Wednesday, July 1, 2020

BERBAGI PENGALAMAN MENULIS DAN MENERBITKAN BUKU DENGAN BPK M FIRMAN SUWARYA

Rabu, 1 Juli 2020, Bapak Muhamad Firman Suwarya, M.Kom, Penulis Buku Informatika SMP. Pengurus Ikatan Guru TIK PGRI menjadi narasumber kami dengan tema Berbagi Pengalaman Menulis dan Menerbitkan Buku. Berikut adalah  CV narasumber:

Nama Lengkap : MUHAMMAD FIRMAN SUWARYA, M.KOM
Instansi : SMPN UNGGULAN SINDANG INDRAMAYU
No.WA / Telp : 085 224 494 765
Alamat Kantor : Jl. Raya Terusan Km.3 Terusan Sindang
Indramayu Jawa Barat.
Pendidikan : – Sarjana, Teknik Informatika STMIK TC Bandung Pascasarjana, Teknik Informatika STMIK Eresha
Universitas Pamulang Tangerang Banten

Jika ingin berkomunikasi dengan beliau dapat melalui medsos berikut:

1.    Email : firmansmuhammad@gmail.com
2.    IG : @firmansuwarya,
3.    Facebook : Muhammad Firman Suwarya,
4.    Blog : gubuginformatika.blogspot.com,
5.    Youtube : Youtube.com/c/firmansuwarya


Salam diucapkan oleh Penyelenggara Program, Om Jay dan selanjutnya kuliah dipandu oleh ibu Fatimah dari Aceh. 

Narasumber memulai berbagi pengalaman dan ilmu tentang literasi dan penerbitan.
Penulis yang memiliki nama lengkap Muhammad Firman Suwarya biasa dipanggil dengan Firman. Beliau membagikan ilmunya tentang FreeWriting. 

Freewriting yaitu teknik menulis cepat tanpa hambatan. Menurut bapak Firman, jika kita berani konsisten menulis 5 lembar perhari, maka kita akan menjadi seorang penulis yang handal dan produktif . 

Secara umum menulis sebanyak 5 halaman membutuhkan waktu berjam-jam apalagi jika sudah mulai datang rasa bosan yang membelenggu. Rasa bosan itu dialamai hampir semua penulis baik yang baru belajar nulis ataupun penuis yang sudah handal.

Bahaya dari penyakit ini baisanya diawali dengan menyerang pikiran, dan ciri-cirinya tiba-tiba ide yang kita punya hilang, kemudian bingung harus menulis apa lagi, puyeng, dan sederet tanda-tanda yang menyertai. Dan endingnya akan merasa cape, lelah, malas untuk menulis.

Hal ini juga pernah dialami narasumber. Terkadang ketika malas menghinggapi, dan akan menulis lagi, tiba-tiba mendapatkan ide yang baru. Yang seolah-olah dalam pikiran kita, ide baru itu itu lebih bagus dari ide sebelumnya yang pada kenyataannya tadi belum selesai. Kemudian kita mulai menulis,
dan apa yang terjadi? Kejadian tersebut akan terjadi secara berulang-ulang dan akhirnya tulisan tidak jadi-jadi. Tidak ada karya yang dihasilkan.Akhirnya dapat mengakibatkan stress. Kadang berpikir bahwa kita tidak memilki bakat untuk menulis. Narasumber pernah mengalami pengalaman itu, namun setelah mengenal FreeWriting maka beliau dapat terbebas dari hal-hal tersebut. 

Bagaimana memahami dan menerapkan dari Freewriting? Hal ini dapat diilustrasikan ketika kita akan mengikuti UJIAN NASIONAL atau ujian-ujian lainnya yang sangat menentukan karir kita. Maka kita akan berusaha datang tepat waktu dan berharap akan dapat menyelesaikan soal-soal yang diujikan. Namun tanpa diduga dalam perjalanan menuju tempat test tiba-tiba jalanan macet total sehingga memakan waktu hampir 1 jam yang menyebabkan keterlambatan dalam mengikuti test. Melihat banyak soal yang masih kosong dan harus mendapatkan nilai bagus. Sementara waktu terus berjalan, maka kita akan berusaha untuk mengerjakannya secepat mungkin. Nah itu adalah gambaran Free Writing.

Demikian yang disampaikan oleh narasumber tentang pengalaman beliau dan free writing. Dan sesi berikutnya adalah sesi tanya jawab.

SESI TANYA JAWAB

P- Izinkan saya bertanya pak firman. Langkah pertama yang harus kita lakukan supaya bisa freewriting kira kira apa Terimakasih.

J - segera tulis ide yang muncul, tulis sebelum ide itu hilang. Karena menulis ide yang muncul itu sangat mudah, kapan dan dimanapun, pokoknya tulis.

P-Mohon maaf kira-kira bapak pernah tidak singgah dalam lingkungan setan kebuntuan dan bagaimana cara keluar nya, karena jujur malam ini saya baru tahu kalau ada nya lingkaran setan kebuntuan. Terimakasih banyak.

J- Iya seperti yang sudah saya sampaikan dimateri diatas, saya juga dulu pernah mengalaminya. Dan solusinya sederhana sebenarnya namun harus yakin. Ide muncul langsung tulis, sampai ending ide itu dimana terus ditulis jika lupa, lewat aja. Jika situasi memungkinkan baru kita cek dan ricek. Maka kita harus menyiapkan atau meluangkan waktu. Ingat jangan memanfaatkan waktu luang!! tapi kita harus meluagkan waktu, dan itu dilaksanakn secara kontinyu atau terus menerus. Tidak usah lama-lama, misal 30 sampai 60 menit setiap harinya.

P-Tolong bapak cerita kan suka duka bapak dalam menulis dan menerbitkan buku.

J- Berawal dari sulitnya menemukan ide yang pas, dan kira-kira bagus ga ya untuk di baca...kira-kira mau nulis ini, bener ga ya..? mau nulis itu benar ga ya..? bagus ga? nanti gimana kalau jelek? pokoknya komplit deh pada awal mencari ide. Sampai-sampai harus konsul dengn teman dan lain sebagainya, hingga menemukan suatu kekuatan berupa komitmen bahwa jelek, kurang bagus, bagus, atau sejenisnya pokoknya ditulis. Baru kemudian mulai membuat outline. Secara garis besar harus  selesai. 

Dalam perjalanannya kemungkinan akan mengalami perkembangan dan sejenisnya. Selanjutnya menulis 1 persatu dengan alokasi waktu yang diluangkan. Biasanya mnenulis selepas jamaah Isya sekitar 60 menit. Terus kontinyu pada waktu itu. Menulis pada waktu tsb bukan tidak ada halangan atau tantangan, banyak sekali tantangannnya.

Misal anak-anak yang minta jalan-jalan lah, minta ini lah, minta itu lah dan lain-lain. Tapi satu persatu tantangan itu mampu diatasi. Anak-anak pada akhirnya tahu dan menyesuakan sendiri.hingga selesai tulisan-tulisan itu dan menjadi buku. 

Tentang penerbitan buku, kita mengetahui ada penerbitIndie dan Major. Yang sebenarnya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangnnya. Penerbit Indie lebih mudah, dan pastinya lebih cepat selesai. Bahagia rasanya ketika buku kita sudah bisa terbit. Seolah-olah telah terbayar kelelahan, kecapaian dan sebagainya saat proses kepenulisannya.

P- Assalamualaikum,  saya,  Noorlanyati dr Semarang,  gel 11. 
Bpk, saya pernah bahkan sering mengalami lingkaran setan kebuntuan.  Membuat satu tulisan dan berhenti sampai beberapa hari.  Mau saya lanjutkan ide tidak muncul,  mau ditinggal eman2 ..tp blm ada endingnya,  akhirnya saya putuskan, saya deadline harus jadi.  Tapi   setelah jadi saya baca ulang lagi ada yang tidak pas,  disitu saya baru nemu idenya. Pertanyaan saya, trik apa yang bpk lakukan supaya cepat muncul ide, agar tulisan kita tidak kelamaan terkatung-katung/ madeg.  Terimakasih.

J- tulis semua yg muncul, lalu baca ulang, ketika ending belum ketemu juga baca ulang lagi, itu biasanya akan ketemu. Kalau baca ulang belum ketemu, coba cek sinopsisnya.

P- Freewriting sangat menarik, ilmunya sangat bermanfaat. Bagaimana kiat-kiat menjadi penulis yang handal?

J- Tentukan waktu nulis yang bisa terus menerus/kontinue. Catat semua ide. Eksekusi ide-ide itu pada waktu yang sudah kita tentukan. Waktu bebas sesuai sikon masing-masing.

P- Assalamualaikum, Saya siti Nurbaya Az, SE. Karimun, Kepri.
Pak Firman setelah menulis freewriting ternyata ada banyak ide di dalamnya. Bagaimana cara menentukan ide mana yang harus di eksekusi menjadi tulisan yang enak di baca.Terima kasih, Gelombang 12. Wassalam.

J- Walaikum salam. Ide yang paling bapak ibu kenal dan kuasai. Sehingga nanti eksekusi ide akan ditulis dengan hati, dan itulah kuncinya jika kita menulis dengan hati biasanya akan mampu menyentuh hati pembaca.

P. -Maaf ibu saya ira Isvandrya ijin bertanya. Saya peserta belajar menulis gel.11.
Ketika kita sedang menulis dan mengalami kebuntuan. Tiba-tiba muncul ide baru, apakah ide yang muncul ini haris kita biarakan, atau kita tuliskan. Kemudian berusaha melanjutkan tulisan terdahulu yang sedang buntu tersebut?

J- iya, cuekin saja. biarkan dulu, buat satu tekad, ide baru itu akan saya tulis, tapi nanti setelah tulisan kita selesai. Maka dari situ kita harus benar-benar menyelesaikan tulisan itu.

P- Assalamu'alaikum. Luar biasa pak materinya. Nama Saya Saharjang Pikalouhata. Asal dari Ambon. Unit Kerja Saya SD Negeri 79 Ambon. Saya mau bertanya yang pertama, Jikalau kita mengalamai freewriting saat sementara menulis, Apakah kita beristirahat sejenak atau terus menulis saja. Khawatirnya kalau terus dipakasa nanti ada kalimat-kata yang tidak nyambung. 

Kedua. Apakah tulisan sebanyak 5 lembar itu boleh di tulis dengan bahasa sederhana alias tidak memakai kata-kata ilmiah. Ya mungkin saja diantara kami ada banyak guru yg terlahir bukan dari OKP2 yang pintar bicara dengan bahasa-bahasa ilmiah. Sebelumnya terima kasih pak firman.

J- Jazakumullah khair. yang pertama dulu. tulis aja terus, kalimat-kalimat yang tidak nyambung, salah ketik, dan lain-lainnya nanti ada pada sesi cek and ricek atau pada saat proses editing. Inget ya. Menulis dengan Editing adalah dua ilmu yang berbeda...!

Yang kedua, justru kadang tulisan yang sederhana itu biasanya terlahir dari hati, tidaka neko-neko. Biasanya akan membawa pembaca kedalamnya.

P-  Assalamualaikum wr wb... Terimakasih sebelumnya Pak Firman. Perkenalkan nama Sunaryo, dari Berau, peserta Gelb.11. Pertanyaan saya :

1. Freewriting adlah teknik menulis cepat tanpa hambatan, apa maksudnya ya ? Saya belum paham dengan ilustrasi Bpk.

2.Modal apakah yg harus kita punya supaya kita bisa menerapkan teknik freewriting ini ?

P- Assalamualaikum wr wb. Sunaryo, Berau, Gelb 11.
Pertanyaan:

Adakah hal-hal yang perlu kita perhatikan ketika menerapkan teknik free writing ? Kalau ada, apa sajakah itu ?

J - Walaikum salam warahmatullah. Salam kenal pak Naryo. Secara sederhana Freewriting, pokoknya tulis secepat-cepatnya terhadap ide yang muncul,jangan takut salah, jangan takut keliru, takut jelek hasilnya, apalaagi takut salah ketik. pokoknya tulis dan tulis sampai habis. Modalnya ide, dan ide bisa muncul dari mana saja. Kadang maaf saya pernah membaca sebuah buku, yang hanya bercerita dan menjelaskan tentang maaf sebuah toilet. Dari toilet itu terkadang bisa memunculkan ide. Bisa juga ketika kita jalan naik angkutan umum yang sesak penumpang, dll. Banyak sebenarnya disekitar kita yang dapat kita tulis. Pokoknya tulis saja sampai selesai. Hal-lain lain dalam freewriting nanti pada saat proses editing.

P - Saya Faiq Aminuddin Demak. Assalamualaikum wr wb, Mau bertanya, Peserta gel 2
Apakah freewriting tidak akan menghasilkan tulisan yang asal jadi tapi kurang berkualitas?
Bukankah ngebut atau buru-buru itu tidak baik? Terimakasih.  Apakah freewriting sama dengan nulis secara ngebut?

J - waalaikum salam warohmatullah. Hasil tulisan yang berkualitas atau kurang berkualitas biasanya, bisa ditentukan dari faktor ide yg muncul. Jika ide yang muncul bagus dan berkualitas, lalu lanjut dengan outline yang berkulaitas, maka hasil tulisan juga akan tidak jauh dari situ, yaitu bagus dan berkualitas.

Dalam prakteknya menulis berkualitas terkadang menuntut kita agar mengikuti, mematuhi dan lain-lain sebelum tulisan itu selesai ditulis.

KESIMPULAN

Mulai sekarang bapak ibu tekadkan untuk menjadi seoranag penulis. dan tanamkan bahwa itu bisa untuk bapak ibu semua. Tidak ada yang tidak mungkin. Langkahnya tentukan atau luangkan waktu misal 30 - 60 menit setiap hari flesksibel sesuai sikon masing-masing. Jika muncul ide segera eksekusi pada waktu yang bapak ibu luangkan tsb. Jika keadaan tidak memungkinkan, tulis secra garis besarnya saja, poin-point nya, nanti di esksekusi pada waktu yang diluangkan tsb.

Demikian pelajaran dari bapak Firman yang dapat saya tuliskan kembali. Semoga bermanfaat. Amiin.

Nani Kusmiyati.



4 comments:

Jenis Penelitian Evaluasi 1

Jenis Penelitian Evaluasi Sugiono (2015) mengutip dari pendapat Kidder (1981), "there are many different types of evaluation depending ...