Wednesday, June 8, 2022

PIJAR LENTERA ASA

 BUKU PIJAR LENTERA ASA

 

 

Buku Pijar Lentera Asa buku karangan Pak D Susanto bercerita tentang memoar seorang guru pembelajar. Didalam sinopsisnya dijelaskan perjalanan karir seorang guru atau juga disebut pendidik, yang tidak selalu dimulai dari daerah dengan fasilitas lengkap. Beberapa guru mulai mengabdi di daerah terpencil dengan fasilitas minimalis. Sebagai contoh Pak D Susanto, penulis buku ini. Beliau adalah salah satu penulis yang mengawali karirnya di daerah pedalaman di Kabupaten Musi Rawas. Bersama 24 orang guru, Pak D Susanto berangkat meninggalkan pulau Jawa untuk memintarkan anak-anak di 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Musi Rawas.

Buku ini berisi pengalaman para guru atau lebih dikenal dengan sebutan pahlawan tanpa tanda jasa, dengan dinamika yang dialami disana beserta suka dukanya. Buku dapat menjadi sumber inspirasi bagi para guru lainnya, khususnya bagi guru di daerah Kabupaten Musi Rawas juga bagi guru di daerah terpencil lainnya yang memiliki pengalaman serupa. Harapan penulis pada sinopsis bukunya, guru harus tetap berkarya yang diwujudkan dalam bentuk karya tulis.

Buku Pijar Lentera Asa juga merupakan rekam jejak Pak D Susanto bersama rekan-rekan seperjuangannya yang ditulisnya dengan tujuan untuk mengabadikan momen, buah pikiran, dan untuk kebutuhan. Seorang guru harus memiliki karya tulis demi masa depan gemilang karirnya. Buku dengan editor ibu Sri Sugiastuti juga lebih populer disapa dengan sebutan ibu Kanjeng, disain sampul dan tata letak oleh bapak Yassin Cahyo Ramadhan yang diterbitkan oleh CV Oase Pustaka, Palur Wetan Mojolaban Sukoharjo dan Kata Pengantar oleh bapak Raslim, S.Pd., Ketua PGRI Kabupaten Musi Rawas. Buku ini terdiri dari 172 halaman, empat Bab, 53 sub topik sarat dengan pengalaman sehari-hari yang penulis alami.  Akan puas jika dapat membaca isi seluruh buku ini. Sahabat literasi di dunia maya jika ingin mengetahui pernik-pernik kehidupan silakan miliki buku ini.

Terima kasih Pak D atas hadiah bukunya. Ditunggu karya-karya lainnya.

NANI

9 Juni 2022



HADIAH BUKU DARI PAK BRIAN

 HADIAH BUKU DARI MAS BRIAN



Sore tanggal 7 Juni 2022 tepatnya sore hari, aku duduk di depan laptop di dalam kamarku. Seperti biasa sambil mengetik tugas-tugas kantor aku menikmati secangkir kopi hangat dengan kudapan bolu kacang hijau pemberian dari salah satu stafku dari Jawa Tengah. Jika aku bosan mengetik tugas kantor aku melanjutkan mengetik jurnal Internasional yang baru sampai Bab tiga. Jika aku bosan mengetik aku menonton berita di chanel TVRI yang aku rasa program-programnya semakin bagus jika dibandingkan TV Swasta karena lebih variatif dan bersifat edukasi.

Bersyukur di dalam kamar bisa melaksanakan kegiatan multi fungsi tidak hanya untuk melepas kepenatan namun juga untuk bekerja atau menambah kepenatan. (hahaha) Jika setiap hari,  ketika berada di rumah aku bisa melaksanakan banyak hal artinya aku sedang sehat dan sedang dalam kondisi prima. Ada kepuasan tersendiri jika ada hal yang dapat diselesaikan. HP ku juga sangat membantuku untuk belajar meningkatkan listening dan reading bahasa Inggrisku. Maklum sudah lama tidak ada info dinas ke luar negeri. Namun sebenarnya tidak perlu ke luar negeri secara langsung, karena kita bisa jalan-jalan kedunia maya dari negara satu ke negara lain melalui internet walaupun pengalamannya sedikit berbeda.  Aku sempatkan untuk membaca buku sekaligus mendengarkan dari ‘Headway’ yang aku install via play store.  Saat itu aku sedang membaca buku yang berjudul, ‘Atomic Habits.” Baru membaca bab 3, tiba-tiba pintu kamarku di ketuk oleh putraku sambil memberikan bingkisan kecil terbungkus rapi dengan karton coklat dan terdapat nama pengirim diatas karton tersebut. Ternyata bingkisan dari mas Brian dan saya sudah dapat menduga isi bingkisan itu pasti buku, karena dua hari sebelumnya mas Brian meminta alamatku.

Buku dengan cover berwarna biru dengan judul, “Aksi Literasi Guru Masa Kini.” Buku yang berjumlah 94 halaman berukuran sedang dengan 19 sub topik membuat aku ingin segera membaca secara sekilas. Ingin membaca secara detail namun masih ada beberapa bacaan yang masih antri diatas meja. Terutama beberapa referensi untuk menyelesaikan jurnal internasional.

Ilustrasi pada setiap halaman adalah gambar buku yang disusun rapi  di rak buku. Ada juga buku-buku yang tersusun di depan rak buku. Beberapa gambar menunjukkan anak kecil yang sedang membaca buku, juga seorang gadis cantik naik tangga sambil melihat buku-buku yang jauh dari jangkauannya. Aku suka sekali melihat pemandangan itu seakan-akan itu aku ketika masih muda. (hehehe) Sewaktu kecil aku suka membaca komik silat atau cerita kolosal. Dan buku yang aku sukai saat itu berjudul, “Api di Bukit Menoreh,” karangan S.H. Mintarja. Hingga sekarang buku itu masih ada tapi dalam bentuk digital dan dapat diunduh free dengan meng-install dari play store.

Buku mas Brian membahas tentang rendahnya minat baca anak Indonesia, sehingga menginspirasi seorang Guru SD kelas VI yaitu mas Brian untuk menyediakan beberapa buku baru dan kemudian membuat pojok baca. Ide mas Brian disambut positif oleh para siswanya. Mas Brian menyebutkan permasalahan sebenarnya bukan pada minat baca yang rendah namun lebih kepada kurangnya akses terhadap bahan bacaan yang sesuai dan menarik. Buku ini juga bercerita tentang perpustakaan tidak aktif. Ingin tahu kelanjutan ceritanya atau topik-topik lainnya? Maka aku sarankan untuk pesan buku mas Brian.

Pembaca budiman, sekian yang dapat aku ceritakan kali ini. Tunggu cerita-ceritaku  dan ulasan-ulasan buku lebih mendalam lainnya. Bye bye. Happy Reading.

 

NANI

Monday, June 6, 2022

BUKU KETIGA

 



Tidak percaya jika buku ketigaku menjadi buku terlaris dari kedua bukuku sebelumnya. Tidak pernah terbayangkan buku yang berjudul, "Public Speaking and MC based on experiences, " akan terjual sekitar 200 copy. Awal menulis buku ini karena aku ingin menyatukan pelajaran Public Speaking dan MC yang aku dapat dari berbagai sumber seperti sosial media, youtube maupun blog orang lain. Aku juga mendapatkan bayak teori dan praktek dari British Council, Pusdiklat Bahasa maupun TVRI. Pelajaran-pelajaran itu aku simpan dalam folder yang belum tersusun rapi di flash disk maupun di laptopku. Aku buka dan baca ketika aku mendapat tugas untuk mengajar para perwira yang akan belajar ke luar negeri atau mereka yang akan mengikuti event-event internasional baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Ketika aku ditunjuk menjadi MC, aku cukup mengganti nama event maupun nama tamu undangan dengan sedikit bumbu kata-kata disesuaikan dengan jenis event. Untuk menghindari script yang sama, aku sudah siapkan beberapa pilihan kata yang akan aku gunakan ketika tampil. Terus terang ada rasa bosan jika menggunakan kata yang sama karena tampak kurang kreatif. Walau aku cukup sering tampil menjadi MC namun aku paling tidak suka jika ditunjuk mendadak. Aku bisa tampil prima dan memiliki percaya diri jika aku berlatih terlebih dahulu dua atau tiga hari sebelumnya.

Sedikit berbeda dengan mengajar Public Speaking dan MC di kelas. Aku merasa lebih santai namun masih harus tetap dengan persiapan secara terinci terutama untuk memberikan beberapa contoh script presentasi maupun MC. Aku juga sudah siapkan beberapa video dari presenter-presenter terkenal yang aku ambil dari internet. Presenter yang aku kagumi, Mr. Barack Obama, mantan Presiden Amerika yang menurutku berwibawa dan humble (rendah hati). Pengucapan yang jelas, isi presentasi yang mendalam dan mudah dipahami. Aku juga suka Oprah Winfrey, seorang host pada acara American talk show. Pembawaannya lugas, dengan candaan-candaan segar yang relevan dengan acaranya.

Menuliskan pengalaman hingga menjadi buku menjadi sesuatu yang aku minati saat ini. Sebagai contoh buku ketigaku. Aku bersyukur karyaku juga turut meramaikan hari ulang tahun Lemhannas, institusi dimana aku bekerja saat ini. Aku juga sempat berfoto dengan seseorang penulis terkenal di TNI AL, dan beliau juga mantan orang nomor satu di TNI AL. Rasa bangga untuk terus belajar dan tetap menjadi yang terbaik adalah harapanku. Aku senantiasa teringat akan pesan kedua orangtuaku, "tetap rendah hati dan penyayang, tidak pelit akan ilmu dan harta", karena apa yang kita miliki semua adalah titipan Tuhan YME.

Nah jika penasaran, yuk miliki buku ketigaku.






Sunday, June 5, 2022

'We Will Not Go Down'

Pilihan laguku kali ini berjudul We will not go down (Gaza) yang dinyanyikan oleh Michael Heart. Lirik lagunya indah dibawakan dengan suara merdu menyentuh hati. Pesan berupa jeritan hati dan kobaran semangat untuk mempertahankan negeri tercinta. Semoga kedamaian di bumi manapun kan tercipta, manusia hidup berdampingan saling menyayangi dan menghormati. Lagu ini aku pilih untuk mengingatkanku untuk tetap bersyukur hidup di negeri tercinta, Indonesia yang merdeka dengan berbagai dinamikanya. Sesungguhnya arti merdeka tergantung siapa yang melihat dan merasakannya. Bagiku merdeka dapat melakukan apa saja tanpa menyinggung orang lain. Merdeka untuk berkarya yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Inilah lagu dalam bahasa Inggris dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.




'We Will Not Go Down' (Gaza) - Michael Heart

A blinding flash of white light

Kilauan cahaya putih yang membutakan mata

Lit up the sky over Gaza tonight

Menerangi langit Gaza malam ini

People running for cover

Orang-orang berlari mencari perlindungan

Not knowing whether they’re dead or alive

Tak tahu apakah mereka mati atau hidup

They came with their tanks and their planes

Mereka datang naik tank dan pesawat

With ravaging fiery flames

Dengan kobaran api yang menghacurkan

And nothing remains

Dan tak ada yang tersisa

Just a voice rising up in the smoky haze

Hanya sebuah suara yang terdengar di dalam kepulan asap

We will not go down

Kami takkan menyerah

In the night, without a fight

Di malam hari, tanpa perlawanan

You can burn up our mosques and our homes and our schools

Kau bisa hancurkan masjid dan rumah dan sekolah kami

But our spirit will never die

Namun semangat kami takkan pernah mati

We will not go down

Kami takkan menyerah

In Gaza tonight

Di Gaza malam ini

Women and children alike

Wanita dan anak-anak sama saja

Murdered and massacred night after night

Dibunuh dan dibantai tiap malam

While the so-called leaders of countries afar

Saat para pemimpin negara yang berada jauh di sana

Debated on who’s wrong or right

Memperdebatkan siapa yang salah dan benar

But their powerless words were in vain

Namun kata-kata mereka sia-sia

And the bombs fell down like acid rain

Dan bom berjatuhan seperti hujan asam

But through the tears and the blood and the pain

Namun dalam air mata dan darah dan rasa sakit

You can still hear that voice through the smoky haze

Masih bisa kau dengar suara dari kepulan asap itu

We will not go down

Kami takkan menyerah

In the night, without a fight

Di malam hari, tanpa perlawanan

You can burn up our mosques and our homes and our schools

Kau bisa hancurkan masjid dan rumah dan sekolah kami

But our spirit will never die

Namun semangat kami takkan pernah mati

We will not go down

Kami takkan menyerah

In Gaza tonight

Di Gaza malam ini

We will not go down

Kami takkan menyerah

In the night, without a fight

Di malam hari, tanpa perlawanan

You can burn up our mosques and our homes and our schools

Kau bisa hancurkan masjid dan rumah dan sekolah kami

But our spirit will never die

Namun semangat kami takkan pernah mati

We will not go down

Kami takkan menyerah

In the night, without a fight

Di malam hari, tanpa perlawanan

We will not go down

Kami takkan menyerah

In Gaza tonight

Di Gaza malam ini





   

Saturday, June 4, 2022

RUMAHKU ISTANAKU



Idealnya rumah itu adalah istana kita. Tempat dimana paling nyaman untuk tinggal, melepaskan rasa lelah setelah seharian berada di kantor. Tentunya kriteria rumah yang nyaman ketika kita merasa aman, rileks dan lebih suka tinggal berlama-lama di rumah maka rumah kita bisa dikatakan istana kita. Yang membuat rumah kita terasa istana tergantung dari mindset seseorang terhadap rumah sebagai tempat tinggalnya. Beberapa orang berpendapat rumah adalah istana apabila memiliki fasilitas yang lengkap seperti  tempat tidur, kamar mandi, ruang makan, dapur, ruang keluarga dan ruang fitness untuk berolah raga dan bahkan memiliki taman juga kolam renang. Pasti setuju jika fasilitas tersebut bak istana yang serba ada. Fasilitas-fasilitas tersebut dengan disain yang mewah dan serba modern bak negeri dongeng walaupun faktanya sudah banyak dimiliki kaum konglomerat atau yang berstatus high social.

Bagaimana dengan kaum menengah kebawah? Tentunya standar rumah adalah istana, lebih rendah dari kaum level atas. Kenyamanan rumah tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas yang dimiliki namun juga tergantung dari anggota keluarga di dalamnya. Keharmonisan rumah tangga akan mempengaruhi  kenyamanan rumah.  Banyak keluarga kaya yang kembali ke rumah merasa tidak nyaman karena bukan karena kondisi rumahnya namun karena hubungan keeratan dari anggota keluarga di dalamnya.

Nah, kriteria rumah adalah istana  tergantung dari mindset/ pola pikir masing-masing orang. Saya masih teringat ketika saya berkunjung ke rumah sahabat yang memiliki rumah kecil namun tampak begitu bahagia. Mereka keluarga kecil dengan satu orang putra berumur 5 tahun. Ruang tamu, Kamar tidur dan dapur hanya diberi sekat dari bahan triplek. Kamar mandi untungnya di dalam jadi dapat digunakan untuk keluarga tersebut. Walau kecil, barang-barang di rumahnya tersusun rapi karena memang tidak banyak barang yang mereka punya. Saya lihat satu dus berukuran sedang berisi mainan untuk putranya ditaruh dibawah meja tamu. Yang menjadi ke kaguman saya mereka selalu tampak tersenyum ketika bertemu dengan kami, terlebih ketika kami bertamu. Teh manis dan kudapan tradisional seperti ubi rebus sudah tersedia diatas meja. Kami berbincang-bincang dan sesekali tertawa mendengar obrolannya yang selalu segar. Seolah tidak ada rasa kesedihan di raut wajah mereka.

Mereka juga bercerita tentang rumah kecilnya, ketika keluarga dari kampung datang dan menginap. Untuk tidur mereka menyisihkan kursi dan meja tamu di luar, ruang tamu kecil disulap menjadi kamar tidur dengan tikar dengan selimut diatasnya.

Bagaimana dengan rumah saya, cukup besar bagi saya dan putra saya. Rumah dengan dua lantai, dengan barang-barang belum tertata rapi. Dari semenjak pindah dari rumah lama, barang-barang belum sempat di bongkar semua. Saya pengoleksi buku dan putra saya pengoleksi barang-barang otomotif. Karena kami berdua bergiat di luar rumah setiap hari, maka waktu weekend adalah hari untuk menikmati tinggal di rumah lebih lama. Kadang-kadang kami mengundang seseorang untuk bersih-bersih agar kami bisa menikmati hari libur, mendengarkan musik, menonton drama China, menyelesaikan ketikan yang harus diselesaikan. Bagaimanapun kondisinya rumah saya, saya lebih nyaman menikmati rumah saya bersama putra terncinta saya, karena rumah adalah tempat tinggal ternyaman bagi saya dan putra saya.

 



Saturday, January 2, 2021

GORESAN DI MALAM TAHUN BARU

 GORESAN DI MALAM TAHUN BARU

Malam tahun Baru 2021 sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,..

Citra Indah City Jonggol,. perumahan yang biasanya ramai dengan lalu lalang motor, mobil dan pejalan kaki berubah menjadi sepi.

Para penjaja makanan yang mulai buka sore jam 4 harus terpaksa tutup pukul 08.30.

Di jam-jam biasa mereka tutup pukul 23.00.

Penjual Sate dan nasi goreng di depan rumah semula masih menerima pembeli sekitar pk 19.00. ketika aku melongok dari balkon di lantai dua. Aku pikir bisa beli sate agak malam sambil menikmati menjelang pergantian tahun baru. Ternyata prediksiku salah. Ketika aku lihat kembali dari balkon, jalanan sudah sepi. Penjual-penjual yang aku lihat buka pada sore hari sudah tidak ada.

Putraku yang berpamitan untuk beli ayam goreng dan beberapa keperluan untuk ayahnya belum sampai Juga.

Aku nyalakan TV Program Indosiar yang sedang menayangkan penyayi-penyanyi dangdut senior dan junior berkolaborasi sehingga menciptakan pertunjukan yang apik.

Lagu-lagu pop yang dikemas dengan irama dangdut tampak meriah. Aku memang penikmat musik dan lagu. Kadang-kadang aku bisa menirukan lagu-lagu pop dan lagu dangdut namun hanya sepotong-potong.

Tayangan-tayangan itu yang dapat menghiburku sambil menemani suami yang sedang dalam proses penyembuhan.

Sebentar-sebentar suami minta dibuatkan susu dan kentang goreng. Nafsu makannya sudah mulai timbul. Alhamdulillah dia sudah mau makan. Hanya nasi yang belum bisa masuk ke perutnya. Selera makannya hanya bubur sumsum tanpa gula yang aku buat sendiri. Dia tidak suka bubur ayam.

Tidak berapa lama putraku datang sambil membawa bungkusan tas plastik berisi ayam goreng, martabak telor, jagung bakar juga kacang rebus. Wah lengkap juga. Aku bilang ke putraku makan jagung bakar dan kacang rebus sambil membayangkan suasana di Puncak dengan udara sejuk dan rintik-rintik hujan.

Aku tawari jagung bakar  ke suami, dia hanya menggeleng. Padahal dia paling suka jagung bakar atau rebus. Dia hanya meminta kacang rebus yang masih berasap karena masih panas.

Malam tahun baru akhirnya berlalu ketika aku dengar suara petasan di udara sahut menyahut. Entah siapa yang menyalakan petasan itu. Beberapa pesan dan video ucapan tahun baru di WhatsApp mulai berdatangan.

Aku ucapkan Selamat Tahun Baru ke suami seraya berpesan, "Cepat Sehat Ya Pah agar dapat beraktivitas kembali. "

Suamiku mengangguk dan tersenyum. Wajah pucatnya sudah berangsur-angsur segar. Hanya masih terlihat lemah.

Doa kupanjatkan,

"Ya Allah Sang Pencipta,..

Kesedihan, duka gantilah dengan kebahagiaan.

Semoga hamba dapat mewujudkan rencana  hamba yang tertunda di tahun 2020,

Berikan hamba dan keluarga hamba kesehatan dan kebahagiaan.

Amiin Allohuma Amiin."

Doa aku tutup dan siap menghadapi tahun 2021 dengan lebih optimis dengan riak gelombangnya.


Jonggol, 31 Desember 2020

LELAHKU BUKAN PILIHANKU

Lelahku Bukan Pilihanku

Tidurku terputus-putus

tergantung pasienku

jika dia tertidur

aku tidur juga

jika dia terjaga

Aku ikut terjaga

Aku sebenarnya bukan perawat atau dokter

Tapi aku yang selalu berada disisinya

Aku tidak bisa keluar kemanapun

untuk menghirup udara segar diluar rumah

aku hanya bisa merasakan hembusan angin

yang menerobos di sela-sela jendelaku

Aku jenuh tapi aku tidak dapat mengeluh

Kesembuhannya yang utama

Agar aku dapat bercengkerama

Bercanda ria

3 Januari 2021

NYANYIAN ALAM

  pexels-alex-azabache-3214944 NYANYIAN ALAM   Deburan ombak Desiran angin Gemerisik daun kering Berpadu indah menenangkan hati ...