Saturday, April 25, 2020

Apakah anda Guru Betulan atau Guru Kebetulan oleh Bapak Aris Ahmad Jaya


Resume Pelajaran Bapak Aris Ahmad Jaya
Apakah anda Guru Betulan atau Guru Kebetulan
By Nani Kusmiyati


Seminar Sugesti Power Bersama Aris Ahmad Jaya | travel umroh jakarta


CV : sebagai motivator,
Aris Ahmad Jaya adalah seorang motivator, coach dan konsultan di sekolah unggulan di Indonesia. Materi training yang diberikan seperti ‘Sukses Ilmu’, ‘Sukses Karakter’, ‘Sukses Masa Depan’ ditujukan untuk anak didik. ‘Love Touch Parenting’ di khususkan untuk para orang tua, dan ‘Mengajar Gaya Motivator’ bagi guru dan Pendidik.

Menurut narasumber, terdapat dua tipe guru. Guru BETULAN dan guru KEBETULAN. Guru BETULAN adalah yang sejak awal berniat untuk menjadi pendidik, yang memiliki energy untuk bertemu dengan siswanya dan untuk membagikan ilmunya. Dia adalah guru idaman para siswa.

Sedangkan guru KEBETULAN adalah guru secara kebetulan menjadi guru karena keadaan tertentu. Misalnya, setelah lulus dari universitas dan sambil mendapatkan pekerjaan yang disukai, dia menjadi guru karena lowongan pada saat itu adalah menjadi guru. Kebetulan ada teman yang mengajak untuk menjadi guru daripada menganggur. Atau kebetulan orang tuanya memiliki Yayasan pendidikan, dan tidak ada yang mengelola, sehingga tidak ada pilihan lagi dia harus melanjutkan impian orang tuanya untuk menjadi guru di Yayasan tersebut. Guru KEBETULAN tidak salah jika pada akhirnya dia mau mengerti bahwa menjadi guru adalah bagian dari sebuah proses yang harus dia jalani. Sehingga guru KEBETULAN dapat menjadi guru BETULAN apabila dia mampu melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara sungguh-sungguh. Guru KEBETULAN akan menjadi salah jika dia secara terus menerus tidak mau mengajar. Atau mengajar dengan setengah hati. Dan guru BETULAN atau KEBETULAN menjadi masalah apabila tidak dapat menerima profesi menjadi seorang guru. Ketika guru BETULAN atau KEBETULAN mau menerima profesi guru sebagai bagian dari sebuah pilihan dan dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik dan menyenangkan, mengispirasi siswanya, mencintai ilmu yang disampaikan, maka sesungguhnya guru BETULAN atau KEBETULAN akan memetik buah manis dari kecintaannya terhadap profesinya. Guru BETULAN tidak akan berarti jika pada saat mengajar hanya memberikan materi asal-asalan, menyesali profesi yang dipilihnya.



Narasumber selanjutnya mengajak peserta yang kebetualan mayoritas dalah berprofesi sebagai guru untuk menginvestasikan waktunya untuk belajar, menjadi guru yang dicintai, yang dirindukan untuk memberikan pembelajaran apapun karena guru adalah kurikulum sesungguhnya.



Apapun yang guru berikan, murid akan mencintai manakala mereka mencintai gurunya.


Narasumber mengajarkan bagaimana menjadikan guru yang dirindukan kehadirannya dan disesali kepergiannya. Guru yang menyenangkan dan menginspirasi siswanya untuk mencintai ilmu apapun yang bermanfaat yang diberikan gurunya. 
Selanjutnya narasumber membagikan ilmunya dengan topik pembahasan :

MENGAJAR GAYA MOTIVATOR.
Berdasarkan kinerja, terdapat tiga tipe guru. Yang pertama : GURU NYASAR, kedua: GURU BAYAR dan KETIGA GURU SADAR.


GURU NYASAR adalah guru yang tidak memiliki tujuan, arah dan menjadi guru yang menyesatkan. Siswanya dapat membenci ilmu yang diajarkannya. GURU NYASAR tidak memiliki energi, cara mengajarnya monoton, dan menjenuhkan, sehingga siswa merasakan jam dinding lambat berputarnya dan siswa tidak merindukan kehadirannya. GURU NYASAR hendaknya segera mengundurkan diri sebelum membuat anak didiknya tidak mau belajar dan membenci ilmu yang diajarkannya. 


GURU BAYAR. GURU BAYAR adalah guru yang energinya selalu berhubungan dengan finansial. Dalam mengajar selalu dikaitkan dengan uang, tidak konsisten dalam mengajar. Kadang berwajah ceria dan kadang berwajah muram. Jika saatnya gajian menjadi ceria kalau menjelang akhir bulan wajahnya muram. Selalu merasa kekurangan. 


GURU SADAR. GURU SADAR adalah guru yang kehadirannya sangat dinantikan, dicintai, dan ilmunya sangat dirindukan. Para siswamya merasakan jam terasa sangat cepat berputarnya. GURU SADAR adalah konektor kebaikan dan  keilmuan, mampu menginspirasi dan mampu menggerakkan peserta didiknya. Jika meninggal maka akan selalu dikenang dan ilmunya akan menjadi amal jariah yang terus mengalir.



Selanjutnya narasumber mengajarkan lima langkah yang dapat dipraktekkan untuk mengajar dengan Gaya Motivator. Sebelum menjelaskan lebih lanjut tetang lima langkah tersebut, narasumber membahas empat peran guru yang terkadang kita tidak dapat menerapkan secara keseluruhan.


Peran yang pertama  adalah mengajar, peran kedua adalah mendidik, peran ketiga adalah adalah menginspirasi dan peran keempat adalah menggerakkan. Terkadang kita lebih terfokus pada peran pertama yaitu mengajar, memindahkan keilmuan yang ada di benak kita ke pikiran murid. Kita memindahkan kurikulum yang ada ke pikiran para siswa.
Jadi jika guru hanya sekedar mengajar, maka akan kalah dengan metode saat ini yaitu media online. Murid dapat belajar dari YouTube atau mengikuti kelas online yang memungkinkan siswa dapat belajar tanpa kehadiran guru.
Narasumber menginginkan para guru untuk masuk ke zona mendidik. Guru mendidik adalah guru yang dapat menjadi idola dan teladan atau contoh. Dalam bahasa Jawa, Guru memiliki 2 makna, di gugu dan ditiru. Ketika guru memasuki ranah mendidik maka diharapkan untuk mampu memasukkan nilai-nilai, norma-norma baik yang dapat diterapkan anak didik kita.


Pola-pola yang dapat diajarkan ketika sedang mendidik diantaranya kedisiplinan, kejujuran, dapat dipercaya, berkomunikasi, berbagi bekerja, menolong dan memudahkan urusan orang lain. Kesemuanya ini dapat masuk melalui pembelajaran apapun.


Jika seseorang adalah guru Matematika maka dapat mengajarkan kepada muridnya tentang kejujuran dan kedisiplinan. Apabila  seseorang adalah guru IPA maka dapat mengajarkan tentang cara bersyukur, berinteraksi dengan orang lain (murid lain guru dan masyarakat di lingkungannya). Faktanya guru yang mampu mendidik adalah guru yang menginspirasi. Seorang guru dikatakan dapat menginspirasi apabila guru tersebut ada di hati muridnya, menjadi bagian dari history atau sejarah mereka dan bukan hanya sekedar bagian dari story atau cerita mereka. Seorang guru yang mampu menginspirasi muridnya jika guru tersebut mampu menunjukkan energinya, menunjukkan keteladanannya, menunjukkan dengan sepenuh hati adalah inspirator, dan menjadi motivator bagi mereka yang pada akhirnya dapat menggerakkan muridnya untuk mengerjakan atau menjalankan apa yang disarankan dan diharapkan gurunya. Guru yang hebat adalah guru yang tidak sekedar mengajar namun yang mampu mendidik, menginspirasi dan menggerakkan. 
Narasumber memberikan materinya melaui link sebagai berikut :
5 Bahasa Cinta yang layak dipelajari dan di praktekkan seperti terdapat pada “ Bahasa Sentuhan Cinta.”


Bahasa Cinta APRESIASI.
Langkah pertama: 1. Midas touch, atau sentuhan Midas. Sentuhan emas, sentuhan sebagaimana dilakukan oleh Raja Midas, apapun yang dipegang akan menjadi emas. Siapapun murid yang Anda temui akan lebih bermakna, siswa yang bersama Anda akan lebih bernilai, berharga dihadapan manusia dan dihadapan Allah SWT. Guru Menghargai poses dan sering memberikan jempol atau apresiasi kepada muridnya. Jangan menunggu hasil akhir tapi nikmati prosesnya.

2.        https://youtu.be/39raqyvipcE

           Bahasa Cinta KOMITMEN dan Keteladanan.
Guru terdiri dari dua kata. Di Gugu dan di Tiru. Mampu dipercaya dan layak dijadikan teladan.            
3.        https://youtu.be/AdXLTi1-pPs
           Bahasa Cinta TEMUKAN KEUNGGULAN SISWA.
Dengan memiliki keunggulan, keunikan, seorang guru dapat diterima, dikenang dan diizinkan menjadi bagian dari sejarah siswa.
           Bahasa Cinta HUBUNGAN INTERPERSONAL
Guru yang layak dicintai adalah guru yang cerdas menjalin hubungan dengan siswa siswinya. Kemampuan memahami sebelum dipahami.
5.        https://youtu.be/xVBnh4TsPgw
  Bahasa Cinta HARGAILAH HAL- HAL YANG KECIL.
Tidak meremehkan hal-hal kecil. Ucapan maaf, terima kasih, tolong memang terlihat kecil namun berefek besar bagi siswa siswi didik.
Seluruh pertanyaan peserta telah dapat dijawab melalui 5 Bahasa Cinta diatas. Semoga bermanfaat.



  

5 comments:

Jenis Penelitian Evaluasi 1

Jenis Penelitian Evaluasi Sugiono (2015) mengutip dari pendapat Kidder (1981), "there are many different types of evaluation depending ...