjiyati dari Gunung Kidul, yang mau saya tanyakan buk, saya lihat di PPT Abstrak menggunakan bahasa Inggris. Apakah abstrak  di dalam PTK harus menggunakan bahasa  Inggris buk? terimakasih.

Pertanyaan 9, Assalaamu'alaikum bu Rahmi, saya Sri Indayani dari Lamongan. Yang saya tau di sekitar saya biasanya PTK datanya tidak asli karena mencari data nilai asli seperti yang diharapkan susah banget. Bagaimana tipsnya agar saat melakukan penilaian didapatkan nilai seperti yang diharapkan saat membuat PTK sehingga data nilai yang dipakai asli?

Penelitian diskriptif : peneliti mampu mengidentifikasi mengapa,  apa dan bagaimana fenomena sosial. Banyak sekali gejala sosial yg terkadang kita bisa emprediksinya.

Pertanyaan 10, Ass.Bu Rahmi, Saya tidak pandai merangkai kata-kata untuk menjadi sebuah kalimat dan menjadi sebuah paragraf yang enak untuk dibaca. Bagaimana cara memulainya, saya hanya punya tekad kuat seperti  kata Om Jay..Write or Die..?..mohon bimbingannya. Terimakasih.

Tahun 2017 saya dan murid saya tentang layanan non tunai,  dengan tehnik wawancara. Ternyata pelayanan sekarang lebih banyak menggunakan E Money... pernah mengadakan penelitian diskriptif.

Pertanyaan 11, Assalamualaikum bu Rahmi, saya Eti Haryati dari Bogor. Saya terus terang lemah sekali dalam menulis terutama dalam merangkai kata. Bagaimana tip supaya ada keterampilan dalam merangkai kata sehingga menjadi tulisan yang menarik?

PTK minimal harus 2 siklus,  3 siklus lebih baik. Di PPT saya ada lampiran apa saja yang diperlukan supaya PTK tidak ditolak.

Kalau pakai media pembelajaran  maka PTK ada 3 variabel,  dan harus ada lembar pengamatan penggunaan Media.

Yah... Penelitian dari siklus 1 ke siklus 2 dan siklus 3 ya hrs ada peningkatan .Guru kan dalang bgmn menjalankan lakon agar bisa meningkat. 

Pertanyaan 12, Asalamualaikum bu Rahmi saya Donieks .S dari Palangka Raya. Saya mau bertanya gimana penulisan yang menarik pada PTK.

Pertanyaan 13, Apa ciri -ciri artikel yang mudah dimuat di media  cetak, Sri Budi gresik.

Nah... Pandangan ini yang salah ibu. Jangan membuat PTK karena mau naik pangkat,  usahakan 1 tahun Pelajaran minimal 1 PTK,  jadi pas naik pangkat aman dan tenang karena kita sudah siap buka PTK yang jahitkan.

Antara PTK dan Best Practice tidak sama ibu.  Best Practice pengalaman terbaik. Untuk lebih jelasnya lihat buku 4 dan buku 5 Pedoman Kenaikan pangkat. Maksud saya bukan PTK hasil jahitan. Maksud saya bukan PTK hasil jahitan.

Dari luar maksudnya buku-buku bacaan? Untuk referensi tahunnya harus 10 tahun ke belakang,  jad kita cari judul dan pengarang yang sama tapi edisi terbaru. 

Hasil Penelitian menggabarkan bagamana hasil penelitian dari siklus 1- 3 disertai data tabel hasil Penelitian. Monggo dibaca blogger saya. Cukup jelas dan gamblang meskipun sedikit agak repot untuk mengolah data,  grafik dan tabel.

Saya ibu setiap menyusu RPP satu semeter, saya sdh merencanakan bab mana yg akan saya buat PTK,  dan kira2 siswa mengalami kesulitan,  dan pakai metode apa, model pembelajarannya bgmn jd betul2 saya persiapkan.

Pertanyaan 14, Saya mau tanya bahwa Penulis artikel ada macamnya : penulis Umum ada Penulis buku teks keduanya apa memiliki ciri penulisan yang berbeda atau bagai mana untuk memulai menulisnya.  Dari Donieks.  Palangka Raya

Ibu idealnya abstrak itu ada bahasa Indonesia dan ada yg bahasa Inggris.  Dengan membuat  PTK kita bisa  mendapat: Jurnal Ilmiah baik cetak atau online, PTK juga harus diseminarkan,  ada berita Acara,  ada undangan dll, seperti dalam PPT saya,  insya'allah nilai 4, dan jangan lupa ada bukti Surat Keterangan Penyerahan PTK ke Petugas Perpustakaan pasti lolos kenaikan pangkatnya. 

Ibu saya jg bukan orang yg pandai merangkai kata. Tapi saya berusaha banyak membaca PTK orang lain di internet,  lalu saya tulis,  setelah selesai saya baca berulang-ulang, saya tunjukkan ke teman guru Bahasa Indonesia, untuk dikoreksi kekurangannya dimana, sampai bisa jadi paragraf yang enak dibaca.

Menarik atau tidak tergantung kita merangkai kata-kata, bahasa Indonesia yang baik,  titik,  koma dan Huruf besar dan huruf kecil tepat pengunaannya. 

Pertanyaan 15, Assalamualaikum Bu Rahmi, Saya noralia dari Semarang.
Ijin bertanya, Apakah mutlak kalau penelitian di sekolah harus menggunakan PTK? Karena setahu saya ada berbagai jenis penelitian yaitu eksperimen, deskriptif/ kualitatif, R&D dan PTK itu sendiri. Apakah tidak boleh jika kita memilih penelitian R&D atau eksperimen yang ada kelas eksperimen dan kelas pembanding, terlepas ini nantinya digunakan atau tidak sebagai syarat kenaikan pangkat. Terimakasih.

Ibu menulis artikel bisa dari kejadian, peristiwa atau gejala yg ada disekitar kita sehari2. Contoh apa dampak Pandemi Covid -19 thd ekonomi masyarakat. Atau dengan adanya Pandemi Covid 19 masalah apa yg dihadapi orangtua peserta didik cukup tulis 500-1000 kata,  ada masalah,  ada bahasan,  ada solusi kirim ke redaksi majalah atau surat kabar, dapat COIN dan POINT. Coin dpt honor, POINT dpt nilai 2 utk kenaikan pangkat jika majalah/surat kabar Nasional. Kalau surat kabar dan majalah regional / provinsi nilai 1, 5.

Penulis Umum itu bisa menulis buku teks Pembelajaran,  kalau yang khusus, menulis buku ilmiah atau buku Motivator.

Boleh ibu, untuk unsur utama kenaikan pangkat tidak harus PTK,  bisa Artikel Ilmiah yg sudah dipublikasikan di Majalah atau Surat Kabar lokal atau Nasional.

Semakin sering menulis artikel,  dan semakin sering pula dimuat di Surat kabar Regional atau Nasional,  maka semakin banyak tabungan Publikasi Ilmiah. Semakin cepat naik pangkat,  dengan jujur dan bermartabat. Dan bukan sebagai guru Plagiat.

Riset and Development juga bisa, kebetulan saya pengampu mapel PKWU bisa pakai R & D.

Pertanyaan 16, Assalamu'alaikum buk Rahmi, saya Ratna  dari Sigli. Ingin menanyakan apa perbedaan jurnal, artikel dan PTK. Trima kasih.

Artikel sedang antara 1500-2000 kata,  artikel berasal dari fenomena / kejadian disekeliling kita,  ada permasalahan, pembahasan dan kesimpulan tanpa / dengan penelitian.

Jurnal adalah ringkasan dari PTK,  yang diringkas menjadi kurang lebih 10-15 halaman,  jika jurnal online kata-kata plagiat dalam jurnal minimal 30% dari keseluruhan kata dalam jurnal. 

Sebagai penutup, narasumber memberikan kesimpulan sebagai berikut: 

- Hari ini pertanyaan terbanyak seputar PTK,  ada juga artikel dan Best Practice. 
- Untuk PTK minimum 2 siklus,  alangkah lebih baik jika 3 siklus. 
- Untuk merangkai kata kata dalam PTK perlu banyak membaca dan latihan. 
- PTK menggunakan 2 variabel yakni variabel X dan Y. Apakah perlu pakai metode / model. Kalau metode itu metode Ceramah, diskusi kelompok atau pemberian tugas. Kalau model bisa menggunakan Cooperative Learning, PBL atau PJBL. Cooperative Learning  ada Think Pair Share,  Make a Match dll. 

Utk menulis artikel dimajalah atau surat kabar,  dengan 500- 1000 kata sudah jadi artikel asal dalam paragraf sudah ada latar belakang permasalahan dan paragraf berikutnya solusi 6-9 paragraf,  paragraf ke 10 ada kesimpulan.Terkadang tiap penerbit punya aturan dan kriteria yg berbeda.

Menulis selain bisa menjadi hobi atau kebiasaan. Jika kita bisa mencoba  mengirim ke Surat kabar / majalah bisa mendapat COIN dan POINT. Semakin sering menulis dan dipublikasikan semakin cepat naik pangkat jujur dan bermartabat.  Sekian dulu resume/ kesimpulan workshop belajar menulis hari ini. Jika ada kata-kata atau tulisan yg tidak berkenan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya disini bukan yang paling pintar, tetapi kita belajar sharing bersama agar bisa menjadi guru yang hebat, profesional dan berkompeten. Dan selamat menunaikan ibadah suci Romadhon bagi yang menunaikannya.
Wass Rahmi Wilandari.







Bapak ibu, demikian yang dapat saya tulis kembali dari pelajaran ibu Rahmi Wilandari. Silakan dicari sendiri jawaban dari pertanyaan bapak ibu semua. Semoga dapat membantu yang belum mengikuti pelajaran beliau.





4 comments:

  1. Alhamdulilah.. Sdh slsai resumebya..bgus buk lngkap..ada vidio jg

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah, lengkap dan jelas serta tepat sekali,terulah menulis jangan pernah berhenti terimakasih

    ReplyDelete
  3. Bagus banget, teruslah berkarya.
    jangan lupa kunjungi blog saya dan beri komentar ya Tks.
    https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=2218605635203927585#allposts/postNum=23

    ReplyDelete

Jenis Penelitian Evaluasi 1

Jenis Penelitian Evaluasi Sugiono (2015) mengutip dari pendapat Kidder (1981), "there are many different types of evaluation depending ...