Sunday, April 5, 2020

Pelajaran Bapak Akbar




Resume pelajaran Bapak Akbar Zainudin, MM., MJW
By Nani


Indonesia Berkarya
Bapak Akbar Zainudin adalah seorang trainer dan motivator nasional, pendiri PT EMJEWE Training & Coaching serta perusahaan penerbitan MJWBook. Klien pelatihan yang sudah menggunakan jasa beliau dari kalangan Pemerintah,Swasta, hingga Lembaga Pendidikan di seluruh Indonesia.
Beliau telah menulis 13 Buku diantaranya UKTUB: Strategi Menulis Buku dalam 180 Hari, Big Motivation, Diary Santri, 10 jalan sukses, dll.

Setelah melihat video tentang pembelajaran langkah-langkah membuat buku, kemudain narasumber mulai memperkenalkan diri.

Isi dari Perkenalan Bapak Akbar Zainudin

Bapak Akbar Zainudin, Penulis buku Man Jadda Wajada. Alhamdulillah, berkat Man Jadda Wajada ini beliau bisa keliling ke-33 Provinsi di Indonesia. Satu yang belum; PAPUA. Mudah-mudahan setelah lebaran bisa ke Papua. Siapa tahu ada orang PGRI Papua di sini.
Beliau menulis sejak SMA saat saya di Gontor. Dilanjutkan pada saat mahasiswa.
Menulis buku pertama tahun 2008, yang diterbitkan Gramedia, Man Jadda Wajada. Hingga sekarang, baru 13 buku sudah ditulis. Hampir semua tentang motivasi.

Setelah memperkenalkan diri narasumber mulai menjelaskan Langkah-Langkah dalam Menulis Buku :

Langkah pertama adalah T. Tentukan TEMA tulisan. Setiap buku harus punya tema besar, baik buku fiksi maupun non fiksi.
Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema ini satu saja. Misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya.
Kalau buku beliau, kebanyakan adalah buku-buku motivasi. Kalau buku Om Jay, buku-buku pendidikan. Dan sebagainya.

Langkah kedua adalah O. Buatlah OUTLINE atau DAFTAR ISI.
Gunanya outline:

1. Agar tulisan kita terarah.
2. Bisa buat jadwal dan target.
3. Menghindari "ngeblank" pada saat menulis.
4. Agar bukunya selesai.
Kalau tidak ada daftar isi, akan sulit bukunya bisa selesai.
Sudah punya tema? Sudah ada daftar isinya belum?

Langkah ketiga adalah J. Buatlah jadwal penulisan.

Kalau daftar isi sudah dibuat, misalnya ada 30 judul artikel atau plot cerita, mulailah membuat jadwal secara riil. Katakan 1 tulisan jadwalnya seminggu selesai, buatlah jadwalnya dari 30 tulisan itu kapan mau selesai.
Dengan kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.

Langkah keempat adalah T. Tuliskan.

Outline sudah ada, jadwal juga sudah ada. Berikutnya adalah tuliskan sesuai outline dan jadwalnya.
Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak.
Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.

Langkah kelima adalah R,  REVISI.

Revisilah tulisan kalau semua draft tulisan sudah selesai. Jangan terpaku hanya satu judul sampai sempurna.
Kalau kurang-kurang sedikit, tidak apa-apa. Tahap pertama adalah menyelesaikan semua draft buku.

Tahap kedua, baru revisi. Apa saja yang direvisi?

1. Data dan informasi yang kurang.
2. Tata Bahasa
3. Gaya Tulisan. Disamakan dari awal hingga akhir.
4. Judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik.
Ingat baik-baik. Jangan terpaku dengan satu judul artikel sampai sempurna. Selesaikan saja semua draft bukunya, apapun bentuknya. Setelah draft selesai, baru direvisi.

Langkah keenam adalah kirim ke penerbit.

Apa yang menadi pertimbangan penerbit?
Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca.
Apakah pembaca butuh buku kita?
Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh?
Buku kita menjawab kebutuhan apa?
Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar.
Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca.
Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis.
Apa kelebihan kita dibandingkan dengan buku sejenis?
Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.
Ketiga, pertanyaan penerbit adalah, apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku?
Harus punya jawabannya.

Apakah perlu membayar kepada penerbit?

Kita tidak perlu membayar ke penerbit. Bahkan kita mendapatkan uang ROYALTI. Rata-rata royalti adalah 10% dari buku yang terjual.

Bagaimana cara mengirim naskah?

1. Naskah harus sudah jadi.
2. Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau Flash Disk

Berapa lama?
Kabar diterima atau tidak sekitar 3 bulan.

Komentar pertama

(Om Jay) Sy tdk bertanya tp sy jg ingin berbagi pengalaman Intinya sebetulnya sama dg saat saya membuat sebuah komik...klo dalam komik langkah yg sy lakukan
-Tema, -Tokoh, -Chapter, -Tulis cerita, -Story board, -Gambar, -Lay out, -Colouring,
-Revisi, -Penerbit
Mungkin itu teknik saya dalam proses pembuatan komik yg selama ini sy lakukan...trimksh. (Nowo beny harjito)

Pertanyaan 1:

Assalamualaikum pak Akbar. Saya sangat bahagia bisa gabung dengan salah satu penulis best reseller MAN JADA WAJADA. Alhamdulillah, saya sudah nonton video langkah-langkah menulis yg bapak share. Pertanyaan saya, Bagaimana cara membuat tulisan yang menarik? karena saya sudah coba beberapa kali menulis, rasanya sangat sulit pak. Tidak seperti bapak atau om jay yg menulis itu udah ngalirrr. Dan selalu kerenn hasilnya. Jd ngilerrrr..
Aam Nurhasanah, Gajrug, Lebak-Banten

Jawaban 1

Semua adalah tentang jam terbang dan latihan terus menerus.
Saya dan Om Jay sudah latihan berpuluh-puluh tahun. Hampir tiap hari menulis.
Kalau saya hitung dari setingkat kelas 2 SMP saya sudah mulai belajar menulis. Jadi, hampir 30 tahun tidak berhenti menulis.
Menulis adalah keterampilan. Semakin sering dilatih, akan semakin enak dibaca orang.  Nah, sudah tahu rahasianya kan?
Banyak-banyak berlatih. Luangkan waktu setiap hari 30-60 menit.
Nanti tau-tau tulisan kita sudah bagus, tau-tau kita sudah punya naskah buku, tau-tau buku kita terbit. Happy writing.

Pertanyaan 2:

Asslm.. Om jay tanya outline/ struktur daftar isi  untuk naskah fiksi dan non fiksi?
Verdy Probolinggo

Jawaban 2

Naskah Non Fiksi:
1. Opening/Pendahuluan. Berisi latar belakang, tujuan dan juga maksud penulisan.
2. Isi Naskah. Biasanya berisi teori-toeri, peristiwa aktual, analisis terhadap peristiwa, How To (Tips and Trick).
3. Kesimpulan dan Penutup.

Kalau FIKSI;

1. Tokoh
2. Karakter Tiap Tokoh
3. Alur atau plot Cerita
4. Klimaks dan Ending Cerita

Pertanyaan ke 3

Aslmkm...mhn pencerahannya..apakah kita harus fokus pada satu TEMA atau blh berubah..misal tema kita fokus saja ttg motivasi..pendidikan...sosial dsb..tks
Ini tentang Branding. Kalau saya lebih suka satu tema, biar branding kita jelas.

Jawaban ke 3

Boleh 2-3 tema, tetapi yang terkait.
Kalau kita ingin dilihat sebagai ahli pendidikan, menulislah selalu tentang pendidikan. Kalau saya, adalah motivasi dan pengembangan diri, maka hampir semua tulisan saya tentang motivasi dan pengembangan diri.
Saya sebenarnya ada basic tentang agama dan pemasaran. Namun demikian, kalau tidak terkait dengan motivasi dan pengembangan diri, maka saya tidak tuliskan. Fokus. Menurut saya.

Pertanyaan ke 4

Setelah saya melihat video bpk Akbar tentang langkah-langkah membuat buku, yaitu TOJTRP, saya sangat terkesan sekali. Selama ini saya kurang menepati jadwal  untuk mulai menulis. Ketika saya mulai menulis, saya selalu teringat pekerjaan lain yang memiliki deadline yang sama. Kendala lain, waktu sudah di depan laptop, perasaan malas itu datang, akhirnya ide tidak dapat keluar. Mohon saran bagaimana menumbuhkan semangat untuk menulis sesuai dengan jadwal yang sudah saya buat. Terima kasih, dari Ibu Nani.

Jawaban 4

Terima kasih ibu Nani. Ibu Nani tidak sendirian.
Kalau mau disiplin, dimulai dari pembiasaan. Buat jadwal menulis secara teratur, sekitar 30-60 menit setiap hari. Kalau saya biasanya menulis sebelum subuh sampai kira-kira jam 5.30 setiap hari. Setelah itu persiapan ke kantor.
Harus ada waktu yang dikorbankan untuk dialokasikan untuk menulis. Kapan saja boleh, bisa pagi, siang, atau malam. Yang penting, konsisten SETIAP HARI.
Dan, mulai hari ini, hilangkan kata tapi. Kalau masih ada kata tapi, masih jauh berarti.  Boleh dicoba ibu ya. Nanti kabari saya hasilnya bulan depan

Pertanyaan ke 5

Adakah batasan tipis tebalnya suatu buku yg dpt diterbitkan...atau harus berapa judul minimalnya..trims...pak Akbar.

Jawaban pertanyaan 5

Biasanya, buku yang diterbitkan sekitar 100 halaman minimal. Rata-rata itu sekitar 200-300 halaman.
Kalau diukur dari karakter, sekitar 40.000-60.000 karakter di komputer. karakter itu huruf dan spasi ya

Pertanyaan ke 6

Pertanyaan saya pak.. Apakah satu buku itu boleh beda2 judul.dan apakah judul satu artikel dg judul artikel berikutnya ada hubungannya.?

Jawaban pertanyaan 6
Ada namanya bunga rampai atau antologi tulisan. Ini dalam satu judul bisa berbeda-beda tema.

Kalau saya sarankan, satu buku untuk satu tema. Judulnya bisa berbeda-beda, tetapi tetap mengacu pada satu tema tertentu.
Tujuannya apa, biar pembaca menangkap maksud buku secara keseluruhan.

Pertanyaan ke 7

Bagaimana menyiasati  dalam mengatur daftar isi dan jadwal yang sudah dituliskan, ternyata di tengah jalan terganggu atau tergoda dengan artikel lain, padahal daftar isi sudah dibuat dan jadwal sudah disusun, mohon jawaban (supyanto no absen no 120)

Jawaban pertanyaan 7

Kalau sudah punya jadwal, kan kita sudah tahu target menulisnya misalnya satu minggu satu artikel.
Kalau di tengah jalan ada terpikir mau menulis satu artikel yang lain, tidak masalah. Yang penting, jadwal yang sudah kita tuliskan masih bisa kita kejar.
Fokuslah pada target.
Daftar isi itu bisa berubah-ubah menyesuaikan dengan pemikiran kita. Jadwalnya juga bisa menyesuaikan kalau ada pemikiran lain.
Intinya, boleh menulis tulisan lain asal jadwal yang sudah kita buat tetap bisa kita jalankan.

Pertanyaan no 8

Bagaimana cara membuat judul yg menarik agar pembaca tertarik dan mau membaca

Jawaban 8

Judul yang Menarik.

1. Provokatif. Misalnya; Tips Sukses Belajar. Ini terlalu biasa. Buatlah lebih Provokatif.
Misalnya: "Kamu Gagal Terus? Ini Cara Praktis Lulus Ujian"
Dan sebagainya.
2. Jelas, Tegas, dan Sederhana.
3. Kalau Judul Buku, biasanya terdiri dari 3 Kata buat Judul, kalau banyak, untuk sub judul.
MAN JADDA WAJADA:The Art of Excellent Life.
Itu contohnya

Pertanyaan 9

Assalamua'laikum wr.wb.
Man Jadda Wa Jadda, Perkenalkan saya HIKMAT BARKAH. Penasaran dengan buku UKTUB Berapa harganya ya?
Saya ingin bertanya dengan materi yang bapak berikan, terkait Penerbit : 
1. Gimana cara kita untuk meyakinkan penerbit agar buku kita bisa d terbitkan pak?
 Apakah bisa kita yg notabene blm punya pnglmn n pnghrgaan dlm mnulis bisa d terima oleh penerbit?  mohon arahannya terima kasih.
Assalamua'laikum. wr.wb

Jawaban 9

1. Yakinkan buku kita akan laku. Buatlah gambaran siapa yang akan beli buku kita dan berapa banyak yang kira-kira akan terjual.
2. Sodorokan apa yang akan kita lakukan untuk membantu proses pemasaran buku.

Pertanyaan 10

Selama ini, apakah buku yang pak Akbar kirim ke penerbit selalu diterima dan diterbitkan oleh penerbit? Klo tdk, kira2 apa yg menjadi alasan tertolaknya buku bpk, mohon pencerahannya.

Jawaban 10

Saya pernah ditolak di salah satu penerbit karena naskahnya kurang lengkap. Setelah saya lengkapi, saya kirim ke penerbit lain, akhirnya diterima. Setelah buku saya diterbitkan Gramedia, hampir semua penerbit lain menerima naskah buku saya, bahkan mereka yang meminta untuk dituliskan. Karena standar penerbitan di Indonesia memang Gramedia Grup.
Susah? InsyaAllah kalau tulisan kita bagus, akan diterima.

Pertanyaan 11

Apa kendala yang besar bagi penulis pemula dalam menulis? suheri, Cikupa tangerang

Jawaban 11

Pak Suheri, kendala utamanya adalah MALAS. Coba bisa melawan rasa malas, pasti sudah terbit bukunya. Boleh dicoba, lawan rasa malas, terus belatih, pasti tulisan kita akan jauh lebih baik setahun mendatang.
Berlatihnya SETIAP HARI.

Pertanyaan 12
Pertanyaaan: dalam menyusun outline, apakah membutuhkan pendapat orang lain?  Bagaimana jika ingin merevisi outline, apakah boleh?

Jawaban 12

Outline itu gambaran dasar. Jadi sangat memungkinkan untuk berubah. Boleh berubah. Yang penting, jadwal penulisannya ikut diubah juga. Akan bagus sekali kalau dalam menulis outline meminta masukan dari teman-teman. Semakin banyak masukan, akan semakin kaya. Asal jangan semakin bingung. Kalau banyak masukan, dan bingung, bismillah, tentukan saja dan mulailah menulis. Kalaupun ada perubahan di tengah menulis, tidak apa-apa, yang penting sudah ada outline awalnya.

Pertanyaan 13

Assalamu'alaikum om Jay, materi malam ini adalah langkah-langkah menulis buku, sangat memotivasi saya orang awam yang baru mau memulai latihan menulis. Yang saya tanyakan adalah apakah dalam menulis buku, sebaiknya temanya mengikuti perkembangan zaman atau tidak?

Jawaban 13

Ada buku-buku yang namanya buku untuk season tertentu. Misalnya kalau mau Pemilu, buku-buku tentang tokoh akan banyak bermunculan.
Ada juga buku-buku dengan tema yang "abadi", misalnya buku-buku referensi, motivasi, how to, dan sebagainya.
Terma-tema ini bisa ditulis kapan saja. Tentu saja harus mengikuti perkembangan zaman. Apalagi kalau menulis tentang How To, perlu sekali menyesuaikan dengan keadaan sekarang.

Pertanyaan 14

Assalamualaikum Pak. Salam kenal dari Karimun Pak Akbar .
Pertanyaan saya.
1. Seandainya naskah yang sudah kita kirim ke penerbit tidak diterima apakah naskah itu dikembalikan?
2. Biasanya apa yang membuat naskah kita tidak di terima oleh penerbit?
Rosmalinda, Karimun,  Kepri.

 Jawaban 14

1. Ada yang dikembalikan, ada yang tidak. Tetapi semuanya akan diberitahu baik lewat email ataupun telepon.
Kalau naskah ditolak, diperbaiki saja. Lalu kirimkan ke penerbit yang sama atau ke penerbit lain. Ada satu naskah saya ditolak, saya perbaiki, lalu saya kirim ke penerbit lain, alhamdulillah diterima.
2. Pertimbangan utama, biasanya penerbit melihat tidak cukup segmen pembelinya. Artinya secara bisnis tidak menguntungkan.
Atau, pembacanya ada, tetapi naskah kita dirasa tidak cukup menarik pembaca untuk membeli.
Pertimbangan penerbit yang paling utama adalah bisnis; bukunya laku atau tidak.

Pertanyaan 15

Kalau kita ingin membuat buku kumpulan cerpen anak,  apakah temanya harus satu atau boleh beda (yang penting cerpen anak gitu) dan apakah harus buat outline dulu? Siti F R Simamora, Tanjungbalai, Sumut.

Jawaban 15

Kalau cerpen, temanya tidak harus satu. Boleh kumpulan cerpen. Tetap harus buat outline biar cerpennya bisa bervariasi. Tidak monoton hanya satu cerita.Outline juga penting buat jadwal dan target.

Pertanyaan 16

Perkenalkan pak, saya noralia dari Semarang.
1. Jujur pak, saya paling lemah jika membuat tulisan fiksi, padahal sangat suka membaca novel, komik, dan sejenisnya. Tetapi jika diminta menulis tulisan fiksi,,mesti bahasanya dan alurnya amburadul. Malah cenderung pasaran ceritanya. Adakah kiat khusus jika ingin menulis tulisan fiksi yang bagus pak?

2. Saya lebih prefer menulis jika non fiksi. Saya suka dengan teman2 keilmuan, pendidikan, sains,,mungkin karena basic keilmuan saya adalah alumni MIPA. Dan Alhamdulillah selama mahasiswa ada beberapa karya tulis saya yang mendapat penghargaan dan dibiayai Dikti.
Pertanyaan saya dari kumpulan karya tulis saya ini,apakah bisa dibukukan pak? Jika bisa, apakah hasil riset nya juga perlu ditampilkan juga?ataukah hanya sekedar pemaparan teori saja.
Terima kasih

Jawaban 16

Menulis itu;
1. Yang paling dikuasai
2. Yang paling disenangi
Jadi, menulis itu bagian dari sesuatu yang membahagiakan. Jangan dibuat stress.
Sebenarnya tidak masalah mau menulis fiksi atau non fiksi. Yang penting kita senang menulisnya.
Kalau buku Non Fiksi, ada buku-buku yang sifatnya referensi. Ini akan bagus kalau disertakan penelitiaannya dan sumber-sumber ilmiahnya secara lengkap.
Kalau buku yang bersifat umum, hasil penelitian dan hal-hal yang bersifat jurnal ilmiah perlu dibahasakan ulang dengan bahasa yang populer.
Kumpulan karya tulis bisa dibukukan dengan berbagai penyesuaian. Buat outline terlebih dahulu, lalu petakan mana karya tulis lama yang bisa masuk outline ini dan mana yang tidak bisa masuk. Kalau tidak bisa masuk, jangan dipaksakan.

Pertanyaan 17

Mau nanya Pak Akbar, berapa kata judul yg baik apa ada pembatasan

Jawaban 17

Judul buku biasanya 3 kata. Kalau kata-katanya lebih banyak, dijadikan sub judul.
Buku saya; UKTUB: Panduan Menulis Buku dalam 180 Hari.

Pertanyaan 18

Saya pernah mengirim naskah tapi judulnya diganti total oleh penerbit katanya biar lebih menjual.. bagaimana menyikapi nya pak. Ridwan Nurhadi

Jawaban 18

Tugas editor memang seperti itu. Kalau ada yang kurang menarik, diganti. Beberapa judul saya disesuaikan oleh penerbit. Kita ikuti saja. Bahkan beberapa judul artikel ada yang minta dibuang, diubah, atau ditambahkan, kita ikuti saja.

Pertanyaan 19

Pak Akbar
Jurus jitu untuk ibu2 yg berkarir dan memiliki kewajibn sbg IRT untuk melawan rasa malas dalam menulis di era 4.0 ini apa ya? Anis JATIM

Jawaban 19

Era 4.0 menuntut disiplin diri yang tinggi.
Mohon ibu buat jadwal setiap hari: kapan urusan rumah tangga, urusan suami, urusan anak-anak, dan kapan untuk menulis.
Dijadwalkan 30-60 menit SETIAP HARI. Saya yakin pasti bisa menjadi penulis handal.  Mohon dicoba ya Ibu.

Pertanyaan 20

Assalamualaikum, perkenalkan saya nurrifda dari karimun kepri. Pertanyaan saya:
Jika penerbit tidak menerima naskah kita karena kurang lengkap, dan selanjutnya kekurangannya dilengkapi. Apakah boleh mengirimkan naskah yang sudah lengkap kepenerbit yang sama atau harus cari penerbit lain?

Jawaban 20

Pilihan ada pada kita, boleh mengirim ke penerbit yang sama atau dikirim ke penerbit lain. Kalau saya dulu bertekad, apapun yang terjadi, walaupun ditolak berkali-kali, saya akan terbitkan di Gramedia. Alhamdulillah diterima. Yang tidak boleh adalah mengirim satu naskah yang sama ke beberapa penerbit dalam satu waktu. Tunggu dulu apakah diterima atau ditolak, baru dikirim ke penerbit lain.

Pertanyaan 21

Aslmkm...mhn pencerahannya..apakah kita harus fokus pada satu TEMA atau blh berubah..misal tema kita fokus saja ttg motivasi..pendidikan...sosial dsb..tks

Jawaban 21

Kalau saya, fokus pada satu tema biar "personal branding" kita menjadi kuat. Kita tidak bisa menjadi semua orang soalnya. Jadi orang ahli secara mendalam dalam satu bidang itu jauh lebih baik.

Pertanyaan 22

Assalamuallaikum pak, bagaimanakah kiat-kiat menghilangkan rasa malas saat kita ingin menulis. Trima kasih

Jawaban 22

1. Buat target
2. Buat jadwal harian jam berapa menulis
3. Jangan menunda
4. Paksakan

Pertanyaan 23

Kalo penerbit menolak itu biasa nya di kata kan gak kelemahan tulisan  kita?? Atau mkn lebih ke request komersial gitu ya?? Tak akan bisa menjadi idealisme sendiri kalo begitu ya.. harus ikut aturan main.. atau ikit arus para konsumen kalo begitu ya. Pertamyaan nya .. jika inhin menulis idealisme  tentang sesuatu. Yg menurut umum ini salah. Misalnya.... tapi ingin di terima di terbitkan gimana tah?bisa gak ya?

Jawaban 23

Kalau mau menulis sesuai idealisme, cari penerbit yang memang juga idealis. Menerbitkan memang untuk menyebarkan gagasan. Namun demikian, biasanya bukan penerbit besar. Kalau penerbit besar, memang harus kompromi dengan keinginan pasar. Atau, diterbitkan sendiri.

Pertanyaan 24

Assalamualaikum, saya unih dari subang, pa Akbar sudah menulis sejak SMA dan buku pertamanya tahun 2008 kalau ga salah, waktu bapa masih SMA belajar menulisnya sama siapa apakah ada gurunya kalau boleh tahu siapa gurunya? atau karena kerja keras sendiri cari sendiri dan usaha sendiri. Ide ide muncul dari membaca atau dari mana bisa menjadi penulis yang hebat. Maaf jika pertanyaannya kurang berkenan

Jawaban 24

Menulis itu memang butuh mentor. Dari dulu, saya punya mentor menulis. Guru saya. Di pesantren. Selalu menyemangati saya untuk menulis. Dulu, menulisnya di majalah dinding dan majalah siswa. Pas mau buat buku, ada beberapa mentor saya untuk menulis buku. Silakan cari mentornya. Menulis dan membaca adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Harus banyak membaca kalau ingin tulisannya bagus. Dengan banyak membaca, kita bisa lebih banyak perbendaharaan kata.
Bapak ibu jadilah mentor untuk anak-anaknya ya.

Pertanyaan 25
Mohon maaf. Saya Wiwin dari Subang. Jika naskah kita pernah diterbitkan di majalah online bolehkah kita kirim ke media cetak? Terima kasih.

Jawaban 25
Kalau artikel, hanya boleh dikirim ke satu media, baik online maupun offline. Majalah online-nya apa? Kecuali kalau di Blog sepeti Kompasiana, boleh dikirim ke media massa yang lain. Beberapa tulisan saya di Kompasiana diminta oleh  media untuk diterbitkan.

Sebagai penutup, Saran beliau adalah segera diaksi

Saturday, April 4, 2020

Resume pelajaran bapak Munif Chotib

Resume pelajaran bapak Munif Chotib, 
Jumat, 3 April 2020
Image result for gambar bapak Munif Chatib'Bagaimana Menulis  moment spesial saat mengajar'
By Nani
 Bapak Munif Chotib adalah penulis buku best seller diantaranya : 'Sekolahnya Manusia , 'Gurunya Manusia', orangtuanya manusia dan masih banyak lagi. Beliau adalah pembicara nasional yang sangat berpengalaman. 
Beliau menjelaskan tentang momen spesial yang pasti dialamai oleh para guru dan siswanya dalam videonya yang berdurasi 13 menit. 

Makna momen spesial adalah kejadian khusus yang terjadi dalam proses pembelajaran antara guru dan siswa baik di dalam maupun diluar kelas. Momen spesial ini mempunyai potensi untuk masuk kepada memori jangka panjang yang tak terlupakan seumur hidup, bisa meliputi banyak hal. Dalam contoh ini disebutkan perubahan besar yang meliputi :

1. Perubahan motivasi (semula tidak berminat menjadi berminat atau sebaliknya)
2. Perubahan kemampuan (semula tidak mampu menjadi mampu atau sebaliknya)
3. Perubahan sikap (semula tidak rajin menjadi rajin atau sebaliknya).
Sebagai guru kita harus peka di dalam mengajar. Pada saat proses pembelajaran, terdapat tiga tahapan : pendahuluan, bagian Inti dan penutup. Setiap tahapan proses belajar mempunyai peluang terjadinya momen spesial. Minimal dapat satu momen spesial , maka dapat dijadikan bahan tulisan.
Alasan mengapa momen spesial harus ditulis, yaitu:
1.            Pembaca akan mengingatnya seumur hidup karena momen spesial itu masuk memori jangka panjang
2.            Potensi menjadi tulisan yang dibaca, dikenang, dibagi, dan tdicari.
3.            Mudah ditulis dengan artikel bebas, tidak ketat aturan artikel ilmiah.

Dalam penjelasan berikutnya, mengapa momen spesial masuk kedalam memori jangka panjang (long term memory). Terdapat 5 pintu pembuka. Satu saja pintu  terbuka, akan masuk memori jangka panjang. 5 pintu pembuka tersebut : 
1. First Experience/ Pengalaman pertama, apapun pengalaman pertama para siswanya akan masuk memori jangka panjang. 
2. Relevance , kejadian-kejadian, baik yang berhubungan antara topic materi dengan kondisi siswa atau satu kelas. 


3. Pengulangan Pelajaran (rehearsal)
4. Emotional, yaitu Perasaan yang diaduk-aduk atau hal yang terkait dengan emosi pada saat belajar seperti rasa bahagia, takut, benci, suka, panik, dsb. 
5. Survival, yaitu bagaimana mengajar yang mengandung unsur untuk bertahan untuk hidup, untuk keselamatan hidup, bagaimana menangani masalah tsb atau kejadian yang tidak normal, bagaimana untuk survival

Jika tidak ada salah satu dari kelima hal tersebut, pada saat kita mengajar, maka sia-sialah kita mengajar. 
      Tahapan menulis momen spesial sbb:
1.            Mencatat atau merekam momen spesial pada saat terjadi, jangan ditunda. cat  at phrasenya jika tidak sempat
2.            Elaborasi, yaitu mencari data pendukung terhadap momen spesial . Data fakta, bertanya, tambahkan imajinasi kita.
3.            Menulis dalam bentuk artikel bebas.

Narasumber memberikan contoh pengalaman mengajar di suatu kelas yang disebut kelas neraka. Selesai mengajar beliau langsung menulis dan di share.

Beberapa petanyaan dan bendapat yang disampaikan peserta diantaranya:
Peserta tertarik sekali dengan teknik pembelajaran untuk mengembalikan marwah seorang guru dihadapan para siswanya. Salah seorang wali kelas di sekolah peserta mengeluh karena sikap dari anak-anak dikelasnya bisa dikatakan nakal bahkan tidak mau belajar dengan guru tersebut. Hanya sebagian dari siswa yang mau belajar, yaitu siswa perempuan saja yang masih mau belajar dengan baik, siswa yang laki-lakinya belajar semaunya saja, di waktu jam belajar mereka keluar masuk kelas dengan seenaknya. Singkat kata hubungan emosional guru dengan siswa tidak terjalin baik. Siswa tidak semangat belajar bahkan tidak mau belajar dengan alasan tidak suka sama perangai dan sikap gurunya, yang kata anak-anak guru tersebut galak. 

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana sikap peserta sebagai kepala sekolah untuk bisa mengembalikan situasi dan hubungan siswa dengan gurunya agar terjalin dengan baik sehingga siswa mau belajar dengan guru tersebut, serta bisa mengubah mind set siswa yang sudah tertanam terhadap guru tersebut sebagai guru galak? Teknik apa yang tepat untuk menghadapi situasi tersebut.

Tentang metode yang pas untuk kelas heterogen kemampuan, inteligensi dan keadaan orang tua (ceramah, diskusi atau menggunakan slide)

Peserta sering kehilangan ide untuk menulis, memiliki kesulitan dalam memulai menulis (kalimat pembuka) dan khawatir tulisan tidak berkualitas karena ekspektasi yang terlalu tinggi 

Secara umum narasumber memberikan saran bahwa untuk membangun relasi dengan siswa sebagai pengajar harus memainkan 3 peran yaitu menjadi guru, orangtua dan sahabat. Sedangkan dalam proses belajar pada awal dan penutupan mengajar harus menarik.

Siswa pendiam perlu diberi peran meskipun hal-hal yg kecil. Peran adalah perhatian.
Jika kita mengetahui siswa berasal dari keluarga broken home, rata-rata memang suka meremehkan. Penyebabnya adalah dia merasa bahwa cobaan hidup yg dialami lebih berat dari teman2 atau bahkan gurunya. Caranya adalah peran kita menjadi ORANGTUANYA. Alatnya adalah nasihat2 yang mendalam setiap ada kasus yg disebabkan oleh sifat meremehkan tadi. Jangan berperan jadi guru, atau sahabat, tapi berperanlah menjadi orangtua. Dia sebenarnya ingin diperhatikan oleh orang yg dianggap sebagai orangtuanya. Mulailah dengan menarik hikmah dari falsafah beladiri yg dia kuasai.

Momen negatif biasanya lebih banyak memunculkan pembelajaran buat kita. Masih ingat ada kata-kata orang bijak: JANGAN TAKUT SALAH, SEBAB ITULAH JALAN UNTUK MENDAPATKAN KEBENARAN. Bahkan momen negatif lebih memberi muatan emosional yg lebih kuat. ketika ingin menulis yang perlu diingat adalah ' kejadian dan nama gunakan inisial saja.' 

Dalam beberapa kasus,  tidak perlu terlalu dipikirkan sikap guru yg tidak mau berubah. Teruslah kita tetap kreatif, jalan saja terus. Nanti hasilnya adalah informasi dari pihak ketiga, yaitu siswa kita. Jika ada siswa yg suka dengan cara ngajar kita. Mereka tertarik dan merindukan kita, itu saja cukup buat kita utk modal bahwa kita sudah on the right track.

Untuk  memunculkan perasaan peka terhadap momen spesial memang perlu latihan. Coba setelah mengajar bertanyalah kepada diri kita sediri.

1. Apakah ada siswa yg tidak mempehatikan penjelasan kita. Coba lanjutkan dg pertanyaan kenapa?
2. Apakah ada siswa yang membantah kita? kenapa? Jadi cara menumbukan spesial momen dengan memperhatikan negatif karakter yg terjadi di kelas. Percayalah kita lebih mudah mengamati karakter negatif daripada karakter positi siswa2 kita.

Buku-buku Bapak  Munim Chatib


Friday, April 3, 2020

Resume Pelajaran Bpk Indra Charismiadji.


Mendisain Long Distance Learning dengan bpk  Indra Charismiadji.

By Nani

Image result for foto Indra Charismiadji.

Hari Senin Tanggal  1 Januari 2020, kami mengikuti materi Belajar Menulis bersama penyelenggara yang super sabar, Omjay melalui Webex Meeting Conference. Sebagai narasumber adalah bapak Indra Charismiadji, Pengamat dan Praktisi di dunia Pendidikan yang populer dengan 'Pembelajaran Abad 21.' Beliau juga penggagas E-Sabak, Mendesain Pembelajaran Jarak Jauh .

Pada awal Pertemuannya beliau menanyakan pengalaman peserta dalam mengajar menggunakan Daring (Dalam jaringan/ online) dan tidak menggunakan luring ( luar jaringan / offline) selama pandemi Covid-19.  Beliau juga menanyakan 4 pilar pendidikan dari UNESCO.

Bapak Idra berpendapat, para guru masih disibukkan dengan materi atau konten di dalam pengajaran, namun belum terfokus pada  cara belajar secara digitalisasi. Dalam peningkatan kualitas suatu bangsa guru perlu mengetahui dan mengaplikasikan empat pilar pendidikan dari  UNESCO (United Nations, Educational Scientific and Cultural Organization) yaitu 1. Learning to know (belajar untuk tahu), 2. Learning to  do (belajar untuk melakukan), 3. Learning to be (belajar untuk menjadi sesuatu), dan 4. Learning to live together (belajar untuk hidup bersama).

1. Learning to know (belajar untuk tahu), memiliki arti peserta didik diharapkan dapat mencari dan mendapatkan pengetahuan sebanyak-banyaknya melalui pengalaman-pengalaman mereka atau orang lain. Learning to know selalu mengajarkan arti penting sebuah pengetahuan karena sebenarnya di dalam Learning to know terdapat Learning to learn yaitu peserta didik belajar memahami apa yang ada disekitarnya, menjadikan mereka lebih kritis dan bersemangat di dalam belajar karena hal ini merupakan bagian dari proses belajar (usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dan interaksi dengan lingkungannya) jadi mendapatkan ilmu tidak hanya dari bangku sekolah.

(Ref. https://www.silabus.web.id/pengertian-empat-pilar-pendidikan/)

2. Learning to  do (belajar untuk melakukan),  peserta didik diajak untuk ikut serta dalam memecahkan masalah yang ada disekitarnya melalui tindakan nyata; menerapkan ilmu yang didapat, dan bekerja sama dalam sebuah tim untuk mendapatkan solusi dari suatu permasalahan diberbagai situasi dan kondisi.

3. Learning to be (belajar untuk menjadi sesuatu), pentingnya  mendidik dan melatih peserta didik agar menjadi pribadi yang mandiri yang dapat mewujudkan cita-cita dan dan impian mereka sesuai dengan bakat, minat dan kondisi lingkungannya. Guru sebagai fasilitator dan mediator untuk kemajuan peserta didiknya.

4. Learning to live together (belajar untuk hidup bersama) yaitu menanamkan kesadaran para peserta didiknya bahwa mereka adalah bagian dari kelompok masyarakat dari berbagai etnis sehingga mereka mampu bersosialisasi dan menyesuaikan diri dalam kehidupan bermasyarakat.  

Para pengajar harus menekankan pada cara mengajar 'How', bukan pada 'What'. What to learn yang merupakan konten mengajar dapat berubah sesuai dengan perkmbangan jaman dan jika para pengajar hanya terfokus pada apa yang diajarkan maka tidak akan dapat mengikuti perkembangan jaman. 
Bapak Indra juga menjelaskan bahwa saat ini para peserta didik yang saat ini duduk di bangku Sekolah Dasar akan bekerja pada bidang yang belum Tercipta (World Economic Forum 2018). Sehingga proses mengajar haruslah terfokus pada How to Learn.

Peran Guru di Abad 21
Bapak Indra menanyakan apakah segala sesuatu yang diajarkan pada siswa ada di internet? Jika iya, tentunya siswa juga akan mampu mencari materi di sumber yang sama (internet). Sehingga apakah perlu guru masih harus mengajar di kelas? Pada kenyataannya banyak siswa atau generasi muda yang menjadi youtuber, selebgram, dan bahkan guru tidak tahu caranya untuk menjadi seperti mereka. Kolaborasi guru dan siswa sangatlah dibutuhkan, dan fungsi guru tetap sama yaitu sebagai contoh, motivator, dan fasilator.  Bapak Indra juga menyebutkan falsafah dari Ki Hadjar Dewantara : ing ngarsa sung tuladha (didepan memberi contoh), ing madya mangun karso (ditengah memberi semangat), tut wuri handayani (dibelakang memberikan daya kekuatan). Sebagai guru wajib mengarahkan siswanya untuk mencari dan mendorong apa yang diminatinya. 
3I Framework 
Terdapat 3 hal penting sebagai framework di dunia pendidikan:
1. Infrastruktur, berkaitan dengan apa yang akan kita gunakan dalam pembelajaran. Perlukan terus menggunakan ceramah, sreaming video. pembelajaran online dan offline yang seimbang sangat disarankan.
2. Infostruktur, Setiap sekolah sebaiknya memiliki domain untuk web dalam pembelajaran daring/ online, sehingga memiliki pusat data terpadu dan menjaga keamanan informasi.
3. Infokultur, Kultur di era digital harus dibangun dilingkungan sekolah sehingga menjadikan hal yang bukan baru lagi.
Beberapa peserta menyatakan bahwa banyak kesulitan dalam mengajar dengan daring/ online diantaranya tidak adanya jaringan internet yang bagus, tidak cukupnya kuota untuk berinternet, para siswa masih banyak menggunakan internet untuk games.

Pendidikan di abad 21 akan menjadi optimal jika 3I Framework  terpenuhi.




Wednesday, April 1, 2020

Makanan Favorite




Makanan Favorite

By Nani

mie boy | yamin bakso pangsit goreng + es jeruk | Satya Witoelar ...

Pagi itu begitu sibuk, turun dari bus, masuk lift menuju lantai delapan, menaiki satu tangga, sampailah aku di lantai sembilan, yang terkenal dengan sebutan SATLANTAS (Satuan Lantai Atas). Memasuki ruangan yang masih sunyi, sedikit pengap karena AC belum dinyalakan. Aku taruh back pack ku diatas kursi dan cek seluruh ruangan terutama kabel-kabel untuk koneksi ke internet dan komputer. Ruangan perlahan-lahan sejuk setelah aku nyalakan AC, aku memasak air di tea pot kesayangan untuk buat black coffee, my favorite drink di pagi hari. Aku keluarkan bekal yang sudah aku siapkan dari rumah, biscuits dan pisang sebagai teman minum kopi. Sebenarnya kudapan itu tidak 'nendang' ( tidak dapat memuaskan perutku) tapi lumayan sebagai pengganjal. Aku menyeruput kopi panasku perlahan-lahan, sontak energi mengalir ke otakku. Orang bilang kalau aku sudah kecanduan kopi. Tapi saya tidak setuju dengan pendapat itu. Kenyataanya jika tidak ada kopi sama sekali dalam satu hari tubuhku tidak merasakan hal buruk yang significant. Orang bilang jangan minum kopi terlalu banyak nanti tidak bisa tidur khususnya dimalam hari.  Tapi hal itu tidak terjadi kepada ku, setelah minum kopi tetap saja aku bisa ngantuk. Satu potong biscuit aku gigit untuk menambahkan energi ditubuhku. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, Jam dipergelangan tanganku menunjukan pukul 06.50,.persiapan untuk apel pagi di lantai delapan. Merapikan make up dan cek penampilan dari kepala hingga ujung kaki di depan kaca kemudian bergegas menuju lantai delapan untuk apel pagi. Membaca doa sebelum bekerja adalah rangkaian dalam apel pagi. Pukul 07.30 seluruh personel yang selesai apel kembali ke ruangan masing-masing untuk melanjutkan rutinitas. Tidak ada lagi yang bergerombol (social distancing) untuk sekedar bertanya tentang bagaimana keadaan masing-masing juga topik tentang pekerjaan masing-masing karena seluruh personel mesti menjaga jarak (phisical distancing). Semenjak adanya Covid-19 (Coronavirus Desease 2019), suasana lebih sepi di kantor karena separoh kekuatan bekerja di rumah (Working From Home). Pagi itu di ruanganku hanya ada aku dan juniorku. Anggotak kena tugas jaga di gedung lain, sedangkan ada satu Embak PNS sedang kurang sehat. Aku harus tetap semangat untuk berkarya. Aku nyalakan komputerku dan aku mulai membaca email juga pesan yang ada di WhatsApp. Beberapa pesan yang harus aku jawab dan harus aku kordinasikan. Tiba-tiba favorite makananku muncul di layar komputer ups!' mie ayam bakso dan orange juice di layar internet komputerku. Aku tersenyum dan bergumam, sepertinya enak kalau makanan itu ada di atas mejaku. Terbayang mie ayam bakso ala pak Kumis di luar pintu gerbang kantorku yang tidak pernah sepi dengan pengunjung. Bakso dengan berbagai ukuran dan bentuk yang unik, dan mie ayam yang lembut tidak seperti karet, juga berbagai minuman segar. Orange juice ice adalah minuman yang biasa menemani menu mie ayam bakso kesukaanku. Bayangan itu tiba-tiba lenyap ketika aku ingat bahwa semua penjual di lingkungan kantorku tidak diijinkan berjualan karena kondisi Covid-19 ini. Aku melirik jam ditanganku, menunjukkan pukul 10.00 waktu minum kopi. Aku beranjak mencari seseorang yang bisa membantuku untuk membeli makanan ke sukaanku itu, namun tak ada seorangpun di ruangan, hanya aku. Anggotaku sedang mengantar surat dan juniorku sedang rapat. Wah,.tampaknya hanya diangan-angan untuk makan mie ayam bakso dan segelas orange juice. Tiba-tiba aku teringat kalau di lantai lima ada yang jualan nasi goreng dan mie instan bakso. Aku coba dial empat angka untuk pesan, Baru sekali dering sudah ada yang angkat, Alhamdulillah penjualnya sendiri yang mengangkat. Langsung saja aku pesan satu porsi untuk menikmati istirahat minum kopiku. Sambil menunggu aku dengarkan musik dan melanjutkan pekerjaanku membuat jadwal ngajar untuk minggu depan dan beberapa laporan yang harus aku serahkan siang ini.  

NYANYIAN ALAM

  pexels-alex-azabache-3214944 NYANYIAN ALAM   Deburan ombak Desiran angin Gemerisik daun kering Berpadu indah menenangkan hati ...