Saturday, July 2, 2022

PERSIAPAN MENYAMBUT SISWA MANCA NEGARA

 PERSIAPAN MENYAMBUT SISWA MANCA NEGARA


Kamis tanggal 30 Juni 2022, saya pergi ke Pusdiklat Bahasa untuk mengecek kesiapan akomodasi calon siswa dari manca negara yang akan belajar Bahasa Indonesia selama enam bulan. Pertama, saya dan putra saya ditemani staf koordinator siswa (Korsis) menuju lantai tiga untuk memastikan apakah pintu kamar sudah ditempel nama-nama siswa. Sebelumnya saya sudah mendapat nomor kamar untuk masing-masing calon siswa. Namun sebagai perwira yang bertanggungjawab akan kenyamanan siswa maka perlu datang langsung ke lapangan.

Untuk mencapai kamar, saya melewati lorong dengan beberapa lampu mati. Jadi tampak sedikit gelap. Suasana di lorong sunyi senyap hanya suara sepatu kami bertiga meramaikan lorong di lantai tiga. Saya mengingatkan ke staf Korsis agar segera mengganti lampu yang mati dan dia bilang sudah dilaporkan namun belum mendapat respon dari bagian yang berwenang. Tentu saja saya tidak dapat menyalahkannya. Sebagai staf yang terpenting melaporkan dan mengingatkan. Mungkin bagian perbaikan kelengkapan akomodasi sedang disibukkan kegiatan lain.

Kemudian kami memasuki beberapa kamar di lantai tiga untuk melihat kondisi di dalamnya. Terdapat dua tempat tidur empuk dilapisi seprei warna putih. Kamar di lengkapi dengan dua meja belajar, dua almari pakaian,  TV, dan kulkas ukuran sedang. Kamar mandi juga berada di dalam kamar.  Terdapat shower untuk air panas dan dingin. Menurut saya sudah cukup fasiltas yang diperuntukkan untuk calon siswa mancanegara. Karena lama tidak ditempati atau karena ditinggal oleh siswa sebelumnya maka kondisi kamar perlu disapu dan di pel.

Saya tidak melihat adanya handuk, dan peralatan mandi. Saya bertanya kepada staf Korsis dan dia bilang memang demikian fasilitas untuk calon siswa bukan seperti hotel yang sudah lengkap semuanya. Saya mengerti pasti semua tergantung adanya anggaran yang cukup atau tidak.  Yang terpenting saya harus dapat menjelaskan ketika calon siswa datang dan mengatakan kondisi sebenarnnya bahwa jika mereka ingin nyaman mereka harus membeli beberapa perlengkapan sendiri. Di dalam kamar, saya mencari apakah ada dispenser untuk dapatkan air panas atau dingin. Teryata di setiap lantai ada dispenser dan tidak terdapat di kamar.

Kemudian kami menuju ke lantai empat untuk mengecek kamar yang diperuntukkan calon siswa yang memiliki pangkat lebih tinggi. Di lantai empat hanya terdapat satu tempat tidur ukuran agak besar dan ada sofa untuk duduk. Fasilitas di dalam kamar hampir sama dengan kamar di lantai tiga. Di lantai tiga dan empat terdapat ruangan untuk santai atau menerima tamu. Lantai empat tentunya lebih indah daripada lantai tiga. Ternyata barang-barang memiliki level juga tergantung diperuntukkan untuk siapa.

Sambil menunggu calon siswa dari Thailand saya dan anak saya menikmati makan siang dan beristirahat. Pukul 17.45 calon siswa dari Thailand datang diantar Atase Pertahanan dan driver kedutaan. Saya mengantar hingga sampai kamar dan mengatakan fasilitas yang mereka dapat. Calon siswa tampak sedikit bingung dengan penjelasan saya karena saya berbicara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia cukup cepat. Dia bilang bahwa saya bicara seperti rapper.  

 

Jonggol, 1 Juli 2022

NANI KUSMIYATI

#lombamenulisblogpgri

#tantanganmenulissetiaphari

#Day 22



2 comments:

  1. Hehe..pelan2 Mbk.. bicara bhs Inggris n Indonesianya..biar siswa dari thailand bisa pham. Sukses untuk kegiatan ini ya.. aamiin..

    ReplyDelete

NYANYIAN ALAM

  pexels-alex-azabache-3214944 NYANYIAN ALAM   Deburan ombak Desiran angin Gemerisik daun kering Berpadu indah menenangkan hati ...