Friday, July 3, 2020

MARI KITA PRODUKTIF MENULIS DENGAN BAPAK Dr. NGAINUN NAIM


Pelajaran pertama ketika mulai bergabung dengan group 13, group baru yang dibentuk berdasarkan banyaknya resume yang dibuat.

Malam ini narasumber kuliah adalah Dr. Ngainun Naim. Kelahiran kota Tulungagung, pada tanggal 19 Juli 1975. Lulus S3 Studi Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada tahun 2011. 26 karya tulis berupa buku yang dihasilkan, dan 14 Artikel Jurnal.

Jika ingin bertemu dengan narasumber silakan berkunjung ke alamat berikut:

Alamat Kantor : IAIN Tulungagung, Jl. Mayor Sujadi Timur 46 Tulungagung 66221. 
Alamat Rumah : Desa Parakan RT 11 RW 04 Kecmatan/Kabupaten Trenggalek Jawa Timur.

No Telp Kantor : 0355-321513, HP 081311124546

Demikian sekilas tentang narasumber. 
Pelajaran dibuka oleh Om Jay, dengan moderator ibu Kanjeng.

Dr. Ngainun mengatakan bahwa bukan suatu hal istimewa dan pelajaran yang hanya hal sederhana. Semoga bermanfaat.

Sesuai dengan unggahan dari Omjay, saya akan menyampaikan bahan diskusi MARI PRODUKTIF MENULIS. Jadi jika Bapak Ibu sudah produktif menulis, berarti topik ini bukan topik istimewa sekadar bahan untuk renungan bersama. 

Saya ingin mengawali paparan malam ini dengan satu pendapat bahwa Guru adalah kunci penting dalam dunia pendidikan. Jika guru berkualitas, besar kemungkinan kelas yang diajarnya juga berkualitas. Tapi jika gurunya kurang berkualitas, tentu hasil pembelajarannya juga kurang sesuai dengan harapan. Salah satu kunci penting peningkatan kualitas guru adalah dengan membangun budaya literasi. Literasi berarti budaya membaca dan menulis.

Seorang guru yang mau terus membaca buku dan menulis memiliki peluang untuk semakin meningkat kualitas dirinya. Semakin banyak buku yang dibaca, semakin banyak karya yang dihasilkan, maka akan memiliki kontribusi penting bagi kemajuan pendidikan.

Pada pertemuan ini saya akan menyampaikan tentang KUNCI-KUNCI PENTING DALAM MENULIS. 

Kunci itu alat untuk membuka. Alat yang bisa menjadikan Bapak Ibu sekalian produktif dalam menulis, sesuai judul materi yang saya bawakan.

Bisa mendapatkan kunci tetapi kunci akan sebatas sebagai kunci jika tidak difungsikan. Keterlibatan Bapak Ibu sekalian di grup ini ibaratnya untuk mendapatkan kunci. Tapi jika sekadar mendapatkan saja dan tidak dipraktikkan, tentu kunci itu kurang fungsional.

KUNCI PERTAMA ADALAH MOTIVASI. Apa motivasi Bapak dan Ibu sekalian?

Silahkan ditata mulai sekarang. Motivasi menulis bisa berupa; [1] motivasi karir. Bapak dan Ibu sekalian anggota grup. Mencermati komposisi anggota grup ini—maaf jika saya salah—saya berkesimpulan bahwa menulis merupakan aktivitas yang berkaitan erat dengan profesi Bapak Ibu sekalian. Implikasinya, semakin mahir menulis maka semakin lancar karir yang kita tempuh.

[2] motivasi materi; menulis itu menghasilkan honor. Bagi penulis yang sudah sangat terkenal, honor memang sangat berlimpah. Bukunya terus mengalami cetak ulang. Namun jumlah mereka yang beruntung dari sisi ini tidak terlalu banyak. Sebagian besar penulis justru kurang mendapatkan perhatian dari sisi materi.

[3] motivasi politik; menulis ditujukan untuk mencapai tujuan politik tertentu.
[4] motivasi cinta; menulis karena memang mencintai aktivitas menulis.
Nah, Bapak Ibu sekalian bisa memilih jenis motivasinya. Bisa juga menambah jenis motivasi di luar 4 yang saya sebut di atas. Namun perlu diingat bahwa apa pun motivasi yang dipilih maka akan mempengaruhi terhadap tulisan atau buku yang akan dihasilkan.

KUNCI KEDUA: MEYAKINI BAHWA MENULIS ITU ANUGERAH.

Saya pribadi berpendapat bahwa mau dan mampu menulis itu anugerah.

Banyak orang yang mau menulis tapi tidak mampu mengerjakannya; bisa karena kesibukan atau sejuta alasan lainnya. Banyak yang sesungguhnya mampu menulis tetapi tidak mau menulis. Karena itulah bisa menulis—bagi saya—adalah anugerah luar biasa yang harus disyukuri. Cara mensyukurinya adalah dengan terus menulis.

Bapak Ibu sekalian saya sangat yakin bisa menulis. Coba sekarang simak pengalaman menulis Bapak Ibu sekalian. Jika Bapak Ibu sekalian lulusan S1, atau S2 atau S3 berarti sudah menulis ribuan halaman. Ya, ribuan halaman. Kok sekarang mengaku nggak bisa menulis. Terus yang dulu ribuah halaman itu apa yang ditulis? Maaf jika tersinggung.

Bayangkan, saat S-1 Bapak Ibu sekalian setiap semester harus membuat makalah. Paling tidak satu semester harus membuat 10 makalah. Kalikan 10 halaman, berarti kan sudah 100 halaman. Kalikan 8 semester. Berarti kan sudah 800 halaman. Asumsinya 1000 halaman dengan laporan KKN, magang, skripsi.

Jumlah halaman pasti bertambah jika Bapak Ibu lulus S2. Total halaman yang ditulis jika sampai lulus S2 saya kira paling tidak 500 halaman. Apalagi jika sampai selesai doktor. Jelas di atas 2.500 halaman. Sekarang hitung berapa laporan penelitian yang harus Bapak Ibu buat setiap tahun. Berapa laporan pengabdian. Sudah ribuan—sekali lagi ribuan—halaman yang sudah Bapak Ibu tulis.

Sekarang mari kita urai mengapa kok masih ada yang kesulitan menulis padahal pengalaman menulisnya sudah ribuan halaman. Ada beberapa kemungkinan; [1] Selama kuliah spesial menjadi anggota kelompok yang tidak pernah menulis makalah. Biasanya ini yang spesial membiayai foto kopi.Sekali lagi mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

Kemungkinan ke [2], tidak menulis karena dibuatkan orang lain.
Kemungkinan ke [3] menulis dengan melakukan “kanibal” tulisan orang lain. Misalnya mendapatkan bahan di googe lalu dipotong sana-sini sampai berbentuk layaknya tulisan.
Kemungkinan ke [4], begitu mendapatkan tugas langsung berburu referensi. Tidak berpikir apa yang harus ditulis. Begitu referensi didapatkan segera dibuka, diketik, lalu tutup. Ganti referensi berikutnya, dibuka, diketik, lalu tutup. Tugas penulis biasanya di akhir kutipan: BERDASARKAN PAPARAN DI ATAS MAKA DAPAT DISIMPULKAN.

Menulis itu membuat kita menjadi berbeda dibandingkan kawan-kawan yang lainnya. Sesederhana apa pun buku yang Bapak dan Ibu hasilkan itu tetap memiliki kontribusi penting. Jangan dengarkan nyinyiran yang tidak konstruktif. Selama Bapak Ibu sekalian terus menulis maka akan menjadikan kita sebagai makhluk yang berbeda dengan kawan-kawan lainnya.
[19.39, 3/7/2020] Dr Ngainun Naim: KUNCI KETIGA: MENULIS ITU MEMBERIKAN BANYAK “KEAJAIBAN” DALAM HIDUP.
[19.40, 3/7/2020] Dr Ngainun Naim: Menulis itu memberikan banyak sekali manfaat. Pak Wijaya Kusumah--Omjay-- seorang bloger, youtuber dan guru kita semua, mengatakan bahwa menulis setiap hari itu telah memberikan keajaiban dalam kehidupan.

Coba kita simak apa saja bentuk keajaiban yang beliau rasakan karena menulis.

[1] mendapatkan banyak materi. Karena rajin menulis, bukunya mendapatkan banyak royaliti.

[2] sering diundang sebagai pembicara di berbagai forum.

[3] memiliki banyak teman. 

[4] Bisa membeli peralatan yang dibutuhkan dalam kehidupan. [5] tulisan adalah alat perekam kehidupan yang ajaib.

KUNCI KEEMPAT: TIDAK MUDAH MENYERAH.

Banyak orang ingin menulis, tentu termasuk menulis buku, tetapi semangat menulisnya naik turun. Saat ikut kegiatan kepenulisan semacam ini, semangat menulisnya berapi-api. Tetapi saat kembali ke dunia nyata, ke dunia kehidupan sehari-hari, semangat itu perlahan tetapi pasti memudar dan akhirnya hilang sama sekali. Saat bersemangat, menulis berlembar-lembar halaman dalam sehari terasa ringan. Saat tidak bersemangat, satu paragraf pun terasa berat sekali. Bahkan sangat mungkin berbulan-bulan tanpa menulis sama sekali. 

Menulis lima paragraf yang dilakukan rutin setiap hari jauh lebih baik daripada sepuluh halaman yang dilakukan tiga bulan sekali.

KUNCI KELIMA: BERJEJARING. Jadi penulis jangan menepi. Memang saat sekarang kita harus menepi karena Corona, tetapi bukan berarti tidak berinteraksi. Bangun jejaring kepenulisan. Ikut kegiatan semacam ini juga dalam rangka berjejaring.

KUNCI KEENAM: MENULIS SEBANYAK-BANYAKNYA. Menulislah setiap hari tanpa henti. Lakukan secara terus-menerus. Jika Anda merasa tulisan Anda tidak baik maka dengan menulis setiap hari tulisan Anda akan otomatis menjadi baik.

Baik Bapak Ibu sekalian. 6 kunci yang saya uraikan bisa membuat membuat Bapak Ibu sekalian produktif menulis.

Tapi--sekali lagi--kunci itu adalah alat. Tinggal bagaimana kunci itu digunakan secara tepat. Demikian materi dari saya. Terima kasih.

SESI TANYA JAWAB

P - Assalamualaikmum Dr. Naim. Materi 6 kunci tadi sangat luarr biayasa. Pertanyaan saya, bagaimana caranya menyusun resume jadi sebuah buku yang menarik untuk dibaca? apakah tanggal dalam resume harus dihilangkan? atau dibiarkan? Soalnya ada yang bilang, kalo buat buku, tanggal dan bulan resume harus dihilangkan. Mohon pencerahannya. AAM NURHASANAH LEBAK BANTEN.

J - Waalaikumsalam. Terima kasih Ibu. Menurut saya tanggal tidak perlu dicantumkan. Saya kebetulan memiliki sebuah buku yang merupakan review dari banyak buku Strategi Membaca dan Mengikat Makna.

P - Assalamualaikmum Dr. Naim. Materi 6 kunci tadi sangat luarr biayasa. Pertanyaan saya, bagaimana caranya menyusun resume jadi sebuah buku yang menarik untuk dibaca? apakah tanggal dalam resume harus dihilangkan? atau dibiarkan? Soalnya ada yang bilang, kalo buat buku, tanggal dan bulan resume harus dihilangkan. Mohon pencerahannya. AAM NURHASANAH LEBAK BANTEN Instansi: SMP MATHLA UL HIDAYAH CIPANAS
NO WA 085710996088, Gelombang 12.

J - Saya tidak memasukkan tanggal dan bulan resume. Bisa kunjungi blog saya: https://spirit-literasi.blogspot.com. Namun jika dimasukkan juga tidak apa-apa. Tidak ada aturan baku.

P - Yth. Bp. Dr. Ngainun Naim, perkenalkan saya, Sri Budiarti, Bantul, Gel.12. Pertanyaan :  Menurut Bp. Naim pribadi , kriteria tulisan yang baik dan berkualitas itu seperti apa,  lalu apa saja kiat yang Bp lakukan untuk  menghasilkan karya tulis yang bisa diterima khalayak / penerbit 
Terima kasih atas penjelasannya

J -  Kriteria (1) SELESAI DITULIS. Ini penting. Sebagus apa pun ide, jika belum selesai ditulis ya belum bagus. (2) Minim salah ketik atau salah teknis. (3) Bahasa menarik dan didukung oleh logika berpikir yang baik. Jika ingin diterima penerbit, ikuti gaya dan kebijakan penerbit.

P - Assalamualaikum wr wb. Perkenalkan saya: Sunaryo, 085246666643, SMPIT Madani Berau.
Menjga konsistensi menulis itu tdk mudah, pertanyaan saya: 

1. Apa tips yang paling jitu agar kita bisa konsisten menulis & produtif ?
2. Kapan waktu yang pas bagi kita untuk menulis ? Perlukah dg jadwal & target waktu ?

J- 1. Semua kebiasaan awalnya dipaksa. Bangun komitmen untuk rutin menulis. Awalnya paksa, lama-lama akan terbiasa.

2. Setiap orang memiliki jadwal yang seharusnya disusun dan ditaati.

P - Ass wr wb maaf bertanya terima kasih ilmunya.  Saya ingin stresing poin tentang jangan hiraukan nyinyiran orang sepertinya ini adalah masalah besar pak. KURANG PD dengan karya sendiri, mhn petunjuk.

J - Ada 4 jenis MALU dalam menulis: 

(1) MALU untuk menulis. Tidak akan bisa menulis. 
(2) MALU kalau menulis dan tulisannya dibaca orang. 
(3) MALU sudah mulai hilang. Pokoknya nulis. 
(4) MALU TIDAK MENULIS.

Berikut beberapa pertanyaan yang belum sempat dijawab oleh narasumber:

P - Saya Naharuddin,  Lombok Timur,  Wa No 081997693355. mhn pencerahan cara melawan ketakutan akan nyinyiran org terhadap karya kita.

P - Selamat malam Pak Ngainun. Perkenalkan saya ibu Aning S dari Pati, gel 12. Apakah dalam menulis cerpen atau sejenisnya harus menggunakan kerangka tulisan, Pak? Apa fungsi kerangka tulisan dalam menulis? Terima kasih.

P - Saya Desi Safitri, no wa saya (081251968618)saya mengajar SMK AL ISHLAH Palangka Raya, Kalteng, mohon izin bertanya pak Doktor. Saya sudah baca semua materi yang bapak sampaikan. Pertanyaan saya adalah selain kiat dan materi yang bapak sampaikan, adakah kiat lain yang sangat efektif untuk membangkitan semangat menulis bagi teman yang ingin menulis tapi alasannya tidak bisa menulis, banyak kerjaan, sibuk, belum ada waktu. Kalau saya sih, cinta menulis puisi sejak saya SMA. Terima Kasih.

P - Selamat Malam dari Mardiyanto Kapuas Kalimantan Tengah, yang ingin saya tanyakan kadang ada keinginginan menulis terus menerus tiap hari tapi kadang muncul penyakit malas, bagaimana mengatasinya? terima kasih.

P – Assalamualaikum. Terima kasih, pak Naim.. Materinya inspiratif banget.  Sy Noorlanyati dr Semarang mau tanya, bagaimana menjaga supaya tetap memiliki motivasi yg tinggi utk menulis. Kadang kita bisa ngomong tapi tidak pandai/malas utk menulis.

P - Assalamualaikum. Sebelumnya saya mengucapkan trimakasih,  Luar biasa sekali pak materinya. Maaf saya Siti Nurlatifah dr Subang gelombang 12. Izin bertanya. Nomor WA: 081320204544

Bagaimanakah menjaga konsistensi dalam menulis, sebab saya merasakan menulis itu masih musim-musiman. Pas lagi mood ya ide muncul, pas lagi tidak mood, ide mampet mohon saran, terimakasih.

P - Salam hormat,  selamat malam saya Fuyi Yanti dari Basarang Kalimantan Tengah mohon penguatan karena saat  menulis sering tudak bisa menyelesaikan tulisan karena tidak percaya diri dengan topik yang ditulis,   hal itu sangat biasa dan tidak penting ditulis,  sekali lagi mohon penguatannya.

P - Ass war wab, Bapak Dr. Naim terimakasih atas ilmunya, perkenalkan saya: Damdam Efendi dari SMPN 41 Bandung, gel 11 ijuj bertanya:

1. Bagaimana menyambungkan tulisan setiap paragraf supaya tulisan itu kelihatan benang merahnya, apakah cukyp dengan bahasanya atau dg temanya?

2. Kadang-kadang menulis ingin sekali jadi? Padaha itu hal yg tidak mungkin, bagaimana caranya supaya menulis yang efektif dan efisien supaya langsung jadivtulisan? Trrima kasih.

P - Assalamu'alaikum pak. Nama saya Adi dari tangerang banten. Apa saja kunci2 penting dalam menulis?
P - Assalamualaikum. Saya Suheli dari Brebes-Jateng. Ijin bertanya: terkadang kunci itu meredup dan kemudian lenyap, bagaimana cara kita mencari dan  mengembalikan kunci itu agar tetap dipegang erat. Terimakasih.

P - Assalamualaikum Wr Wb. Mhn izin bertanya. Saya Aidil Fitriani dari Tenggarong Kaltim. Bagaimana solusi supaya kita tidak cepat putus asa saat menulis atau menyerah dengan keadaan, sulitnya membagi waktu, kurangnya untuk membaca dan kurangnya lingkungan literasi ? Terima kasih.

Demikian kuliah yang dapat disampaikan oleh Dr. Ngainun. Walau belum dapat diteruskan oleh narasumber Namun ada banyak hal yang dapat dipelajari dan dipraktekkan.

Selamat mencoba.

Ditulis oleh : Nani Kusmiyati





10 comments:

Jenis Penelitian Evaluasi 1

Jenis Penelitian Evaluasi Sugiono (2015) mengutip dari pendapat Kidder (1981), "there are many different types of evaluation depending ...