Saturday, May 23, 2020

Proses Menerbitkan Buku Ajar dengan bapak Joko Irawan Mumpuni

By Nani Kusmiyati


Assalamualaikum, Apa kabar bapak ibu peserta Belajar Menulis ke 8 yang keren dan selalu bersemangat untuk menulis. Pada kesempatan ini saya ingin menyampakan materi pelajaran yang telah disampaikan oleh Bapak Joko Irawan Mumpuni pada hari Jumat tanggal 8 Mei 2020 , pukul 13.00-15.00.

Sebelum pelajaran dimulai, Om Jay, guru Blogger kita membuka dan memberikan link berikut : Web www.andipublisher.com

Narasumber, adalah Direktur Penerbitan,  Penerbit Andi, Ketua I, IKAPI DIY, Penulis buku bersertifikat BNSP, dan Asesor BNSP. Jika berkorespondes dengan beliau dapat melalui WA/ Call : 08122739971, Email jmumpuni@gmail.com, FB jokomumpuni@gmail.com, dan Twitter @jokomumpuni. 


Selanjutnya pelajaran dimulai oleh narasumber dengan menampilkan slide pertama dan mengingatkan kepada para peserta Belajar menulis ke-8 untuk memiliki motivasi untuk menjadi penulis sampai jadi yaitu di level paling atas "Yes, I did it! 

Jika kita melihat gambaran dibawah ini, kira-kira sampai dimanakah level kita untuk menulis?
Level dari yang terbawah :
1. I won't do it. (saya tidak akan menulis)
2. I can't do it (saya tidak bisa menulis)
3. I want to do it (saya ingin menulis)
4. How do I do it? (Bagaimana saya melakukan untuk menulis?)
5. I'll try to do it. (saya akan mencoba untuk menulis)
6. I can do it (saya bisa menulis)
7. I will do it (saya akan menulis)
8. Yes, I did it! (ya, saya berhasil menulis) 

 
Terdapat 4 pelaku dalam ekosistem Penerbitan yaitu penulis, penerbit, penyalur dan pembaca yang dapat dilihat di slide berikut.



Langkah proses naskah menjadi buku, sebagai berikut:


Penulis memiliki naskah yang sudah jadi kemudian diberikan kepada penerbit untuk dinilai dan diputuskan apakah layak terbit atau tidak. Dan jika naskah tersebut dianggap memenuhi syarat penerbit atau diterima oleh penerbit, maka penulis akan diberi tahu bahwa naskah tersebut akan diterbitkan dengan cara memberikan surat pemberitahuan sekaligus meminta soft copy dari naskah tersebut. Kemudian penulis menandatangani surat perjanjian.  Proses naskah menjadi buku dapat dilihat di schema berikut.



Pada tahap ini penerbit menunggu naskah dari penulis. Setelah soft copy diserahkan, kemudian diedit oleh penerbit dari segi bahasa dll, kemudian di setting, dibuat cover buku sesuai target marketnya, dicetak satu seperti aslinya (dummy) dan diberikan ke penulis untuk dikoreksi (boleh dicoret atau diberi catatan oleh penulis). Selanjutnya dikembalikan ke penerbit untuk dibetulkan dan dibuatkan film. Membuat plat cetak untuk proses pencetakan. Kemudian, setelah melalui tahap plat cetak, kawat cetak dimasukkkan ke dalam alat cetak yang besar untuk pencetakan lembar demi lembar. Satu kateren menghasilkan 8 hingga 16 halaman. Setelah itu masuk ke mesin lipat, binding, wrapping dan terakhir distribusi.

Penulis dinyatakan berhasil apabila:

1. Mendapatkan kepuasan karena bukunya bermanfaat bagi orang lain.

2. Memiliki reputasi, menjadi terkenal dimana-mana ditingkat penyebaran buku. Hal ini dapat dilihat jika banyak follower atau subcriber.

3. Karir meningkat, ditandai dengan terbitnya buku yang ber ISBN milik penulis tersebut yang dapat digunakan untuk naik pangkat.

4. Penulis mendapatkan uang/royalty, semakin besar royalty nya penulis semakin berhasil.


Seperti dapat dilihat dari slide dibawah ini.



Namun jangan puas hanya menulis buku, dicetak dan terpajang di toko buku. Namun perlu dipasarkan ke pembeli agar buku tersebut dapat terjual habis dan penulis dapat royalty besar juga penerbit mendapatkan keuntungan.

Sistem Penilaian di Penerbitan, dapat dilihat dari slide berikut:




Buku di nyatakan sukses apabila buku tersebut laku di pasaran. Urutan berikutnya ditinjau dari keilmuan yang terdapat pada buku tersebut. Sedangkan reputasi penulis dan editorial mempengaruhi sebagian kecil dari kesuksesan buku.


Ciri-ciri Buku yang memiliki peluang besar untuk sukses dapat dilihat dari slide berikut: 



1. Tema tidak populer, penulis populer. Buku ini dapat diterbitkan jika ada order ke Penerbit juga komitmen penulis untuk menepati waktu.

2. Tema tidak populer, penulis tidak populer. Kemungkinan terbesar buku akan ditolak oleh penerbit karena memiliki resiko tidak laku.

3. Tema populer, penulis tidak populer. Hal ini biasanya terjadi pada penulis pemula. Buku ini masih ada peluang untuk diterbitkan. Disarankan untuk terlebih dahulu diawali dengan survey pembaca atau pangsa pasar.

4. Tema populer, penulis populer. Buku-buku ini yang memiliki peluang besar untuk diterbitkan karena akan laku di pasaran.

Statistik berikut menunjukkan trend buku apakah diminati atau tidak.




Sebagai penulis pemula sebelum menulis disarankan untuk membaca trend buku yang diminati oleh pasar yang terdapat pada google trend. Hal ini untuk mengetahui topik apa yang sedang booming. 

Menulis buku pelajaran adalah pilihan terbaik selama kurikulum masih berlaku. Karena buku pelajaran dapat laku pada awal semester.

Reputasi penulis dalam dilihat dari google scholar atau google cendekia seperti slide dibawah:




Sebagai contoh untuk mengetahui dosen yang bereputasi dapat dilihat seberapa banyak karya yang telah dihasilkannya, baik berupa buku maupun jurnal. Jumlah pembaca dapat dilihat dari seberapa banyak citation. Syarat minimal citation bagi penulis yang dianggap terkenal apabila memiliki sekitar 2000 citation oleh pembacanya. Jika penulis bukanlah seorang dosen dan tidak memiliki google scholar, maka informasi dapat diperoleh dari data-data lain. Bagaimana track record penulis tersebut, apakah pernah menulis buku, Dimanakah institusinya, bagaimana pendidikannya, seberapa banyak komunitasnya di media sosial, seperti di blog, istagram youtube,  atau FB nya. Jika banyak followernya berarti penulis tersebut termasuk penulis yang bereputasi. Dan akan memiliki peluang bukunya untuk diterbitkan. Jadi tidak selalu berdasarkan google scholar. 


Oplah Buku. Dasar Penentuan Oplah buku dapat dilihat dari slide berikut:



Proses penerbitan buku berdasarkan dari Oplah buku, yaitu:

1.      Market sempit & lifecyle panjang
2.      Market sempit & lifecyle pendek
3.      Market lebar & lifecyle pendek 
4.      Market lebar & lifecyle panjang 

Proses penerbitan tidak terlepas dari jumlah cetak atau oplah. Semakin besar oplah buku tersebut, maka akan semakin bagus. Cara menentukan oplah tergantung pada letak buku tersebut masuk di kuadran mana. 

1. Jika Market sempit, namun lifecycle-nya panjang, maka penerbit tidak akan rugi, namun lakunya tertunda. Karena buku jenis ini akan laku sepanjang masa, misalnya matematika dasar, anatomi, fisika dasar, dsbnya. 

2. Market sempit & lifecyle pendek. Kuadran ini tidak disukai, bahkan bisa ditolak oleh penerbit, karena menerbitkan buku akan mengandung resiko tinggi, yaitu kerugian. 

3.   Market lebar lifecycle pendek, buku-buku yang masuk kategori ini adalah buku yang tergantung pada perkembangan teknologi, sebagai contoh buku komputer. Bulan ini buku dicetak, namun bulan depan sudah ada buku sejenis keluaran terbaru. Jenis buku ini harus direvisi supaya laku. Buku jenis ini sering membuat penerbit rugi. Sehingga, buku tersebut dimusnahkan oleh penerbit agar tidak menimbulkan biaya gudang.

4.   Market lebar dan lifecycle panjang. Kriteria ini yang paling disenangi oleh penerbit karena buku jenis ini setiap saat akan laku dan jumlahnya besar. Misalnya buku-buku ensiklopedia dan kamus. Buku ini akan laku selama-lamanya. 

Level materi dan lebar pasar dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.       Level Advance: jumlah konsumen sedikit dan jumlah penulis juga sedikit. 
2. Level Intermediate: jumlah konsumen sedang atau menengah, jumlah penulis juga sedang atau menengah.
3.       Level Beginner: jumlah konsumen besar dan  jumlah penulis juga besar.

Pengaruh Produktivitas dan Kualitas ditinjau dari Kategori Penulis. 

1. Penulis tidak idealis dan tidak industrialis. Pada tipe ini buku dipastikan tidak laku. Disarankan menerbitkan di penerbit indie.

2. Penulis tidak idealis namun industrialis, memungkinkan bukunya masuk dalam lingkup pasaran kecil namun mampu bertahan lama. 

3. Penulis idealis namun tidak industrialis, kemungkinan bukunya laku dipasaran namun tidak bertahan lama karena ilmunya tidak up to date. 

4. Penulis idealis dan industrialis, tipe paling baik karena  buku dapat laku dipasar yang luas dan bertahan sepanjang waktu. 

Konsistensi Gaya Selingkung.

Penerbit dapat menetapkan lebih dari satu cara pengutipan dan penulisan daftar pustaka sesuai dengan lingkup bidang penerbitannya, misalnya standar:

1.      American Language Association (ALA)
2.      Michigan Language Association (MLA)
3.      Chicago Manual Style (CMS)
4.      American Psychology Association (APA)
5.      Vancouver Style
6.      Harvard Style

Sekali menggunakan gaya ALA maka selalu harus menggunakan gaya tersebut. Hal ini juga akan memepermudah penggunaan citation.

Gaya pengutipan dan penulisan daftar pustaka harus diterapkan secara konsisten untuk setiap terbitan.

Inilah sejumlah poin penting yang harus mendapatkan perhatian lebih dari para penulis, agar dapat di terbitkan oleh Penerbit ANDI Offset.

Kesimpulan:

Untuk sukses menjadi penulis dibutuhkan motivasi yang kuat. Dan jika ingin sukses menerbitkan buku, maka penulis perlu memperhatikan sejumlah kriteria, baik kriteria buku maupun kriteria penulis.

Demikian pelajaran yang di dapat dari Bapak Joko Irawan Mumpuni. Semoga bermanfaat.







Thursday, May 21, 2020

MENDOKUMENTASIKAN SEMUA KEGIATAN DI BLOG DENGAN BAPAK DEDI DWITAGAMA

By Nani Kusmiyati
 
Bapak ibu Jika ingin mengenal lebih dekat dengan narasumber kita, silakan mengunjungi link berikut: Biodata Tentang Pak Dedi Dwitagama.
Bapak Dedi Dwitagama dengan segudang prestasi, pengalaman dan pendidikan menjadikan beliau dikenal oleh para siswanya, rekan kerjanya dan group-group menulis lainnya. Salah seorang muridnya di SMKN 50 Jakarta berpendapat bahwa Bpk Dedi adalah salah satu guru yang asik, gaul, keren, kreatif dan cerdas. Guru idaman para siswanya karena tidak galak dan santai dalam mengajar. Tepatnya beliau sebagai guru Bimbingan Konseling di SMKN 50 Jakarta. Bapak Dedi memiliki hobi sebagai photografer. Setiap kegiatan selalu di dokumentasikan. Mulai dari makanan  kesukaan, opini tentang kinerja guru saat ini, opini ketika visit di negara orang, dll. selalu beliau dokumentasikan dan beliau tulis. Pro dan kontra tentunya beliau dapatkan dari comment-coment para pembacanya. Beliau mulai ngeblog tahun 2005 di http://dwitagama.blogspot.com.
Pada kuliah kali ini beliau menjelaskan beberapa point tentang mendokumentasikan semua kegiatan di blog. Beliau menulis di blog tidak terlalu panjang, namun sering. Penjelasan tentang Blog menurut Bapak Dedi : Secara sederhana blog seperti diary atau catatan harian yang diunggah ke internet dan bisa dinikmati oleh orang sedunia. Beberapa pengalaman beliau yang menjadikannya keliling Indonesia dan mendatangkan rejeki adalah sebagai pembicara  yang diminta Event Organizer sebagai hasil dokumentasi beliau di di https://trainerkita.wordpress.com. Beliau memiliki instagram, podcast, youtube, jika ingin mengetahui kegiatan bapak Dedi dapat di cek di link beliau, dihalaman paling bawah.
Bapak Dedi, memanfaatkan nikmat Allah, memiliki notebook, HP dan akses internet, sehingga banyak menulis blog dengan aplikasi android di HP. Blog
harus sering dikunjungi, disiram dengan artikel, dijawab balik komentar pembaca, kalau sedang kering ide, melihat" blog orang lain, dan biasanya akan muncul ide, dan kemudian ditulis. Jika sedang banyak ide, beliau menulis sekaligus beberapa artikel. Setiap artikelnya tidak perlu terlalu banyak, cukup dua atau tiga alinea dilengkapi foto atau video, dan diposting terjadwal seminggu sekali. Andai punya 8 artikel, artinya dua bulan ke depan beliau tidak perlu posting lagi dan artikel kita akan muncul sendiri. Jika ada ide lagi beliau menjadwalkan buat dua bulan berikutnya.
Merawat blog, persis seperti merawat cinta kasih, merawat tanaman, hewan, dsb.
Artikel menarik itu adalah penilaian pembaca blog kita. Beliau tidak berfikir apakah posting yang ditulis bakal jadi menarik dan banyak pembacanya atau tidak. Beliau tidak begitu memusingkan, karena beliau akan tulis aja apa yg ingin di tulis, selanjutnya biarkan pembaca sendiri yang menemukan tulisannya. Beliau pernah memposting karyanya, yang ditulis pada tahun 2017 dan ternyata menjadi hits, dibaca lebih dari 7.000 kali. Pada saat ide muncul mengalir aja untuk menulis. Pada saat tidak ada jam pelajaran di kelas beliau menulis sambil menunggu waktu pulang.
Sekarang beliau senang menulis blog dengan menggunakan HP sambil menunggu anak beliau di parkiran sekolahnya atau saat menunggu istri pulang kerja. Artikelnya tentang apa saja yang terlintas di fikiran saat itu. Dua atau tiga alinea disertakan foto atau video, kemudian di upload.
Berikut sesi tanya jawab peserta belajar menulis ke 8.
Bapak Dedi menjelaskan, jika blog kita mau dikomentari orang, Kita wajib berkunjung dan memberi komen blog teman juga, dan itulah etikanya. Pada umumnya pembaca atau penikmat blog mencari dimesi telusur gogle dapat melalui JUDUL artikel atau Nama PENULIS BLOG itu sendiri. Namun mereka lebih banyak menelusuri melalui kontent yang ingin dibaca.  Jika kita ingin blog banyak pengunjungnya menulislah hal-hal yang menurut kita banyak dibutuhkan orang saat ini dan gunakan judul yang menarik perhatian.
Bapak Dedi memiliki banyak situs dalam menulis seperti blogspot, wordpress. kompasiana, instagram, youtube, dll, karena masing-masing memiliki karakter dan keunggulan sendiri". Blogspot itu generasi blog terdahulu, wordpress lebih baru dan biasanya teknologi terbaru memiliki banyak keunggulan. Kompasiana itu pembacanya luar biasa. Mereka adalah perwakilan orang indonesia di seluruh dunia yang gemar menulis dan membaca, jadi seru menulis di kompasiana karena lebih menantang. Di Blog kita, bisa bercerita dengan tulisan, agar tulisan lebih menarik disertai foto atau video. Jika instagram lebih ekspose ke foto, captionnya cuma bisa seperlunya, youtube menuntut kemampuan narasi lewat adegan visual. Jadi masing-masing media memliki feel yang berbeda karena ada keseruan tersendiri. Sedangkan podcast lebih menantang lagi, harus bercerita tentang apa saja yang memenuhi kebutuhan pendengarnya, karena cuma audio podcast bisa dinikmati sambil mengerjakan apa saja, dimana saja, dan belum banyak orang yang punya podcast. Kita bisa eksis di podcast.
Judul tulisan boleh dibuat Aneh karena blog itu milik pribadi. Namun coba dibayangkan sendiri jika kita sebagai pembaca blog orang lain yang menuliskan judul tertentu dan beda isinya bagimana rasanya? Sehingga rasa empati dapat menjadi kontrol dalam memproduksi tulisan.
Pada intinya blog pun daapt menjadi saran belajar yang meriah karena kita dapat
memanfaatkan waktu yang diberi Allah, daripada bergosip dan ribut dengan tetangga, lebih baik menulis supaya dapat duit.
Manusia itu unik, sebebas apapun kita menulis artikel di blog, pembaca akhirnya akan mengetahui keunikan kita. Tidak perlu kita setting, mengalir saja, biarkan waktu yang menentukan karena akan indah pada waktunya. Jika kita ingin memberi kepuasan kepada viewers silahkan produksi terus tulisan tentang hal yang disukai mereka. Namun ada trend nya saat orang bosan dengan tema tertentu, tulisan kita tidak akan laku lagi. Jika kita menulis sesuai passion kita, mungkin tulisan itu tidak bernilai sekarang namun ternyata menjadi booming dan dibutuhkan orang sekian tahun kedepan. Menulis saja apa yang mau ditulis. Masalah nanti akan dibaca atau tidak tidak usah diperdulikan, yang penting happy saja.
Jika kita menulis opini atau artikel di wordpress sepertinya tidak akan hilang, karena kontrolnya tak terlalu ketat. JIka dimuat di kompasiana bisa jadi hilng, karena ada redaksi yang kerjanya mengamati isi tulisan, dan mereka punya sistem yang mendeteksi tulisan hasil kopi paste, pasti akan ketahuan dan dihapus, syaratnya jika ada copy paste tidak lebih dari 25 persen dari artikel. Untuk di FB kemungkinan bisa hilang tulisan karena melanggar ketentuan.
Kesimpulan dari narasumber:
Menulis di blog adalah salah satu alternatif di era digital yang mudah dikerjakan oleh setiap orang karena bisa jadi penanda atau jejak kehidupan kita, dan ketika tulisan kita bermanfaat buat orang lain maka pahalanya bakal terus mengalir walau kita sudah tak ada. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat buat sesama.
Beberapa Referensi link narasumber yang dapat dikunjungi, sebagai berukut:
Kemana saja perjalanan narasumber sebagai pendidik bisa disimak di https://trainerkita.wordpress.com/about/
Jika suka instagram, silahkan mampir ke http://instagram.com/dwitagama
Jika gemar menyimak yutub silahkan ke http://youtube.com/dwitagama
mendokumentasikan ide pendidikan dan kegiatan sekolah di: http://dedidwitagama.wordpress.com
Kerja sampingan yang sangat luar biasa menghasilkan di http://trainerkita.wordpress.com

Jika ingin berkunjung ke Bapak Dedi, inilah alamat beliau:
Jl. E.1 No. 3 Cipinang Muara Raya
Jatinegara – Jakarta Timur 13420 Indonesia
Telepon : (62-21) 8509054 – HP: (62) 812 8534 836
Demikian yang dapat saya rangkum dari pelajaran Bapak Dedi Dwitagama. Semoga dapat memperkaya pengetahuan kita. Amiin.


 


Wednesday, May 20, 2020

Diary seorang guru part 1

Membongkar 10 Hambatan Menulis - Kompasiana.com
Sumber Gambar: Kompasiana.com

Pagi ini selesai sholat dhuha, saya langsung cek WA dari group, banyak banget yang belum saya baca, tiba-tiba, pikiran saya melayang ke siswa saya yang baek-baek, yang kadang-kadang tidak dapat saya ketahui secara pasti keberadaan nya karena selama pandemi covid -19 ini, kita belajar bahasa Inggris secara online. Saya mengingatkan siswa-siswa saya :

“Dear all, hope everyone is in good condition,.
Sekali lagi mengingatkan ya, besok masih ada pelajaran, jika pas senggang dengan kegiatan rumah atau kantor, usahakan baca-baca bukunya dan mulai mengerjakan, cukup 1 jam dan nanti diteruskan lagi.

Sebagai info Kibi (Kursus Intensif Bahasa Inggris) sebelum Covid-19, tiap hari harus masuk dan tiap hari ada PR.
Tapi yg penting sekarang adalah kehadirannya,. kita laksanakan sesuai ST juk ya (Surat Telegram Penunjukan), juga SP dari satker (Surat Perintah dari Satuan Kerja).
Jika Satker lupa tolong diingatkan,. jika ada masalah dengan Satker info ke Disdikal (Dinas Pendidikan Angkatan Laut), boleh ke saya. Walau submit tugas terlambat,. tidak papa yang penting mengerjakan. Syukur-syukur jika bisa tepat waktu. Kita teachers fleksibel saja dengan siswa. Namun jangan sampai dalam satu hari tidak ada comment sama sekali di group. Saya takut kalau tidak ada comment, terjadi apa-apa, karena masih tanggung jawab Disdikal. Yang kegiatan sertijab, yang mau persiapan Sesko, yang sedang layar masih bisa lah untuk comment, yang sedang kursus double, bisalah untuk comment. Be serious Gaess... Thanks yang sudah response, yang lain saya tunggu respond nya. 

Beberapa siswa meresponse, diantaranya :" We all hope this pandemic is over soon, so we can study easier."
“Yes of course,. I personally want to meet you all.. Believe me, if you become our students now, we will help you to reach your goal, pastinya yang berhubungan dengan Bahasa Inggris ya. Nah ada permintaan dari saya ya, setiap hari, setiap siswa berkunjung ke blog temannya, satu hari 3 teman dan baca 3 artikel dari masing-masing teman dan beri comment y, tidak usah panjang-panjang comment nya, tapi jangan juga cuma Ok.,  Termasuk baca blog saya y 1 artikel saja, hahaha. Nanti setelah baca dari blog temennya,. bisa buat cerita, contoh: Hari ini sy sudah visit di blog A, B, C. banyak hal yang saya pelajari walaupun hampir sama dengan jawaban saya, bahkan persis, hahaha. Lay out blognya bagus,. sya harus buat sama / senada atau lebih bagus dari teman saya. Terus masuk ke google translate. Jadilah 1 artikel dalam bahasa Inggris,. keren kan?? Jika sudah bisa komunikasinya di google translate dikurangi.

Entah apa yang merasuki saya, yang jelas saya ingin mengungkapkan ini tidak hanya ke siswa-siswa saya saja tapi juga ke para pengajar bahasa Inggris yang lain. Saya juga mengingatkan kepada guru lain:

“Assalamualaikum,. Mengingatkan, Jumat masuk ya, jadi Jumat ini masih ada pelajaran, mohon bantuannya, sesuai jadwal, semangat dengan memintarkan SDM TNI AL dan kita fleksibel saja dengan mereka karena kondisinya memang demikian,. Yang penting siswa mau belajar saja, kali ini kita tidak bisa mengukur progres mereka secara Kuantitative berupa score- score, sekarang yang kita nilai Kualitatif nya, diantara nya mau Belajar saja Alhamdulillah,. syukur-syukur mereka mau menyelesaikan tugasnya walau terlambat,. mohon partisipasi nya untuk sekali-kali mengintip blognya dan beri comment biar seneng dan semangat belajar, walau cuma good, excellent,. need to revise, etc. Kalau tidak ada waktu dibaca saja 2 or 3 topics yang sudah mereka tulis,. Saya ucapkan terima kasih atas partisipasinya,. “
Ini  adalah alamat blog mereka,, thank you. (Saya berikan alamat blog ke guru-guru dan siswa-siswa).

Saya tahu betapa sulitnya bagi guru dan siswa untuk saling menyesuaikan pada saat pandemi covid ini. Jika kondisi normal, kita dapat memonitor progress mereka secara mudah. Saat ini yang dapat kami lakukan sebagai guru, bagaimana mentransferkan ilmu kami kepada siswa, bagaimana memotivasi mereka untuk tetap belajar. Walau level mereka tidak murni Elementary tapi ada juga Intermediate, mereka harus tetap memelihara bahasa Inggris mereka. 

Nah bapak ibu, kami memohon maaf jika ide-ide, suara hati yang saya tuangkan di blog saya ada yang kurang berkenan di hati. Pada prinsipnya saya perduli dengan bapak ibu, adik-adik saya pengajar bahasa Inggris, siswa-siswa saya yang berusaha menyisihkan belajar untuk meningkatkan kualitas diri. Saya hanya guru biasa, yang banyak memiliki mimpi untuk mewujudkan SDM kita menjadi lebih baik dan memacu diri saya menjadi lebih baik lagi. Saya bangga jika adik-adik saya, para pengajar juga siswa-siswa saya sukses di kemudian hari. 

Believe me, saya hanya bisa berikan cinta tulus sebagai seorang kakak kepada adik-adiknya, sebagai seorang ibu kepada anak-anaknya. 

Harapan saya, menjadilah INTAN dimanapun kita berada. Amiin..


Note: Untuk adik-adikku guru bahasa Inggris dan siswa-siswaku KIBI ke 19 TA 2020.


Tuesday, May 19, 2020

Berbagi Pengalaman Menjadi Pemenang Inobel dengan bapak Arif Darmadiansyah


Selasa, 12 Mei 2020
By Nani Kusmiyati


Bapak Arif Darmadiansah, S.Pd., guru di SMA Negeri Probur, Kab Alor, Prop Nusa Tenggara Timur, yang memiliki keahlian di bidang Biologi dan Komputer, berdomisili di Teluk Mutiara (depan PMI kalabahi) Nomor 50 Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur (NTT). Berbagai prestasi telah diraih, diantaranya: (1) Juara II Inovasi Pembelajaran Jenjang SMA/SMK Tingkat Nasional, 2016, (2) Finalis Lomba Pendidikan Karakter Bangsa Jenjang SMA/SMK Tingkat Nasional, 2017, (3) Penerima Research Grant SEAMEO, 2017, (4) Juara I Inovasi Pembelajran Jenjang SMA/SMK Tingkat Nasional, 2018., (5) Peserta Shortcourse Digital Tool MOOCs di Charles Darwin University, 2019 (6) Delegasi Indonesia dalam Shortcourse Asessment Purpose for teacher science Recsam Penang, Malaysia, 2019, (7) Juara I Guru Dedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir) meliputi: (a) Digital Learning 4.0 untuk Pendidikan Indonesia ISBN 978-623-91182-6-6, Tahun 2019, (b) Merajut benang kemandirian melalui tambang kemaritiman ISBN 978-602-6245-27-4 Tahun 2019, (c) Jurnal: Engineering Edu Jurnal Ilmiah pendidikan dan Ilmu Teknik, LIPI. (2017), (d) Jurnal: Prosiding Lomba Inovasi pembelajaran Kesharlindung Dikmen Kemdikbud (2017), (e) Buku Latihan : Biologi GOKIL 100% (Gol Kilat Tembus Nilai 100 UN), (2016). (f) Buku Pelajaran :Biologi 2 Untuk SMA Kelas XI Semester 2 (2015). (g) Buku Latihan : IPA 100% GOKIL (Gool Kilat Tembus Nilai 100) Ujian Nasional (UN) SMP (2014)., (h) Buku Latihan : Tembus PTN (Perguruan Tinggi Negeri) (2013), (i) Buku Latihan : IPA 100% GOKIL (Gol Kilat Tembus Nilai 100) UN. 

Jika berkenan berkorespondensi dapat melalui email: 
darmadiansah.arif@gmail.com

Mengawali pelajarannya bapak Arif mengucapkan salam dan memperkenalkan diri:

Bapak Arif menceritakan pengalamannya tentang kompetisi inobel di tingkat nasional. Beliau adalah guru Biologi berasal dari Solo dan mengabdi di Alor NTT. Pertama kali mengikuti inobel pada tahun 2016 dari sebuah ide atau gagasan sederhana. Ingin membuat kelas menjadi menarik dan menyenangkan. Selain itu kualitas pembelajaran juga kurang optimal. Dan yang utama tiada sarana prasarana yang mencukupi. Ide inovasi bisa muncul dari sebuah masalah atau potensi. Demikian juga yang dihadapi bapak Arif banyak sekali masalah yang dihadapi. Berawal dari ide kemudian dipikirkan kemungkinan dapat diterapkannya or tidak ide tersebut di sekolah dengan kondisi sekolah yang tidak ada listrik dan sinyal telpon apalagi internet. Kemudian beliau mengembangkan ide tersebut menjadi sebuah produk yang dapat berupa media, bahan ajar, atau lainnya. Menuliskannya menjadi sebuah karya ilmiah dan bersiap untuk mengikuti kompetisi. Karya ilmiah dapat berupa penelitian tindakan kelas, eksperimen atau yang dibuat untuk pengembangan (R&D) karena setiap jenjang berbeda kaidahnya. Hal ini untuk jenjang DIKMEN. Dan untuk DIKMEN dapat di akses di link berikut:



Sementara untuk kelengkapannya bisa diakses di sini.   
Untuk mengakses tautan-tautan tersebut, sebelumnya kita harus memiliki username dan password untuk log in.

Narasumber menjelaskan Tahapan Lomba Inovasi
Pendaftaran dan seleksi lewat portal di Kesharlindung. Lomba ini terbuka untuk semuanya. Ada beberapa syarat administrasi yang diminta, misalnya surat pernyataan aktif mengajar, surat bukan kepala sekolah, dsbnya.

Tahap pertama seleksi administrasi, kemudian dilakukan penilaian proposal penelitian. Apabila lolos maka akan mendapatkan undangan bimtek dari Kemendikbud, setelahnya melakukan penelitian pelaksanaan di sekolah. Lalu dilakukan seleksi dan didapatkan peserta finalis yang akan kembali di undang untuk mempresentasikan hasil karya ilmiahnya.

Untuk jenjang SMA ada 3 bidang, yaitu SMA, SMK dan Sekolah Inklusi. Sementara untuk jenjang Dikdas, langsung mengirim laporan hasil penelitiannya. Bidang yang dilombakan diantaranya IPA, SOSHUM dan lainnya. Tahun 2016 diambil 100 peserta yang lolos sebagai finalis. SMA 50 dan SMK 50, di mana pada tahun itu belum ada inklusi. Tahun 2018 format dibedakan kembali. Ada kategori utama bagi peserta yang pernah juara, madya yang pernah masuk finalis namun belum juara dan pemula bagi yang pertama kali mengikuti.

Tes yang dilakukan saat babak final meliputi tes tertulis, tes presentasi dan laporan hasil penelitian. Tes tertulis berisi soal pedagogik pilihan ganda 100 soal.

Narasumber menjelaskan tentang inovasi yang di lakukan di sekolah.
Sekolah saya di ujung Alor. Daerah 3T kalau orang bilang. Terpencil, terluar, terdalam dan ter ter lainnya. Berada di puncak perbukitan, berbatasan langsung dengan negara tetangga Timor Leste yang dipisahkan oleh selat. Minimnya sarana prasarana membuat kegelisahan dan tantangan untuk berbuat lebih baik. 

Pada tahun 2016, terinspirasi dari sebuah proyektor hologram 3D. Pak Arif ingin menjelaskan invertebrata, tapi anak-anak tidak punya gambaran sama sekali. Agar menarik beliau mencoba membuat alat peraganya. Pertama terbuat dari mika tutup CD bekas, yang dibentuk seperti prisma sebagai tempat hologramnya dan HP android sebagai penayang video atau gambarnya. Mika CD yang digunakannya adalah mika bekas atau bisa disebut limbah dan beliau dapatkan dari rekan guru. Ketika lolos sebagai finalis, beliau mengganti mika CD dengan akrilik, seukuran A4 seharnga Rp.30.000. Akrilik dipilihnya karena tampilan lebih jelas, gambar juga detail dan tidak kusam. Pak Arif menggunakan metode pengembangan (Research & Development) dalam penelitiannya. 

Setelah produk jadi, pak Arif memberikan ke pengawas sekolah untuk dinilai dan hasilnya valid atau layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Setelah itu, diuji cobakan ke siswa dan mendiseminasikan ke teman guru lain. Hasil yang didapat diketahui bahwa minat dan hasil belajar anak meningkat. 

Pada tahun 2018, bapak Arif sudah punya gambaran dan pengalaman sebelumnya. Jadi lebih siap dengan apa yang harus dilakukan. Media ini diberi nama Millea : Mikroskop Lensa Laser Tenaga Surya. Beliau mendapat ide ketika akan melaksanakan pembelajaran struktur tumbuhan dan tidak ada mikroskop untuk pengamatan, padahal Biologi 40 persen praktek di lab yang membutuhkan alat, salah satunya mikroskop. Media ini juga sederhana, hanya HP yang ditambahkan lensa laser bekas mainan anak-anak yang biasa dipakai untuk sorot-menyorot sehingga perbesarannya bertambah, dan sudah cukup untuk dapat melihat struktur anatomi tumbuhan. Walaupun belum maksimal, namun ada hal baru yang siswa dapatkan.

Dari awal beliau berniat hanya buat belajar, bukan ikut berkompetisi. Pada tahun 2018, beliau hanya berencana untuk ikut ambil bagian dan sisanya adalah bonus saja. Dapat berkenalan dengan teman guru se Indonesia. Beliau tidak menyangka yang biasa di hutan dapat berada di tengah-tengah mereka. Demikian pengalaman yang dapat beliau bagikan dalam mengikuti lomba inobel.

Sesi tanya jawab.

P - Inovasi pendidikan yang bagaimana yang dapat membuat guru sukses ikut olimpiade?

J - Bidang inovasi itu banyak sekali pak. Tergantung tujuannya apa. Strategi pembelajaran mungkin bisa dijadikan sebagai inovasi untuk tujuan tersebut.

P - Mohon idenya untuk karya inovatif untuk mapel kimia yang bermanfaat dan tidak sulit untuk anak sekolah.

J - Kimia masih serumpun dengan mapel saya. Dan terkadang saya juga ikut mengajar kimia. Karena tidak ada guru kimia. Kalau ditanya ide, setiap permasalahan di sekolah beda-beda. Media yang saya buat jelas tidak dapat digunakan di Kudus. Namun saya melihat anak-anak saat ini sangat tertarik dengan dunia digital. Siswa saya yang di kampung saja punya android, padahal tidak bisa dipakai. Mungkin itu bisa dimanfaatkan sebagai potensi untuk mengembangkan sebuah media digital bagi mereka. 

P
1. Bagi guru  yang ingin ikut kompetisi seperti itu tetapi terhalang NUPTK yang belum keluar, apakah Pak Arif mempunyai kekuatan info terkait lomba yang tidak mempermasalahkan NUPTK?
2. selama pandemi, inovasi apa yg bapak lakukan ketika mengajar? Terkait kita harus WFH dan siswa LFH?
3. Untuk mikroskop tadi, preparat yang digunakan tetap preparat pada umumnya ataukah bagian tumbuhan asli?
J
1.   Setahu saya sekarang syaratnya tidak menggunakan NUPTK Ibu, hanya tangkapan layar dapodik yang menandakan bahwa guru tersebut jelas mengajar di sekolah tersebut.
2.     Selama WFH sekolah kami belajar di rumah. Kegiatan belajar kami sampaikan lewat SMS HP. Kami bagi perwilayah atau daerah. Setiap jam pelajaran di hari tertentu salah satu siswa yang mempunyai HP mencari tempat sinyal. Kemudian disampaikan. Tugas berbentuk portofolio dan laporan. Ketika nanti sudah aktif KBM siswa siap untuk berbagi hasilnya. Selain itu saya juga membuat media android Ibu yang bisa diakses secara offline.
3.     Preparatnya sama saja seperti praktek biasa, namun masih terbatas pada struktur tumbuhan.

P
1.  Bagaimana langkah membuat inovasi pembelajaran?
2. Yang mana lebih tinggi nilainya menggunakan bahan bekas daripada bahan modern dlm inovasi pembelajaran?

J
1. Tahapan inovasi untuk menghasilkan produk baru berbeda-beda pak tergantung rujukan siapa yang kita pakai. Namun garis besarnya: Ide - pembuatan- validasi ahli- uji coba dan produk jadi.
2.  Instrumen penilaiannya banyak Pak, bahan yang dipakai hanya salah satu. Aspek mudah digunakan, mudah didapatkan, mudah ditiru, dan seberapa manfaat produk itu menjadi penilain yang tinggi.

P.
Dalam pembuatan karya inovasi seperti yang Anda telah lakukan biasanya kendala apa yang paling Anda rasakan dalam pelaksanaannya? Apakah sebuah karya inovasi haruskah berdasarkan pada 1 tingkat kemampuan anak didik atau karya inovasi yang dibuat harus bisa menaungi semua kemampuan peserta didik?

J
Kendala yang biasa muncul ya hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Atau tidak layak ketika kita validasikan ke ahli. Inovasi yang dilakukan untuk menjawab permasalahan yang muncul di latar belakang yang kita tulis. Dalam media yang saya buat tidak bisa menaungi semua kemampuan.

P - Karya inovasi itu ditulis dalam bentuk laporan penelitian PTK atau ada format khusus laporan karya inovasi ya?

J - Inovasi dapat ditulis dalam format karya ilmiah apapun. Kalau pengembangan berarti mengikuti penulisan penelitian Rnd. Kalau penerapan atau penggunaan maka mengikuti penulisan penelitian PTK atau eksperimen. Bahkan apabila kita mencoba sesuatu yang baru kemudian kita tulis saja secara deskripsi itu termasuk dalam penulisan best practice.  Sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari bapak ibu sudah dan sering melakukan inovasi namun tidak terdokumentasi atau tertulis dalam karya ilmiah.

P - Bagaimana langkah awal dan cara membuat karya ilmah sampai bisa sukses itu gimana Pak?
J - Penulisan karya ilmiah seperti kita membuat skripsi saat kuliah. Ada latar belakangnya, tujuan, manfaat, metode, data, hasil serta kesimpulan. Nanti saya coba bagikan file penulisan karya ilmiah yang dipresentasikan dewan juri. Insyaallah saya cari terlebih dahulu.

P - Apakah Bapak guru Biologi dan juga guru Komputer? Gr di belakang nama Bapak itu singkatan apa?
J - Gr itu gelar yang diberikan setelah mengikuti Pendidikan Profesi Guru selama setahun. Gr itu sebutan Guru di sertifikat pendidik. Saya guru biologi namun suka komputer.

P - Apa kriteria utama penilaian  dewan juri terhadap sebuah karya inobel?
J - Instrumennya banyak. Nanti saya share ya Pak. Namun, yang utama untuk produknya orisinal atau keterbaruan, kebermanfaatan atau dampak, mudah ditiru atau digunakan.

P - Bagaimana minat dan hasil anak sebelum menemukan alat (karya inovatif)? Apakah ada ide lain untuk mengembangkan karya itu.  Bagaimana guru yang lainnya. Apakah juga membuat karya inovatif yang juga memilili manfaat untuk anak-anak?

J - Hasilnya minat anak naik signifikan Ibu. Saya membawa produknya saja mereka sudah tertarik apalagi mencoba untuk menggunakannya. Ada hal baru yang mereka dapatkan. Hasil belajar naik tidak signifikan. Hasil belajar didapat dari nilai tes dan tugas. Nilai tes dari yang dapat 30-an meningkat menjadi 50-an. Nah nilai tugas yang baik. Sebelumnya untuk mengumpulkan tugas saja selalu terlambat sekarang ada perbaikan. Untuk guru kami masih kurang Ibu. Di sekolah kami ada 15 guru. 3 PNS dan lainnya kontrak. Inovasi ini yang pertama di sekolah. Setelahnya saya ajak teman guru untuk ikut bergabung dan mengembangkan kelasnya.

P - Dari dua narasumber yang dihadirkan yang kemarin Bp. Tri Agus Cahyono, M.Pd. dan sekarang Bp. Arif Darmadiansah. Dari inovasi pembelajaran yang dihasilkan keduanya sama-sama menggabungkan antara media/ alat peraga dengan teknologi. Pertanyaannya apakah kriteria pembuatan inobel untuk tingkat nasional Pak?

J - Ada instrumen penilaian sesuai standar penyelenggara. Sistematika laporan, Penilaian media hingga intrumen penilain presentasinya. Nanti setelah selesai saya bagikan melalui Mr Bams atau OmJay. Ada panduan dan formatnya.

P - Metode apa yang paling dominan Bapak gunakan dalam proses belajar? Apa alasan Bapak menggunakan metode tersebut?

J -Yang paling dominan saya menggunakan metode diskusi, pengamatan dan penyampaian hasil. Biasanya dengan model Projek based learning atau Problem based learning. Alasannya kedua model tersebut dapat menggali kemampuan siswa secara sebenarnya. Tak hanya kognitif namun menyeluruh.

P - Bagaimana cara memotivasi siswa yang lebih suka membantu ortunya di kebun karet daripada ke sekolah? Ada juga murid yang suka mengganggu temannya. Sepertinya harus sekolah ke SLB. Tapi di tempat saya belum ada sekolah SLB. Saya kewalahan jadinya. Terima kasih ilmunya Om Arif.

J - Hal yang sama terjadi di kami. Orangtua lebih suka anaknya bekerja diladang untuk membuka hutan atau mencari hasil.  yang pernah kami lakukan adalah visit home ibu. Bertemu keluarga dan anaknya menjelaskan pentingnya sekolah. Minimal sampai SMA lah, kesadaran untuk belajar masih rendah. Untuk siswa yang berkebutuhan khusus harus mendapatkan perhatian lebih dibanding siswa lainnya Ibu. Sekarang masuk sekolah inklusi. Mohon maaf itu juga saya belum punya pengalaman.

Demikian pelajaran yang disampaikan oleh Bpk Arif Darmadiansyah.

Untuk melengkapi pelajaran Bapak Arif membagikan Video tentang keberhasilannya :






















NYANYIAN ALAM

  pexels-alex-azabache-3214944 NYANYIAN ALAM   Deburan ombak Desiran angin Gemerisik daun kering Berpadu indah menenangkan hati ...